Opini Akademisi April 28 10 Min Read

Ibnu Khaldun




Waliyudin Abd al-Rahman Ibn Muhammad Ibn Muhammad Ibn Abi Bajr Muhammad Ibn al Hasan Ibn Khaldun erupakan nama lengkang dari Ibnu Khaldun yang lahir di Tunisia di awal bulan Ramadhan 732 (27 Mei 1332 M) dan wafat di Kairo tanggal 25 Ramadhan 808 H (19 maret 1406 M). Keluarga Ibnu Khaldun berasal dari Hadraut yang silsilahnya sampai kepada sahabat Nabi yang bernama Wayl Ibnu Hujar dari kabilah Kinda.

Salah seorang cucu Wayl, Khalid bin Usman masuk kedaerah Andalusia bersama orang-orang Arab pada awal ke-3 H. kemudian anak cucu Khalid membentuk keluarga besar bernama Bani Khaldun, Dari nama Bani inilah nama Ibnu Khaldun berasal. Kehidupan Ibnu Khaldul secara umum terbagi menjadi empat fase yakni:

Fase pertama terdiri dari kelahiran, perkembangan dan studi. Fase yang berlangsung sejak kelahiran Ibnu Khaldun sampai usia 20 tahun dan fase pertama Ibnu Khaldun dihabiskan di Tunisia. Sejak kecil Ibnu Khaldun diajarkan oleh ayahnya yaitu Muhammad Ibnu Muhammad dasar-dasar ilmu agama.

Saat berumur 15 tahun (1349 M) ketika Tunisia menjadi pusat hijrah ulama dari Andalusia disitulah Ibnu Khaldun mulai mendalami studinya. Ibnu Khaldun mulai mempelajari ilmu-ilmu syariat: tafsir, hadis, usul fiqih, tauhid dan mazhab maliki, di bidang keilmuan bahasa ia mempelajari nahwu, sharaf, dan balagah, selain itu ia juga mempelajari fisika, matematika, metafisika dan lain-lain, dengan para ulama. Ibnu Khaldun menghentikan studinya pada tahun 1349 M dikarenakan terjangkit penyakit pes.

Fase kedua Ibnu Khaldun mulai bertugas di pemerintahan dan terjun ke dunia politik di Maghribi serta Andalusia sejak tahun 751-776 H/ 1350-1374 M. Pada fase kedua ini Ibnu Khaldun berpindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya, yakni di Fez, Granada, Bougie, Biskara dan tempat-tempat lainnya.

Ketika di umur 21 tahun karir politik Ibnu Khaldun dimulai, jabatan yang pernah dipegang antara lain: sekertaris sultan Daulah Bani Hasfsh (Tunisia, 1350-1352), anggota Majelis Ilmu Pengetahuan (1354 Baskarah, Aljazair, Maghribi Tengah) setahun kemudian diangkat menjadi sekretaris sultan, duta negara di Castila (Granada, 1362 M), Perdana menteri dan khatib (Bijayah 1364 M).

Fase pengarangan merupakan fase ketiga yang ketika Ibnu Khaldun berfikir dan berkontemplasi di benteng Ibnu Salamah milik abu Arif yaitu sejak tahun 766 H/ 1374 M sampai 784 H/ 1382 M. Pada akhirnya setelah sekian lama malng melintang Ibnu Khaldun mulai merasa jenuh untuk terlibat dalam urusan politik. naluri kersajanaannya mulai memaksanya untuk menjahui kehidupan yang penuh dengan gejolak. Pada kondisi inilah Ibu Khaldu memasuki tahapan dari kehidupannya yang disebut denga istilah khalwat Ibnu Khaldun. Pada masa khalwat ini Ibnu Khaldun mengalaminya selama empat tahun dari tahun 1374 sampai 1278 M. kemudian Ibnu Khaldun mengasingkan diri ke tempat terpencil yang dikenal dengan sebutan Qal'at Ibnu Salamah.

Ibnu Khaldun mulai mengarang kitab monumentalnya Kitab al-‘Ibar wa Diwan al-Mubtada’ wa al-Khabar fi Ayyam al-‘Arab wa al-‘Ajam wa al-Barbar wa man Siwahum min Dzaw al-Sulthan al-Akbar ( Kitab Pelajaran dan Arsip Sejarah Zaman Permulaan dan Zaman Akhir, Mencakup Peristiwa Politik Mengenai Orang-orang Arab, Non Arab, dan Bangsa Barbar, serta Raja-raja Besar yang semasa) atau sering disebut al-‘lbar yang terdiri dari tujuh jilid besar. Isi dari kitab besar ini merupakan kajian sejarah, dan didahului oleh pembahasan tentang masalah-masalah sosial manusia yang dikenal dengan nama Muqaddimah Ibnu Khaldun yag sekaligus merupakan jilid pertama dari kitab al –‘Ibar.

Buku Muqaddimah membuka jalan yang luas untuk diskusi ilmu sosial. Oleh karena itu, dalam sejarah Islam, Ibnu Khaldun dianggap sebagai pendiri ilmu-ilmu sosial Islam. Pada 1378 M, Ibnu Khaldun kembali ke Tunisia untuk mencoba merevisi bukunya. Pada tahun 1382, untuk menghindari gejolak dunia politik, dia pergi ke Alexandria, dan setelah sebulan di Alexandria, dia pergi ke Kairo. Di Kairo dia disambut oleh para pendeta.

Pada fase kempat ini Ibnu Khaldun mengajar dan bertugas sebagai hakim negeri di Mesir yaitu dari tahun 784 H/ 1382 M sampai wafatnya tahun 808 H/ 1406 M. pada fase ini Ibnu Khaldun menghabiskan hidupnya untuk megabdikan ilmunya, di al-Azhar membentuk halaqah  dan memberi kuliah.

jesuraurel                  
180 0 0
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.