Trending

Anur Wahyu Ningtyas                 
117 0 0
Ilmu sosial December 27 5 Min Read

Tiga Ungkapan Sederhana yang Sering Terlupa (TTM)




Dalam hidup mungkin kita sebagai manusia pernah melupakan hal-hal sederhana yang dianggap biasa saja, namun jika dilakukan sangat berefek bagi orang lain. Seiring berjalannya waktu banyak hal yang mulai berubah dan ditinggalkan, salah satunya dalam bertutur kata. Adanya perkembangan zaman banyak menimbulkan ungkapan baru yang sebenarnya kadang kita tidak tahu apa itu artinya, namun malah ikut-ikutan menggunakan dan bahkan sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari serta meninggalkann kata yang sangat dalam sekali maknanya. Ada sebuah ungkapan dalam masyarakat yang mungkin belakangan ini mulai ditinggalkan sebagian orang. Tiga ungkapan sederhana yang sering terlupakan, hal-hal yang mungkin bagi kita tidak terlalu berharga tapi sangat berharga bagi orang lain yaitu “Tolong”, “Terima Kasih” dan “Maaf”.

Manusia sebagai makhluk sosial tidak akan bisa hidup sendiri pasti membutuhkan bantuan dari orang lain. Kita pasti pernah meminta bantuan orang lain, bukan? Namun, apakah kita selalu menggunakan kata tolong ketika meminta bantuan atau malah terlupakan? Sebenarnya apa sulitnya sih menggunakan deret kalimat permintaan bantuan tersebut? Tidak akan rendah seseorang yang mengucapkan tolong kepada orang lain. Menggunakan kata tolong tidak akan merendahkan diri kita sebagai orang yang meminta bantuan. Namun, justru sebagai tanda bahwa kita menghormati orang yang akan memberi bantuan. Saling tolong menolong antar sesama sangat dianjurkan oleh Allah SWT sebagaimana dalam Q.S Al-Maidah ayat 2 yiatu :

“…Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan…” (Q.S Al-Maidah ayat 2).

Dari ayat di atas sudah jelas bahwa kita dianjurkan untuk saling tolong menolong dalam kebaikan antar sesama manusia. Ketika meminta tolongpun kita harus sesuai adabnya dan melihat dahulu kondisi orang yang akan dimintai tolong apakah ia sanggup atau tidak. Pun ketika ada orang yang meminta bantuan kepada kita jika kita mampu dan bisa mengerjakan maka tolonglah selagi apa yang kita lakukan nantinya dalam hal kebaikan dan tidak berbahaya.  

Kalimat yang mulai sering ditinggalkan selanjutnya yaitu kata “Terima Kasih”. Mengucapkan terima kasih dapat kita jadikan sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah serta bentuk apresiasi atas segala kebaikan dan bantuan yang telah diberikan orang lain kepada kita. Banyak yang beranggapan, bahwa ikhlas membantu seharusnya tidak menuntut ungkapan terima kasih. Namun, apa salahnya kita ucapkan terima kasih kepada orang yang telah berbuat baik kepada kita sebagai bentuk penghargaan atas segala kebaikan yang telah dilakukannya. “Tidak bersyukur kepada Allah seseorang yang tidak bersyukur kepada manusia” (H.R Abu Daud).

Ungkapan terima kasih dapat menyenangkan orang yang telah memberikan bantuan. Bentuk penghargaan atas kebaikan maupun bantuan yang telah diberikan orang lain kepada kita tidak harus dengan uang maupun hadiah. Namun, cukup dengan ucapkan terima kasih lengkap dengan senyuman yang tulus akan membuat orang yang memberikan bantuan senang dan merasa dihargai, apalagi kalau diberengi dengan doa yang ikhlas. Jadi, sekecil apapun bantuan yang telah kita terima jangan lupa untuk selalu mengucapkan terima kasih.

Dan yang terakhir kata “Maaf” yang mungkin masih terasa sangat sulit sekali kita lakukan. Manusia dengan egonya memang saling berkaitan. Terkadang kita tidak menyadari bahwa mungkin saja apa yang kita lakukan dan apa yang kita ucapkan menyakiti ataupun menyinggung perasaan orang lain. Namun, kita mungkin malu mengakui hal-hal tersebut dan takut untuk bilang maaf terlebih dulu. Meminta maaf terlebih dahulu tidak selamanya menunjukkan bahwa kita yang bersalah, namun dengan kata maaf dapat meruntuhkan ego dalam diri kita yang beranggapan bahwa diri kita yang paling benar. Karena sejatinya tidak ada manusia yang tidak luput dari kesalahan sehingga kata maaf sangat diperlukan.

Dengan meminta maaf kita akan belajar memahami perasaan kita sendiri serta lebih mengerti bahwa ada perasaan orang lain yang berhak dihargai. Selain, belajar untuk membiasakan meminta maaf kita juga harus belajar untuk memaafkan kesalahan orang lain jauh sebelum orang tersebut meminta maaf kepada kita. Sulit memang, namun jika berusaha mencoba maka akan terasa mudah dan akan mendatangkan kedamaian dalam diri kita serta menjadikan kita orang yang tidak pendendam. Allah saja Maha Pemaaf masa kita tidak mau berusaha memaafkan orang lain?

Membiasakan hal-hal sederhana hingga menjadi suatu kebiasaan memang sangat sulit dan butuh proses, namun tidak ada salahnya untuk mencoba. Jadi mulia sekarang, mari kita belajar khususnya untuk diriku sendiri untuk menghargai sesuatu mulai dari hal-hal kecil. Ketika butuh pertolongan jangan lupa bilang “Tolong”. Ketika memperoleh kebaikan jangan lupa bilang “Terima Kasih” dan ketika salah jangan menghindar dan gengsi untuk bilang “Maaf”.

Anur Wahyu Ningtyas                 
117 0 0
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.