Opini Akademisi September 1 5 Min Read

5 Menit Memahami Revolusi Seksual: Diseminasi dan Historiografi Revolusi Seksual [Bagian 2 dari 30]




Diseminasi dan Historiografi Revolusi Seksual

Beragam upaya dilakukan untuk diseminasi revolusi seksual. Salah satunya melalui jalur seni. Caranya sederhana. Beberapa seniman melakukan kampanye revolusi seksual melalui seni. Kronologisnya seperti berikut ini. Mulai tahun 1930-an, mulai diterbitkan berbagai novel yang berisi tantang kebebasan dan penyimpangan seksual. Pada tahun 1953, Hugh Hefner menerbitkan majalah “Playboy” untuk ajang promosi pornografi. Caranya dengan menampilkan Marlyn Monroe sebagai simbol seks. Tahun 1969, film yang mengandung pornografi dibuat dan disebarkan ke seluruh dunia.

Mulai tahun 1971 hingga 1987, dilakukan berbagai upaya untuk normalisasi pornografi. Pada tahun 1971, majalah “Playboy” terang-terang menampilkan perempuan tanpa pakaian. Edisi sebelumnya, Playboy tampil dengan busana minimalis. Tahun 1972, film yang mengandung konten pornografi laku keras di pasaran Amerika. Tahun 1980, majalah “Playboy” dan “Penthouse” memenangkan pernghargaan di bidang jurnalisme. Tahun 1987, suatu organisasi di India bernama “Indians for sexual Liberties, mengadvokasi masyarakat untuk legalisasi pornografi. (Bersambung) 

 

Kredit gambar: Google Images.

dr. Dito Anurogo, M.Sc.                 
32 0 0
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.