Opini Akademisi March 17 8 Min Read

Bakteri Penyebab Penyakit Akibat Pangan yang Terkontaminasi.




Pangan yang terkontaminasi (seperti debu, tanah, bahan kimia, maupun mikroorganisme) maka jika dikonsumsi tubuh akan mengalami keracunan dan tidak menutup kemungkinan terjangkit penyakit. Ada dua golongan penyakit yang dapat timbul akibat mengonsumsi pangan yang terkontaminasi adalah food infection dan food poisoning. Food infection adalah penyakit infeksi yang disebabkan langsung oleh bakteri sedangkan food poisoning adalah penyakit yang disebabkan oleh toksin (intoksikasi), sehingga disebut toksiko infeksi.

Penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang mengontaminasi pangan bersifat merugikan kesehatan manusia misalnya menyebabkan gangguan pencernaan. Pangan yang terkontaminasi memungkinkan berasal dari makanan yang kurang higenis atau selama proses pengolahan dengan sanitasi yang kurang bagus dan kurang terjaga dengan baik. Sifat-sifat mikroba penyebab infeksi antara lain dapat hidup secara in vivo, dapat berkembang biak didalam saluran pencernaan, tahan terhadap gerakan mekanik dalam saluran pencernaan, dosis penyebab infeksi setiap bakteri patogen sangat variatif yaitu 10 - 105 tergantung pada tingkat virulensinya, gejala yang muncul biasanya setelah 24 jam terpapar. Gejala yang muncul berupa gejala enterik ataupun non enterik. Gejala enterik biasanya bersifat lokal dikarenakan efek dari toksin misalnya gejala seperti sakit perut, diare, pusing, dan muntah. Sedangkan gejala non enterik melewati intestin dan menginvasi atau merusak organ / jaringan yang lain.

Beberapa contoh bakteri penyebab penyakit infeksi (food infection) :

  1. Salmonella

Ciri-ciri Salmonella yaitu berbentuk batang, merupakan bakteri Gram negatif berflagella. Salmonella menyebabkan beberapa penyakit seperti Demam tifoid. Dimana masa inkubasi demam tifoid berkisar 7 hari sampai 21 hari. Gejala yang ditimbulkan disertai dengan demam tinggi, konstipasi dan beberapa klinis tertentu terdapat diare. Akibat dari infeksi ini dapat menyebabkan radang pada jaringan dinding usus halus, nekrosis sel, dan ulkus pada dinding usus. Dapat ditemui pada sumber pangan dari daging sapi ataupun unggas.

  1. Shigella

Cici-cici bakteri ini berbentuk batang, Gram negatif dan juga merupakan bakteri aerob – anaerob fakultatif. Infeksi bakteri ini menyebabkan penyakit disentri. Masa inkubasi bakteri bila menginfeksi selama 1 sampai 7 hari. Gejala yang ditimbulkan akibat dari penyakit ini berupa demam, sakit perut, diare, muntah dan juga kejang. Bila orang dewasa terinfeksi maka akan merasakan dehidrasi berat (asidosis). Sedangkan bila balita terinfeksi maka bisa menyebabkan kematian. Bakteri ini dapat bersumber dari makanan / air.

  1. Escherichia coli

Bakteri Escherichia coli memang merupakan flora normal di usus. Namun bila jumlah bakteri ini meningkat didalam usus maka akan menyebabkan infeksi dengan masa inkubasi 1 sampai 7 hari. Dengan menimbulkan gejala seperti sakit perut, diare serta demam. Sifat dari bakteri ini dapat memproduksi toksin dan menginvasi ke dinding usus sehingga dapat menimbulkan toksiko infeksi. Bakteri ini dapat bersumber dari daging sapi.

Beberapa contoh mikroba penyebab intoksikasi (foos poisoning) :

  1. Staphylococcus aureus

Bakteri ini berbentuk bulat, bakteri Gram positif dan bersifat aerobic-mikroaerofilik. Memiliki pigmen (koloni) berwarna putih, kuning keemasan, kuning muda, dan orange. Bakteri ini juga bersifat enterotoksin (resisten terhadap enzim proteolitik). Apabila terinfeksi oleh bakteri ini maka akan menimbulkan gejala seperti mual, muntah, sakit perut, kejang otot perut dan diare. Pada beberapa kasus klinis dapat menimbulkan gejala lainnya seperti sakit kepala, berkeringat dan demam. Umumnya bakteri ini terdapat dalam makanan seperti susu dan hasil olahannya yang tidak hygine serta produk daging.

  1. Bacillus cereus

Bakteri ini berbentuk batang, bersifat aerob, Gram positif dan menghasilkan spora. Gejala yang ditimbulkan bila terinfeksi berupa mual, muntah dan diare. Beberapa produk toksin dari ekstraseluler Bacillus cereus antara lain, Lecithinase (menyebabkan lipida fosfat akan mengalami lisis), Hemolisin (penyebab nekrosis pada mukosa usus), Toksin Lethal dan Toksin Emetic.

  1. Psudomonas cocovenenans

Bakteri berbentuk batang pendek, Gram negatif dan memiliki flagela. Menhasilkan toksin berupa toksoflavin dan asam bongkrek. Ciri-cici toksin toksoflavin adalah komponen berwarna kuning, larut air, termasuk zat oksidasi. Sedangkan asam bongkrek yang dihasilkan tidak berwarna, dapat menyebabkan hipoglikemia karena asam bongkrek akan merombak glikogen dalam hati.

 

Sumber :

Fardiaz, S. 1989. Mikrobiologi Pangan.

Jay, J.M. 1996. Modern Food Microbiology.

Naufalin, R. 2010. Mikrobiologi Pangan.

apt. Nasri, S.Farm., M.Farm.                 
256 0 3
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.