Opini Akademisi April 7 9 Min Read

5 Manfaat Mengaktifkan Akun Media Sosial Organisasi




Media sosial hari ini sudah menjadi bagian interaksi paling digeluti masyarakat yang hidup di era digital. Orang sana dan sini dapat tegur sapa hanya dengan menggunakan teknologi canggih seperti android dan semacamnya, sehingga peranan media sosial dalam mempengaruhi pemikiran dan perilaku manusia efeknya sangatlah besar.

Akun media sosial seperti instagram, facebook, twitter, tiktok, atau semacamnya tidak sekedar hanya dimiliki secara person saja. Sehingga kondisi itu juga rata-rata organisasi atau lembaga punya nama khusus dalam akun media sosialnya yang beredar di dunia maya.

Perkembangan dunia digital yang begitu cepat mendorong keras organisasi harus mampu mengiringi perkembangannya agar tak tergilas. Interaksi di dunia maya amat intens dan paling banyak menyita waktu manusia dalam sehari.

Sama dengan manusia, organisasi yang tidak terlibat peran dalam media sosial pasti akan ketinggalan. Walau sebenarnya media sosial dapat juga berdampak buruk, namun posisi sebuah organisasi untuk menangkal informasi yang tidak benar amatlah sangat penting memanfaatkan media sosial, jangan sampai kalah argumen dengan informasi hoax.

Oleh karena itu, berikut 5 manfaat yang dapat dirasakan oleh anggota maupun lembaga organisasi jika mengaktifkan akun media sosialnya secara sistematis, diantaranya:

1. Mengekspos kegiatan organisasi

Walau sifatnya hanya formalitas saja, mengekspos dan mempublikasikan setiap kegiatan organisasi sangat penting dilakukan di media sosial. Ketika setiap ada kegiatan organisasi sering dipublish di media sosial, maka orang lain pun dapat melihatnya dan tertarik atas kegiatan yang dilakukan. Bagi organisasi mahasiswa yang sifatnya melakukan pengkaderan, bisa saja orang dapat bergabung di organisasi tersebut karena sering melihat postingan kegiatan organisasi di media sosial, sehingga ia tertarik untuk bergabung.

2. Media edukasi dan menyampaikan informasi

Harus diakui bahwa dunia sekarang, penyampaian informasi tidak cukup hanya komunikasi secara langsung. Bahkan kalau dilihat kondisi hari ini penyampaian informasi justru lebih banyak menggunakan media sosial. Melalui media sosial juga potensi besar dalam mengedukasi masyarakat, membuat konten-konten yang menarik agar dapat memikat mata para pengguna media sosial untuk melihat konten akun media sosial organisasi.

Hari ini dapat kita jumpai organisasi bertarung untuk menyampaikan narasi-narasi mereka dengan mengedukasi melalui media online. Untuk itu akun media sosial organisasi mesti mampu dimanfaatkan secara komprehensif  untuk mengedukasi dan menebar informasi yang bermanfaat kepada masyarakat digital.

3. Agar organisasi tidak terlihat mati

Meskipun substansi aktifnya suatu organisasi bukan dengan melalui media sosial, melainkan aksi nyata yang langsung di lapangan. Tetapi alangkah lebih baiknya kalau aktif secara nyata dan aktif juga di media sosial. Hal itu bertujuan agar orang-orang di luar sana dapat mengetahui setiap kegiatan organisasi yang sudah dilakukan.

Akan tetapi, jika organisasi yang tak bisa aktif melakukan organisasi secara langsung jangan  juga mematikan akun media sosialnya. Hal itu bertujuan agar organisasi terlihat tidak mati dan orang lain masih dapat melirik organisasi kita, salah satu yang dapat dilakukan dengan membuat konten-konten meskipun hanya bisa dilakukan di media sosial.

4. Ikut peran narasi melalui media sosial

Informasi yang beredar di media sosial banyak sekali rupanya, begitu pula dengan adanya berita hoax yang beredar. Oleh karena itu sangat penting bagi organisasi untuk ikut berperan membangun narasi dalam menangkal informasi yang tak seusai dengan konteks Indonesia.

Kalau dalam bahasa gaulnya organisasi melakukan gerakan sosial baru dengan melakukan gerakan framing, memberikan pengaruh pemikiran melalui media sosial hingga akhirnya dapat bereaksi dalam aktivitasnya.

5. Terlibat pada dunia digital

Harus diakui bahwa sekarang bukan hanya dunia bertatapan langsung saja, tetapi juga ada dunia digital. Oleh karena itu, organisasi mesti mengadakan dan mengaktifkan media sosialnya berarti sudah ikut di dalam dunia digital. Mengingat perjuangan tidak akan cukup kalau hanya sekedar bertemu langsung dengan  tatap muka, tetapi secara online juga. Apalagi aktivitas sekarang seperti pembelajaran dan pekerjaan banyak dilakukan hanya dengan secara online saja

 

Sumber gambar : Pixabay.com

Budi Prathama                 
228 0 0
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.