Opini Akademisi June 21 9 Min Read

Lingkungan Toxic, atau Kamu yang Toxic Dengan Dirimu Sendiri?




Seringkali kita mendengar kata-kata yang memiliki unsur Toxic seperti lingkungan toxic, hubungan toxic, ucapan toxic, dan lain sebagainya. Tapi memangnya apa itu Toxic? sebenarnya toxic adalah bahasa inggris dari racun. Dan tentunya racun ini berdampak buruk bagi tubuh kalian. Sedangkan kata-kata Toxic yang sering kita dengar adalah keadaan yang berakibat buruk bagi diri kalian ataupun orang lain. Nah, banyak nih orang-orang yang beranggapan bahwa lingkungan mereka Toxic, tapi mereka tidak sadar bahwa sebenarnya yang membuat dia beranggapan seperti itu dikarenakan dia toxic terhadap dirinya sendiri.

Sebenarnya bagaimana bisa kalian tidak merasakan bahwa lingkungan kalian ini toxic, padahal sebenarnya kamu toxic dengan dirimu sendiri. Kadang kalian beranggapan bahwa lingkungan sosial kalian tidak bisa mengerti dengan apa yang kalian rasakan. Terkadang kalian hanya bercerita dengan satu orang yang kalian anggap sangat dekat dan kalian percayai, padahal siapa tahu dia menceritakan apa yang kalian percayakan kepadanya kepada orang-orang di sekitar kalian. Membuat kalian semakin terpuruk ketika merasakan hal tersebut. Toh, kadang orang-orang juga ingin membantu kalian di saat kalian susah, dan juga pastinya orang memiliki perasaan iba. Mungkin, orang-orang melihat kamu yang seperti baik-baik saja dan tidak ada masalah karena kamu tidak pernah nimbrung dalam percakapan mereka, atau karena sekalipun kamu ikut mengobrol, kamu tidak curhat akan masalah yang kamu alami. Toh tidak perlu sesuatu yang privasi, cukup apa yang bisa di pahami oleh orang di sekitarmu saja dan layak untuk diceritakan kepada mereka.   

Ketika kamu sudah merasakan lingkunganmu toxic, padahal kamu yang tidak pernah menceritakan apapun dengan mereka. Bisa saja kamu mencari kebahagiaanmu sendiri dengan menghamburkan uang atau suatu hal yang merugikan kesehatan mental atau jasmanimu. Dan pada akhirnya, kamu lalai akan tugas dan pekerjaan yang kamu miliki. Semakin menambah bebanmu dalam menjalani hari-hari mu bukan? Ketika hal seperti itu terjadi kamu mulai memikirkan hal-hal buruk yang sedang terjadi. Di mana kamu mulai memikirkan bagaimana konklusi, resolusi akan hal yang kamu hadapi tetapi kamu tetap mencari kebahagiaanmu, bersifat egois terhadap lingkungan dan dirimu sendiri.

Pada dasarnya, artikel ini tidak menyalahkan, memotivasi, atau memberi arahan. Tetapi memberi masukan kepada kalian agar coba lah membuka diri dan beradaptasilah dengan lingkungan sekitar. Dimulai dari pendekatan diri kalian dengan keluarga, atau mungkin mengenal apa yang sebenarnya kalian mau? Mari arahkan kehidupanmu menjadi lebih sehat.

Muhammad Rayhan                 
59 0 0
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.