Kedokteran December 16 8 Min Read

KESEHATAN MENTAL SAAT PANDEMI COVID-19




Jumlah kasus infeksi virus corona penyebab COVID-19 masih terus mengalami peningkatan di berbagai belahan dunia. Laju peningkatan, baik untuk jumlah kasus terinfeksi, kematian, maupun kesembuhan, berbeda-beda di setiap wilayah. Dalam waktu sekitar empat bulan, Amerika Serikat, Spanyol, Italia, dan Inggris menjadi negara-negara dengan kasus tertinggi. Berdasarkan data dari Johns Hopkins University (Baltimore, Amerika Serikat), pada 17 Mei 2020 pukul 12.44 WIB, terdapat 4.634.132 kasus dan 311.821 yang meninggal dunia.

Virus corona atau COVID-19 yang telah menjadi pandemi global, termasuk Indonesia tidak hanya menyebabkan gejala dan penyakit fisik. Corona juga memberikan dampak psikologis, baik pada penderita atau masyarakat luas. Dalam kondisi ini reaksi dari penderita bisa berupa bersikap tidak jujur dengan riwayat penyakit, perjalanan sebelumnya, dan pernah kontak dengan penderita COVID-19 lain kepada tenaga medis. Reaksi lainnya bisa berupa perasaan cemas atau khawatir tentang hasil yang lambat diketahui setelah perawatan medis. Bagi masyarakat luas, juga dapat menimbulkan perasaan tertekan, stress, dan cemas dengan pemberitaan mengenai meningkatnya jumlah penderita COVID-19. Pemberitaan yang simpang siur atau kurang tepat bahkan hoax dapat memicu stress pada masyarakat, yang mempengaruhi hormone stress sehingga system imun menurun dan rentan tertular COVID-19.

Lebih jauh, hal ini dapat menimbulkan gejala obsesif compulsive, yaitu gangguan mental yang menyebabkan penderitanya merasa harus melakukan suatu tindakan secara berulang-ulang. Bila tidak dilakukan, individu tersebut akan diliputi kecemasan atau ketakutan. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada masyarakat yang kurang bijak menyikapi kebijakan pemerintah.

Di tengah pandemi COVID-19, masyarakat diimbau untuk menjaga, tidak hanya kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental saat kondisi pandemi COVID-19 terjadi. Untuk memelihara kesehatan mental saat kondisi pandemi COVID-19 terjadi, beberapa tips dapat dipraktekkan oleh masyarakat.

  1. Upaya pertama yang dapat dilakukan yakni membatasi informasi yang berlebihan. Informasi terkait dengan COVID-19 yang belum diketahui kebenarannya dapat memicu kecemasan yang berlebihan.
  2. Kedua, yaitu memilah informasi yang diperoleh. Masyarakat sebisa mungkin untuk mendapatkan informasi yang akurat dari sumber terpercaya dan melakukan pencegahan atau penanganan yang dianjurkan. Membaca berita dari sumber yang keliru dapat menambah kecemasan dan kekhawatiran sehingga akan berdampak pada kesehatan mental.
  3. Masyarakat dapat menghindari perasaan yang tidak nyaman dengan melakukan hal positif.
  4. Untuk kesehatan mental anak dan remaja di lingkup keluarga, sebaiknya kelompok umur ini selalu terhubung dengan teman atau saudara, sehingga tercipta suasana aman dan melakukan aktivitas yang produktif.

Sumber foto : https://m.tribunnews.com/

Gusti Salma Assyifa Balela                 
206 0 0
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.