Opini Akademisi May 21 6 Min Read

Kenapa Menjadi Bilingual Itu Penting?




Orang yang mampu memahami banyak bahasa adalah orang yang menarik. Mampu berbicara dua bahasa atau lebih akan mendatangkan banyak hal bermanfaat. Banyak penelitian yang telah menelaah hal ini tentang bagaimana kaitannya terhadap psikologi, kesehatan bahkan perekonomian orang-orang ini. Berbicara banyak bahasa meningkatkan semua kognitif tubuh yang mempengaruhi sisi emosional dan cara bersosialisasi orang tersebut. Dari sinilah orang-orang percaya bahwa, kemampuan berbahasa akan mapu mengubah kehidupannya juga. Ada sekitar 10 manfaat ketika kita menjadi bilingual, seperti:

  1. Membuat Belajar Bahasa Menjadi Lebih Mudah

Pasti anda bingung ketika membaca poin satu ini. Pada umumnya, setiap orang Asia mampu berbicara dua bahasa. Hal ini lah uang menjadi keunggulan warga Asia dibandingkan dengan belahan barat. Sehingga, jika mampu menguasai dua bahasa sekaligus maka hal ini juga yang akan membantu untuk memahami bahasa lainnya. Jelas sekali ini adalah poin dasar yang setiap orang harus sadari sebagai bilingual. Sampai-sampai penelitian dari University of Halifa mengatakan bahwa manusia tidak harus memiliki kecerdasan intelektual khusus yanh membantu kapabilitas berbahasanya. Jadi, orang-orang asia harus bangga akan anugerah tersebut.

  1. Bilingualisme Membuat Individu Menjadi Ahli Dalam Multitasking

Bilingual hampir berada dalam keadaan multitasking konstan. Karena, ketika dalam pengaplikasiannya mereka harus bekerja secara bersamaan untuk memroses bahasa tersebut dalam satu waktu. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak-anak bilingual mampu bekerja lebih cepat dan tepat meskipun harus mengerjakan dua hal berbeda secara bersamaan. Contoh, di dalam penelitian tersebut mereka memainkan musik dengan tempo berbeda-beda untuk didengarkan oleh semua anak yang ada di dalam ruangan tersebut. Di samping itu, anak-anak juga diminta untuk menyusun puzzle. Hasilnya, anak-anak dengan kemampuan bilingual lebih cepat dan tidak mengalami kesulitan sedikitpun.

 

  1. Menaikkan Rasa Empati

Empati adalah kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain beserta aktivitas yang dilakukannya. Bilingual lebih baik dalam hal ini karena mampu mengondisikan keadaan mental lawan bicaranya serta memprediksi hal-hal di luarnya. Karena, mendalami sistem linguistik berbeda akan memudahkan dalam memasuki pikiran orang.

 

  1. Populer

Jika mampu berbicara banyak bahasa menaikkan rasa empati, maka anda mungkin juga lebih akan disukai. Di Theory of Mind dikatakan bahwa orang-orang yang mengembangkan kemampuan berbahasanya akan mempunyai keahlian berbicara yang baik, lebih dewasa secara sosial, dan akan lebih menjadi lebih menonjol di antara orang-orang sekelilingnya. Kepopuleran ini sudah terbukti dengan beberap ahli bahasa yang terkenal, seperti presiden pertama Indonesia, yaitu bapak Ir.Soekarno.

 

  1. Sudut Pandang Berbeda

Bahasa yang anda gunakan akan mempengaruhi cara anda bertindak. Bilingual mampu memiliki perspektif yang berbeda dari orang biasa. Anda mampu berpikir secara berbeda di setiap bahasa. Karena, bilingual mampu menafsirkan apa saja berdasarkan bahasa yang mereka kehendaki.

