Trending

Nur Anisah Br Surbakti                 
86 0 0
Kedokteran December 30 7 Min Read

Penggunaan Doping Pada Atlet, Pentingkah?




Istilah doping tengah marak dibicarakan pengamat olahraga belakangan ini, terutama setelah laga Indonesia vs Thailand di final AFF Championship 2020 kemarin. Namun, tahukah kamu apa itu doping? Lalu, bagaimana dampaknya terhadap tubuh manusia?

Menurut KBBI, doping adalah produk obat atau darah untuk meningkatkan prestasi atlet. Namun, doping ini termasuk ke dalam jenis obat-obatan ilegal. Maksudnya, obat-obatan yanh satu ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi.

Kandungan agen androgenik seperti steroid anabolik merupakan kandungan utama obat doping ini. Tujuan mengonsumsi obat-obatan ini ialah memungkinkan atlet dalam berlatih lebih keras, pulih dari sakit dengan waktu yang cepat serta membangun otot dengan jumlah yang tidak sewajarnya.

Tindakan ini merupakan perbuatan curang dalam ajang olahraga kompetitif dikarenakan banyaknya dampak negatif yang akan ditimbulkan dari penggunaan zat-zat tersebut. Oleh sebab itu, pemakaian obat jenis ini oleh atlet sangat dilarang keras.

Jenis-Jenis Doping

Ada beragam jenis doping, yakni:

  1. Steroid Anabolik-androgen

Jenis doping yang satu ini kerap digunakan para atlet karena sangat efektif dalam membantu dalam berlatih lebih keras dari yang dianjurkan. Selain itu, doping satu ini umumnya digunakan untuk meredakan dan memulihkan cedera dengan waktu yang relatif cepat.

  1. Stimulan

Stimulan merupakan jenis doping yang mampu meningkatkan tingkat kewaspadaan serta mengatasi kelelahan. Tidak hanya itu, stimulan ini juga bisa menjaga daya tahan kardio-pernapasan. Beberapa zat yang termasuk stimulan adalah amfetamin, kokain dan efedrin Jika digunakan, efek buruk yang ditimbulkan stimulan ini adalah memberi efek kecanduan

  1. Peptida dan Hormon

Hormon pertumbuhan yang sering digunakan dalam dunia olahraga adalah hormon pertumbuhan manusia (hGH), eritropoietin (EPO), insulin, human chorionic gonadotrophin (HCG), dan adrenocorticotrophin (ACTH).

EPO digunakan untuk meningkatkan jumlah srl darah merah. Hal ini karena semakin banyak darah merah maka semakin banyak hemoglobinnya yang menyebabkan tubuh memiliki oksigen dengan jumlah lebih tinggi beserta energi yang semakin besar.

Sementara itu, gonadothrophin digunakan untuk meningkatkan kinerja otot guna membantu performa atlet.

  1. Diuretik

Pada umumnya, diuretik digunakan untuk pengobatan hipertensi, sirosis hati, gagal ginjal , gagal jantung, gangguan paru-paru dan mengurangi efek samping retensi air. Para arlet menggunakannya untuk menghilangkan air dan menurunkan berat badan.

Hal ini karena diuretik meningkatkan laju aliran urin dan eksresi natrium untuk mengatur volume serta komposisi cairan tubuh dan membasmi kelebihan cairan dari jaringan. Fungsi lainnya adalah menutupi agen doping lain dengan cara mengubah pH urin.

  1. Analgesik Narkotik dan Cannabinoid

Analgesik narkotik dikenal juga sebagai opioid yang berperan mirip morfin yakni menimbulkan efek kecanduan. Opioid ini biasanya digunakan untuk menutupi rasa sakit akibat berolahraga meskipun sedang mengalami kerusakan.

Efek Negatif Yang Ditimbulkan

Awal mulanya doping ini dapat membantu kinerja tubuh sehingga sering digunakan dalam berolahraga, namun faktanya dampak buruk yang ditimbulkan lebih banyak. Misalnya, overheating yang mampu membuat tubuh dehidrasi dan sirkulasi darah berkurang.

 

Nur Anisah Br Surbakti                 
86 0 0
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.