Trending

Gusti Salma Assyifa Balela                 
125 0 0
Ilmu sosial December 21 5 Min Read

Dianggap Biasa, Pelecehan Seksual Terus Terjadi




Pelecehan seksual, merupakan hal yang menyalahi aturan sosial khususnya. Telah banyak yang telah menjadi korban, khususnya wanita dan anak-anak. Bagaimana tanggapan masyarakat mengenai hal ini? Bagaimana dampak yang terjadi terhadap korban?

 

Menurut Komnas Perempuan, pelecehan seksual merujuk pada tindakan bernuansa seksual yang disampaikan melalui kontak fisik maupun non-fisik, yang menyasar pada bagian tubuh seksual atau seksualitas seseorang. Tindakan ini termasuk siulan, main mata, komentar atau ucapan bernuansa seksual, mempertunjukkan materi materi pornografi dan keinginan seksual, colekan atau sentuhan di bagian tubuh, gerakan atau isyarat yang bersifat seksual, sehingga mengakibatkan rasa tidak nyaman, tersinggung, merasa direndahkan martabatnya, dan mungkin hingga menyebabkan masalah kesehatan dan keselamatan.

Pelecehan seksual bukan semata tentang seks. Inti dari masalah ini adalah penyalahgunaan kekuasaan atau otoritas, meskipun pelaku mungkin mencoba untuk meyakinkan korban dan dirinya sendiri bahwa perilaku pelecehan yang ia lakukan sebenarnya adalah ketertarikan seksual dan keinginan romantis semata. Kebanyakan pelecehan seksual dilakukan oleh laki-laki terhadap perempuan. Namun, ada juga kasus pelecehan perempuan terhadap laki-laki, dan juga dengan sesama jenis.

Menurut kategorinya, pelecehan seksual dibagi menjadi 5 jenis, yaitu:

  1. Pelecehan gender

Pernyataan dan perilaku seksis yang menghina atau merendahkan wanita. Contohnya termasuk komentar yang menghina, gambar atau tulisan yang merendahkan wanita, lelucon cabul atau humor tentang seks atau wanita pada umumnya.

  1. Perilaku menggoda

Perilaku seksual yang menyinggung, tidak pantas, dan tidak diinginkan. Contohnya termasuk mengulangi ajakan seksual yang tidak diinginkan, memaksa untuk makan malam, minum, atau kencan, mengirimkan surat dan panggilan telepon yang tak henti-henti meski sudah ditolak, serta ajakan lainnya.

  1. Penyuapan seksual

Permintaan aktivitas seksual atau perilaku terkait seks lainnya dengan janji imbalan. Rencana mungkin dilakukan secara terang-terangan atau secara halus.

  1. Pemaksaan seksual

Pemaksaan aktivitas seksual atau perilaku terkait seks lainnya dengan ancaman hukuman. Contohnya seperti evaluasi kerja yang negatif, pencabutan promosi kerja, dan ancaman pembunuhan.

  1. Pelanggaran seksual

Pelanggaran seksual berat (seperti menyentuh, merasakan, atau meraih secara paksa) atau penyerangan seksual.

 

Tidak sedikit korban pelecehan seksual yang memilih diam dan menyimpan kejadian memilukan itu sendirian. Alasannya mungkin karena malu, takut disalahkan, atau diancam oleh pelaku. Padahal, hal ini bisa berdampak pada kesehatan mental dan juga fisik.

Menjadi korban pelecehan seksual merupakan musibah yang dapat menimbulkan trauma psikologis berat. Tak sedikit korban pelecehan seksual mengalami cedera fisik dan luka batin usai kejadian memilukan ini.

Meski demikian,tak semua orang yang mengalami pelecehan seksual berani untuk mengungkapkan hal tersebut. Setelah mengalami pelecehan seksual, seseorang bisa mengalami beberapa tanda atau gejala berikut:

  • Mudah marah
  • Merasa takut atau tidak aman
  • Merasa bersalah atau membenci diri sendiri
  • Mengalami gangguan tidur dan kecemasan
  • Sulit mempercayai orang lain

Selain itu, korban pelecehan seksual yang tidak mendapatkan pertolongan juga berisiko tinggi untuk mengalami berbagai masalah psikologis, seperti depresi, PTSD, hingga risiko bunuh diri. Banyak juga wanita korban pelecehan seksual yang hamil akibat tindakan tersebut. Beberapa tips menghadapi pelecehan seksual yang bias dilakukan, di antaranya:

1. Berani bertindak saat itu juga

2. Ceritakan kepada orang terdekat

3. Ikuti konseling kejiwaan

4. Melaporkan kejadian pada pihak berwenang

Gusti Salma Assyifa Balela                 
125 0 0
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.