Trending

Gusti Salma Assyifa Balela                 
86 0 0
Kedokteran December 28 7 Min Read

Sering Menangis Tiba-Tiba, Apakah Penyebabnya?




Beberapa orang mencari tahu mengapa dirinya kerap menangis tiba-tiba. Perlu diketahui bahwa menangis adalah respon emosional umum dan dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Namun, menangis tiba-tiba atau tidak terkontrol bisa melelahkan secara emosional dan fisik serta bisa berdampak pada aktivitas harian.

 

Sering menangis tanpa sebab? Perlu diketahui, menangis tiba-tiba tanpa diketahui penyebabnya disebut dengan istilah hypophrenia. Suatu kondisi perasaan emosional yang berlebihan dan menyebabkan seseorang menangis tanpa sebab yang jelas. Beberapa penyebab yang sering membuat seseorang menangis tanpa sebab, yaitu :

  1. PMS (Pre-Menstrual Syndrome)

Perubahan hormonal yang terjadi sekitar waktu menstruasi dapat menimbulkan gejala emosional dan fisik. Dokter menyebut gejala ini sebagai sindrom pra-menstruasi.

Perubahan hormon selama menstruasi bisa menyebabkan gejala emosional dan fisik. Jadi, kenapa kita bisa menangis secara tiba-tiba bisa saja disebabkan karena PMS. Jika memang penyebab menangis tiba-tiba adalah karena PMS, cobalah istirahat dengan cukup serta mengurangi konsumsi alkohol dan kafein.

 

  1. PMDD (Pre-Menstrual Dysphoric Disorder)

PMDD atau Pre-Menstrual Dysphoric Disorder adalah kondisi yang mirip PMS tapi dengan gejala yang lebih parah. Seseorang dengan PMDD akan mengalami gejala PMS yang lebih parah diikuti dengan depresi, tegang, dan lebih cepat marah. Biasanya, kondisi ini menyerang wanita yang memang memiliki depresi atau gangguan kecemasan.

Perasaan sedih yang dirasakan saat mengalami PMDD bisa membuat seseorang berpikiran untuk melakukan bunuh diri. Itulah sebabnya, perasaan wanita dengan PMDD kadang tidak terkontrol dan membuat mereka jadi lebih sering menangis.

  1. Kehamilan

Tubuh mengalami banyak perubahan hormonal selama dan setelah kehamilan. Perubahan ini dapat mempengaruhi suasana hati dan menyebabkan mereka lebih sering menangis dari biasanya. Kebanyakan orang mengalami perasaan sedih dan hampa dalam beberapa hari setelah melahirkan.

Jika perasaan ini berlangsung selama lebih dari 2 minggu, itu bisa mengindikasikan depresi pasca-persalinan. Gejala depresi pasca-persalinan lainnya dapat meliputi : suasana hati yang buruk secara terus-menerus, kurangnya motivasi dan energi, masalah tidur, kurangnya minat pada bayi, rasa bersalah, dan sebagainya.

 

  1. Kelelahan

Kelelahan mental dan fisik yang ekstrem yang mungkin dialami seseorang saat stres berlebihan dan berkepanjangan dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk mengatur emosi negatifnya yang dapat menyebabkan ledakan emosi dan tangisan. Dapat menimbulkan gejala seperti kegelisahan, depresi, marah, isolasi atau sering mengurung diri, insomnia, kurang konsentrasi, dan sebagainya.

 

  1. Kecemasan (Anxiety)

Kecemasan adalah kondisi kesehatan mental yang melibatkan peningkatan rasa takut, khawatir, atau panik. Kecemasan dapat membuat orang merasa rentan dan tidak terkendali, sehingga dapat menyebabkan seseorang menagis. Beberapa gejala kecemasan lainnya yaitu, gugup, marah, perasaan bahaya atau malapetaka yang akan datang, detak jantung meningkat, gemetaran, dan sebagainya.

Gangguan kecemasan akan menyebabkan penderitanya merasa panik berlebihan, diikuti dengan jantung berdegup kencang, bahkan sulit bernapas. Kondisi ini bisa menjadi alasan mengapa seseorang bisa menangis tanpa sebab.

Gangguan kecemasan sering terjadi pada wanita. Semua emosi yang ditimbulkan saat gangguan terjadi bisa menyebabkan penderitanya menangis, padahal tidak merasa sedih atau terharu. Rasa panik membuat mereka ketakutan dan otak mengirimkan sinyal untuk menangis sebagai luapan dari emosi dan stres.

 

  1. Depresi

Depresi adalah kondisi kesehatan mental yang ditandai dengan suasana hati yang buruk yang berlangsung bisa sampai bertahun-tahun. Seseorang dengan depresi mungkin lebih mudah atau lebih sering menangis. Hal tersebut dapat membuat penderitanya merasa hampa, tidak menemukan kesenangan dalam hidup, putus asa, hingga berpikiran untuk bunuh diri.

Namun, air mata yang berlebihan ini merupakan gejala awal depresi yang ringan. Sedangkan orang dengan depresi berat, biasanya sangat sulit untuk mengekspresikan perasaan mereka, termasuk sangat sulit untuk menangis.

 

  1. PBA (Pseudobulbar Affect)

Menangis, tertawa, dan marah yang tidak terkendali dan tanpa sebab bisa menjadi gejala dari Pseudobulbar Affect. Ini merupakan keadaan cedera saraf otak yang menyebabkan kemampuan untuk mengendalikan emosi terganggu. Penyakit ini juga disebut dengan Inkontinensia Emosional. Penyakit ini sering di diagnosis sebagai depresi, karena gejalanya yang hampir mirip.

 

Mengapa kita bisa menangis tiba-tiba juga bisa disebabkan kondisi kesehatan mental yang terganggu. Mengetahui penyebab kenapa kita menangis tiba-tiba bisa membantu dalam mencari solusinya, termasuk jika ada masalah kesehatan yang perlu ditangani lebih lanjut.

Gusti Salma Assyifa Balela                 
86 0 0
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.