Opini Akademisi May 18 4 Min Read

Pengertian Variabel Kontrol Beserta Ciri-cirinya, Elemen Penting dalam Penelitian Ilmiah




Dalam metode paper penelitian, umumnya Anda sebagai penulis akan membubuhkan metode selengkap yang ditulis sesingkat mungkin.

Metode penelitian harus ditulis lengkap supaya tidak membuat bingung pembaca yang akan menjadikan paper Anda sebagai paper acuan.

Salah satu elemen penting dalam paper jurnal adalah adanya variabel yang diteliti, yakni variabel kontrol dan variabel bebas.

Dalam artikel kali ini, mari kita kupas pengertian variabel kontrol agar Anda bisa memahami variabel kontrol.

Jangan salah, walaupun terlihat remeh, variabel kontrol ini tidak bisa Anda remehkan, sebab kekuatan jurnal Anda di mata editor dan pembaca bisa dinilai dari ketepatan Anda menyajikan metode.

Berikut ini adalah pengertian variabel kontrol dan cirinya secara harfiah menurut ilmu statistika yang sudah disesuaikan, sebagaimana yang disadur dari laman Deepublish.

Pengertian Variabel Kontrol 

Pengertian variabel  kontrol secara umum dapat diartikan sebagai variabel  yang dapat dikendalikan oleh si peneliti. Variabel  kontrol sifatnya tidak dapat dipengaruhi oleh faktor luar dan sering digunakan untuk penelitian eksperimen.

Variabel  kontrol menurut Sugiyono (2017) adalah variabel  yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga variabel  independen terhadap variabel  dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti. Umumnya, jenis penelitian ini lebih sering digunakan untuk mengontrol perusahaan, leverage, dan profitabilitas. 

Sementara menurut Becker dkk (2016) variabel  kontrol lebih sering dilihat sebagai masalah. Dimana variabel  kontrol ini menciptakan kesan terjadi ketidaksesuaian hubungan antara yang dihipotesiskan terhadap topik yang hendak diteliti. Maka dari Becker dkk pun akhirnya merekomendasikan untuk memasukan variabel  kontrol dalam hipotesis di dalam analisis. 

Sementara Isaac & Michael mendefinisikan variabel  kontrol termasuk variabel  yang paling sederhana.  Jenis variabel  ini sering digunakan untuk penelitian sosial. Disebutkan bahwa variabel  kontrol memiliki prosedur untuk penelusuran penelitian berbagai macam variabel  yang sudah berlalu.

 

Ciri-Ciri Variabel Kontrol 

Jika sebelumnya sudah mengintip pengertian variabel  kontrol menurut para ahli, maka sebelum masuk ke contoh variabel  kontrol, ada beberapa ciri-ciri variabel  kontrol.

 

1. Sebagai Variabel Terkendali 

Variabel  kontrol lebih familiar disebut dengan variabel  kendali. Karena fungsinya memang untuk mengendalikan variabel-variabel yang lain. Selain itu, variabel  terkendali disebut juga dengan variabel  yang dinetralisir. 

2. Untuk Membandingkan 

Disadari atau tidak, variabel  kontrol juga sering digunakan untuk membandingkan. Terutama dalam penelitian eksperimental, maka variabel  kontrol lebih sering digunakan untuk melakukan perbandingan dengan sampel yang tengah diangkat oleh peneliti. 

3. Meningkatkan Presisi dari Estimasi Koefisien 

Ternyata variabel kontrol dapat meningkatkan presisi dari estimasi koefisien. Sebenarnya hal ini dikarenakan pengaruh dari keputusan atau penentuan hipotesis penelitian yang diangkat oleh peneliti. 

4. Variabel Kontrol Tidak Dapat Hilang Begitu Saja 

Adapun ciri dari variabel  kontrol, yaitu variabel kontrol yang dilakukan pengukuran tidak dapat dihilangkan, namun juga tidak dapat sepenuhnya dihapus dari koefisien. Menurut Homburg dkk (2012c) diperlukan penelitian standar tinggi yang sama untuk bisa mengukur variabel  kontrol yang mirip dengan menggunakan pretesting, skala multi-item, dan informan. Oh iya, satu tambahan lagi, peneliti tidak disarankan menggunakan variabel kontrol proksi. Alasannya sederhana, karena hubungan antara variabel  kontrol proksi dengan variabel  dependen tidak memiliki hubungan yang kuat. 

