Sains dan Teknologi March 17 4 Min Read

Pertahanan Tubuh Pertama




Sistem pertahanan tubuh (sistem imun) adalah sistem pertahanan yang berperan dalam mengenal, menghancurkan serta menetralkan benda-benda asing atau sel abnormal yang berpotensi merugikan bagi tubuh. Mekanisme pertahanan tubuh manusia meliputi pertahanan tubuh bawaan (pertahanan non spesifik) dan pertahanan adaptif (pertahanan spesifik).

Pada dasarnya, ada tiga macam strategi pertahanan tubuh:

1) Barier fisikal (kulit dan mukosa yang utuh) dan kimia (asam lambung);

2) Respons imun alami (innate/nonspesifik), misal fagositosis;

3) Respons imun adaptif (didapat/ spesifik).

Pada sebagian besar kasus, pertahanan terhadap patogen penyerang yang merusak dapat dilakukan oleh barier fisikal dan respons imun alami, tetapi bila tidak berhasil, respons imun adaptif akan diaktivasi

Setiap individu memiliki sistem imun yang berbeda-beda. Namun umumnya, sistem imun akan bertambah kuat seiring dengan pertambahan usia manusia. Sebab, semakin sering tubuh Anda terekspos berbagai jenis patogen, sistem imun dalam tubuh akan secara otomatis berkembang. Sistem kekebalan sendiri menyebar di seluruh bagian tubuh, serta melibatkan banyak sel, organ, protein, dan jaringan. Sistem ini dapat membedakan jaringan yang ada dalam tubuh kita dan jaringan asing. Dengan begitu, sel-sel mati atau unsur asing lain yang tidak dikenali akan secara otomatis dibersihkan dari tubuh.

Pada artikel ini,penulis akan membahas sistem pertahanan tubuh, lebih spesifik mengenai sistem pertahanan tubuh yang pertama yaitu barier fisikal (kulit dan mukosa yang utuh) dan kimia (asam lambung).

Kulit utuh merupakan proteksi utama yang penting dan berperan sebagai barier fisik untuk menghentikan invasi mikroorganisme dan substansi lain. Sekret kulit, seperti asam keringat dan asam lemak dari kelenjar lemak, berperan dalam menghancurkan dan mengurangi pertumbuhan bakteri pada permukaan kulit. Populasi mikroflora normal yang berkolonisasi pada permukaan kulit akan menghambat pertumbuhan mikro organisme patogen potensial dengan cara mengompetisi ruang dan makanan yang tersedia.

Membran mukosa, seperti mukosa pencernaan, pernapasan, urinari, dan reproduksi, berfungsi untuk melindungi tubuh dari invasi mikroorganisme asing. Urin dan sekret mukosa akan mendorong dan mengeluarkan mikroorganisme ke arah luar tubuh. Barier kimia dilakukan, misal oleh enzim antimikroba, lisosim, dalam pernapasan, air mata, saliva, hidung, dan asam lambung.

Setiap hari tubuh manusia dapat terkontaminasi dengan beratus-ratus bakteri yang dapat memasuki tubuh melalui berbagai cara, misalnya melalui konsumsi makanan, tetapi hampir semuanya dimatikan oleh mekanisme pertahanan tubuh. Begitu pun tiap hari manusia mengonsumsi beratus-ratus bakteri dan lagi-lagi hampir semuanya mati dalam saliva atau asam lambung. Dalam keadaan ini, saliva atau asam lambung merupakan media pertahanan tubuh. Namun, kadang-kadang satu bakteri dapat lolos dan me nyebabkan keracunan makanan. Dalam hal ini, suatu efek yang sangat nyata dari kegagalan sistem imun, yang dapat terlihat adalah mual dan diare, keduanya merupakan dua gejala yang sangat umum terjadi.

Selain itu, setiap hari manusia menghirup ribuan bakteri dan virus yang ada di udara. Sistem imun memerangi bahan patogen ini tanpa masalah. Kadang bakteri dapat mengalahkan sistem imun dan tubuh terserang demam, f!u, atau keadaan yang lebih buruk lagi.

Demam atau flu merupakan suatu tanda yang dapat terlihat dari kegagalan kerja sistem imun untuk menghentikan agen penyebab. Bila tubuh kemudian sembuh dari demam atau flu, ini menjadi tanda bahwa sistem imun tubuh mampu menghilangkan agen penyerang sesudah men dapatkan pengalaman dari kekalahan sebelumnya. Sebaliknya, bila sistem imun tidak melakukan sesuatu, tubuh tidak akan sembuh dari demam atau apapun juga.

Amay Suryadi                 
170 0 3
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.