 

  1. Bilingual Menjadi Kaya

Jika Anda berbicara lebih dari satu bahasa, kemungkinan besar Anda akan dibayar lebih selama hidup Anda. Sebuah artikel di The Economist (dalam menanggapi podcast Freakonomics) menjelaskan bahwa menjadi bilingual akan meningkatkan gaji Anda sebesar dua persen selama 40 tahun, sekitar $67.000 pada saat Anda pensiun. Efeknya lebih ditandai tergantung pada bahasa apa Anda dapat berbicara. The Economist menunjukkan bahwa Jerman dapat meningkatkan pendapatan sebesar 3,8%. Data dari Salary.com menunjukkan “Bahasa Arab adalah bahasa yang paling menguntungkan di Inggris, dengan penutur diuntungkan dari gaji rata-rata 74% lebih tinggi.

 

  1. Negara Menjadi Lebih Kaya

Dan bukan hanya Anda yang bisa mendapatkan keuntungan finansial. Semakin banyak daerah, negara bagian, atau negara lokal dapat berbicara bahasa lain, semakin besar output ekonominya. Ekonom dari Universitas Jenewa memperkirakan sepersepuluh dari PDB Swiss adalah karena multibahasanya. Penelitian oleh think tank RAND Corporation berpendapat bahwa peningkatan penguasaan bahasa pada anak-anak sekolah di Inggris dapat meningkatkan ekonomi dari antara £9 miliar (untuk bahasa Spanyol) hingga £12 miliar (untuk bahasa Mandarin).

 

  1. Bilingualisme Mengurangi Kemungkinan, dan Memperlambat Memburuknya Alzheimer

Seiring bertambahnya usia, semakin banyak fungsi kognitif kita akan terhenti. Dengan uban muncul hilangnya materi abu-abu penting di otak. Paling buruk dan paling ekstrem, ini akan memanifestasikan dirinya sebagai demensia (di mana Alzheimer adalah yang paling umum). Tapi, menurut meta-analisis besar dari semua berbagai studi tentang topik tersebut, belajar dan berbicara banyak bahasa membantu dalam dua cara. Pertama, mengurangi kemungkinan terkena demensia. Kedua, jika Anda terkena demensia, itu memperlambat timbulnya dan mengurangi gejala. Tentu saja, ini bukan berarti bilingualisme menghentikan orang terkena demensia, tetapi ini adalah faktor penting dalam mengurangi kemungkinan Anda menderita akibat-akibatnya.

 

  1. Meningkatkan Fungsi Eksekutif Tertentu

Semua pekerjaan kecil yang dilakukan otak Anda tanpa pujian atau pertimbangan apa pun disebut fungsi eksekutif. Jika Anda mengetuk tangan kiri Anda saat membaca kalimat ini, itu adalah fungsi eksekutif. Jika Anda memutuskan untuk membaca kalimat ini mundur, itu adalah fungsi eksekutif. Bilingual lebih baik dalam jenis tertentu , yaitu yang melibatkan membalik di antara berbagai jenis aktivasi otak. Yang klasik adalah " Tes Stroop, " yang meminta Anda membacakan kata-kata untuk warna (seperti "merah" atau "oranye") yang ditulis dengan warna tinta yang sama atau berbeda. Bilinguals tidak lebih baik di semua jenis fungsi eksekutif, tetapi dalam beberapa yang spesifik, mereka pasti di depan paket.

 

  1. Membuat Anda Lebih Menarik

Tapi mari kita sampai pada alasan yang paling penting dari semuanya. Mampu berbicara bahasa lain itu seksi . Itu eksotis, misterius, dan cerdas. Tetapi bahasa mana yang terbaik jika Anda ingin menang dalam cinta? Dalam satu penelitian , sebuah tim memasang monitor jantung pada peserta dan kemudian mengukur bahasa mana yang membuat jantung berdetak paling cepat. Tidak mengherankan, pemenangnya adalah Italia, dengan Portugis dan Prancis datang berikutnya.

Nur Anisah Br Surbakti                 
51 0 1
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.