Trending

Shipa Rifelina                 
229 0 0
Sosial dan Bisnis May 6 3 Min Read

Kumpul Keluarga di Hari Lebaran : Bikin Toxic




Sering kali acara acara pertemuan dengan melibatkan anggota keluarga baik orang tua maupun anak pada akhirnya menyisakan luka tersirat pada beberapa orang. Acara keluarga yang sering dilakukan pada saat perayaan hari-hari besar ataupun dalam rangka memperingati sesuatu bisa saja menjadi sebuah lingkungan toxic yang menakutkan untuk sebagian besar kalangan. 

Hal-hal yang menyebabkannya dikatakan toxic karena terdapat beberapa instrumen berikut:

1. Pertanyaan basa-basi
Berawal dari saling sapa dan menanyakan kabar, sering sekali obrolan akan bermuara pada hal-hal yang di anggap 'sensitif' oleh lawan bicara, misalnya ada pertanyaan beruntun : 'Sekolah di mana? Jurusan apa? Peluang kerjanya bagaimana?'
'Lagi kerja apa? Di mana? Kapan nikah?'
Bagi sebagian orang pertanyaan di atas merupakan contoh dari pertanyaan basa-basi, namun bagi sebagian yang lain bahkan yang belum bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan cepat dan lugas hal ini akan menjadi beban yang seolah menjadi pemicu untuk menghindari acara-acara keluarga seperti perayaan hari-hari besar seperti momentum lebaran. Kumpul keluarga bisa saja berubah menjadi sebuah ajang untuk berbasa-basi yang bagi sebagian kalangan menjadi hal yang jenuh atau bahkan menciptakan lingkungan toxic untuk beberapa jam kedepan. 

2. Membandingkan Pencapaian
Pencapaian seseorang pada dasarnya adalah sebuah energi positif yang baik untuk disalurkan kepada lingkungan atau bahkan menjadi pemicu untuk lingkungan dapat bergerak ke arah yang lebih positif. Namun dengan cara 'mengemas' pencapain tersebut dengan kata-kata yang seolah menyudutkan orang lain dan menganggap bahwa pencapaian orang lain lebih rendah adalah sebuah kesalahan besar. *Karena setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya.* Dalam hal ini, perlu adanya komunikasi yang baik jikalau kita ingin menyampaikan pencapaian yang telah kita raih, tentunya tanpa menyudutkan orang lain, menyinggung perasaan orang lain, 'mengkerdilkan' pencapaian orang lain dan kita harus selalu mawas diri agar tidak sombong dengan hal-hal yang telah kita raih selama ini. 

Maka dari itu, mari berbenah. Kita tata kembali niat kita untuk berkumpul dengan keluarga, menjadikannya sebuah tempat untuk bersilaturahim dan memadu kasih sayang sesama keluarga. Menciptakan lingkungan yang positif dan nyaman bagi anak-anak dan orang tua untuk duduk bersama adalah tujuan utama dalam acara kumpul keluarga di hari lebaran. Oleh karena itu jadikan momentum lebaran ini sebagai momen untuk mengukir cinta dan kasih sayang bukan untuk saling menyaingi dan menjatuhkan. 

Taqabbalallaahu minna wa mingkum Taqabbal Yaa Kariim. 
Mohon maaf lahir & batin 🙏🙏🙏

Shipa Rifelina                 
229 0 0
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.