5. Variabel Kontrol dalam Diskusi dan interpretasi 

Dari hasil penelitian yang sudah dilakukan. Maka peneliti dapat melaporkan efek variabel  kontrol dari variabel  dependen. Umumnya, banyak peneliti yang mengabaikan hal ini. Nah, dalam interpretasi diskusi, peneliti perlu mempertimbangkan apakah kesimpulan kausal sesuai dengan hasil data dan variabel yang diperoleh di lapangan. 

6. Pengukuran Variabel Terkendali 

Dalam melakukan sebuah penelitian, tidak semua peneliti memiliki ketekunan dan perhatian selama pengambilan data. Apalagi bagi mahasiswa semester akhir, membangun mood dan semangat menyelesaikan penelitian bukanlah hal gampang. Maka tidak heran jika banyak peneliti mahasiswa akhir yang memakan waktu bertahun-tahun. Ternyata, variabel  terkendali atau variabel  kontrol dapat digunakan sebagai pengukuran yang andal dan valid. Dan ini dibenarkan oleh Homburg dan Giering (1996). Jadi, variabel  kontrol sudah tidak diragukan lagi. 

7. Meningkatkan Interpretasi Kausal 

Jika kita melihat contoh variabel kontrol yang dipublikasikan di internet, di sana kita bisa temukan bahwa variabel  kontrol dapat membantu dalam meningkatkan interpretasi kausal dari estimasi koefisien. Menurut Edwards dan Bagozzi (2000) terdapat empat sintesis literatur yang mempengaruhi kriteria interpretasi kausal yang sedang diamati. Keempat sintesis literature tersebut meliputi sebab dan akibat harus fenomena yang berbeda, sebab harus mendahului efek dalam waktu, sebab dan akibat harus dikaitkan dan penjelasan sebab akibat alternatif dari hubungan yang diamati harus dikesampingkan. 

8. Tidak Selalu Dalam Bentuk Eksplisit 

Jadi variabel  kontrol dalam sebuah penelitian tidak selalu ditunjukan secara eksplisit. Namun khusus penelitian yang bersifat eksperimental, maka variabel  kontrol sangat penting dan mendasar. Hal ini disebabkan karena variabel  kontrol dalam penelitian eksperimental bertanggung jawab untuk mengurai kerumitan yang kompleks dalam penelitian yang tengah diangkat. 

9. Bersifat Konstans 

Jadi variabel  kontrol adalah variabel  yang tidak bisa diubah-ubah. Hal ini karena variabel  kontrol sebagai elemen yang tidak mengalami perubahan selama percobaan. Dengan kata lain, variabel kontrol sebagai variabel  stimulus yang memudahkan peneliti untuk memahami variabel yang dilakukan pengujian.  Saat variabel yang lain dapat diberi perlakuan khusus, maka fungsi variabel kontrol berdiri sendiri, sebagai alat ukur. Tanpa variabel kontrol, maka susah mengukur variabel yang diberi perlakuan tersebut. 

Itulah beberapa ciri variabel kontrol yang perlu digaris bawahi. Dari beberapa ciri di atas, sebenarnya tidak semua peneliti menerapkannya. Justru banyak yang abai dan tidak peduli. (niken/KJ)

 

Sumber: http://news.klinikjurnal.com/post-detail.php?article=35

KLINIK JURNAL merupakan lembaga resmi dibawah perusahaan Global Science. Kami berkomitmen untuk memberikan layanan profesional dan proses asistensi yang legal demi membangun citra publikasi Indonesia secara global.

Di tahun 2022 ini kami mulai menggiatkan program edukasi secara GRATIS untuk para akademisi yang haus ilmu seputar menulis dan publikasi ilmiah. Untuk mendaftar di program tersebut bisa kunjungi website di link berikut: https://klinikjurnal.com/authoracademy/ atau mendaftar di bit.ly/JoinAuthorAcademyKJ

Silakan ikuti juga Diskusi pada forum berikut:

Diskusi di Telegram: https://t.me/SolusiScopus

Diskusi di Facebook: https://www.facebook.com/groups/forumsolusiscopus

KLINIK JURNAL                 
307 0 0
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.