Opini Akademisi July 24 10 Min Read

KONTRIBUSI EKONOMI FEMINIST DALAM PEMULIHAN PEREKONOMIAN KELUARGA MASYARAKAT SUKU MELAYU JAMBI




      Menilik sejarah feminism pada awal periode modern, proses produksi diorganisir melalui rumah tangga dan kalangan keluarga bangsawan masih memiliki pengaruh politik yang penting meskipun sistem feodal telah digantikan oleh negara yang tersentralisir. Dalam keanggotaan keluarga, perempuan terjamin statusnya baik dalam proses produksi maupun pemerintahan. Meskipun demikian, status itu lebih rendah dari pada laki-laki. Ekonomi feminism ini memiliki kontribusi yang sangat penting dalam ekonomi keluarga, dimana bukan hanya laki-laki yang menjadi kepala rumah tangga, tetapi ibu rumah tangga sebagai pendamping kepala rumah tangga untuk mengelola ekonomi keluarganya dimulai dari mengelola pendapatan, mengelola pengeluaran untuk kepentingan konsumsi dan tabungan samapai menjaga kestabilan ekonomi keluarga mereka. Oleh karena itu dalam mengelola perekonomian keluarga perempuan dalam persepektif ekonomi feminism dengan pola pikir , pola sikap dan pola perilakunya dapat mempengaruhi pola pikir, pola sikap dan pola perilaku anggota keluarga sehingga anggota keluarga memiliki kepedulian terhadap orang lain, dan sadar dalam melakukan setiap tindakan ekonomi di kehidupan sehari-hari mereka.  Usaha "membudayakan" perempuan tersebut telah menyebabkan terjadinya proses produksi dan reproduksi ketimpangan hubungan antara laki-laki dan perempaun. Hal ini menjadi sesuatu yang menarik dan menjadi tantangan analisis ekonomi yang memperlakukan perempuan sebagai tak terlihat, atau yang berfungsi untuk memperkuat situasi menindas perempuan, dan mengembangkan penelitian inovatif yang dirancang untuk mengatasi kegagalan tersebut. Apa lagi apabila masalah-masalah tersebut dikaitkan dengan Idiologi bangsa kita yakni Pancasila, maka akan banyak timbul pertanyaan-pertanyaan tentang perempuan dalam perspektif ekonomi feminis dapat menjalankan perananya untuk memajukan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.

      Masyarakat Jambi merupakan masyarakat yang sebagian besarnya adalah suku melayu Jambi. Dilihat dari kondisi masyarakatnya, suku melayu Jambi memiliki hak istimewa untuk memperlakukan kaum perempuan. Karena bagi suku melayu Jambi perempuan adalah mahkota dalam keluarga, sehingga perempuan dalam suku tersebut hanya diperbolehkan beraktivitas di ranah domestik saja. Namun, seiring berjalannya waktu dan derasnya arus globalisasi perlahan-lahan mindset tersebut bergeser, banyak perempuan suku melayu Jambi melakukan aktivitas di ranah public.

       Masyarakat melayu Jambi banyak kesenjangan tentang ketidaksetaraan gender dalam pengelolaan ekonomi keluarga disana, sehingga sering terjadi kesalahpahaman dalam pengelolaanya. Perempuan sebagai ibu rumah tangga di masyarakat melayu Jambi kurang mengeksplor potensi diri bahwa mereka memiliki pola pikir, pola sikap, dan perilaku yang mampu untuk berperan aktif dan ikut berpartisipasi dalam memajukan pembangunan ekonomi Indonesia secara umum dan khususnya Kota Jambi terlebih lagi saat masa pandemic covid 19 ini, peran perempuan sangat penting dalam mengelola ekonomi keluarga.

Rumanintya Lisaria Putri                 
132 0 3
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.