Opini Akademisi May 16 9 Min Read

Benarkah Label Halal dalam Suatu Produk itu Penting?




Semalam, saat sedang diskusi santai bersama beberapa kawan di rumah, tiba-tiba ada seorang kawan lain mengirimkan sebuah pesan di whatsapp grup yang secara kebetulan kami semua ada di dalamnya. Pesan tersebut merupakan peringatan untuk kita berhati-hati terhadap makanan yang meskipun terdapat label halalnya, ternyata di dalam ingredientnya terdapat komposisi yang terbuat dari bahan hewan (babi). Obrolan kami berubah menjadi setengah serius karena memang kebutuhan akan kepastian dari makanan halal bagi kami sangatlah diperlukan. Karena saat ini kami sedang berada di Jepang untuk menyelesaikan tugas sebagai mahasiswa di salah satu kampus di Jepang. Negara di mana Islam masih menjadi minoritas dan ketersediaan makanan halal terbatas. Hal tersebut semakin menjadi rumit ketika sebagian besar dari kami tidak terdidik dengan pengetahuan berbahasa Jepang yang mana penjelasan suatu produk menggunakan huruf kanji. Sehingga ketika suatu produk terdapat label halal, pada umumnya kami akan cenderung mempercayainya begitu saja tanpa cek kembali komposisinya. 

Sebenarnya saya tidak akan membahas tentang bagaimana kami beradaptasi dengan situasi dan kondisi tersebut. Mungkin akan saya bahas dalam tulisan lain. Namun dari cerita di atas, tiba-tiba saya terpikir mengenai kebiasaan kita pada umumnya orang Indonesia. Kita terlalu sering meremehkan produk-produk yang ada di pasaran. Sepanjang sudah terdapat label halal dalam kemasannya, kita begitu saja percaya dan meyakini bahwa produk itu memang halal. Memang benar bahwa kita tinggal di Indonesia, di mana produk halal mendapatkan jaminan kehalalan dari pemerintah maupun pihak terkait dengan ditandai label halal. Namun, apakah lantas memang demikian bahwa produk berlabel halal sudah pasti halal?

Saya bukan bermaksud untuk tidak mempercayai lembaga sertifikasi halal di Indonesia. Bahkan saya percaya, apabila suatu produk benar-benar sudah mendapatkan sertifikasi halal dari lembaga terkait, berarti memang halal. Tetapi apakah semua produk di pasaran sudah melalui lembaga sertifikasi halal? Apakah tidak ada produsen yang ‘nakal’ dengan hanya memberi label halal tanpa melalui proses sertifikasi? Dan mungkin pertanyaan-pertanyaan lainnya yang perlu digaris bawahi untuk kita lebih perhatian dengan makanan atau produk lainnya yang kita konsumsi.

Karenanya, menjadi wajar ketika saya mempertanyakan kembali benarkah label halal dalam suatu produk itu penting. Jawaban saya, penting, tapi bukan satu-satunya tolok ukur kehalalan suatu produk. Itu hanyalah label yang fungsinya untuk mempermudah kita dalam menilai kehalalan produk yang akan kita konsumsi. Sebagai konsumen, kita perlu lebih aware lagi terhadap setiap produk yang digunakan. Meskipun sudah terdapat label halal, jangan begitu saja meyakini bahwa produk tersebut halal tanpa chroscheck kembali. Kita perlu memperhatikan apa komposisi yang terkandung dalam produk tersebut. Harus lebih berhati-hati apabila komposisi tambahannya berupa bahan hewani. Karena tidak dapat dipungkiri bahwa terdapat produk hewani seperti gelatin, lesitin hewani, hingga zat pengemulsi yang perlu kita waspadai.

Selain itu, dengan prinsip kehati-hatian, alangkah baiknya kita memilih produk dari produsen yang jelas sehingga apabila terdapat keraguan dalam suatu produk, baik itu bahan baku maupun proses pembuatannya, kita bisa dengan mudah untuk menelusurinya. Bukan tidak mungkin, meskipun suatu produk merupakan produk halal, belum tentu proses pembuatan maupun pencampurannya sudah menggunakan cara yang halal.

Sekali lagi, sertifikasi halal memang penting. Namun, kita tetap perlu hati-hati dan lebih teliti terhadap produk-produk yang kita konsumsi. Apalagi jika produk tersebut tidak memiliki sertifikat halal dan berasal dari produsen yang tidak jelas. Intinya kita harus memegang prinsip ketelusuran dalam menjaga kehalalan suatu produk. Suatu prinsip di mana kita harus teliti dan mau menelusuri bagaimana produk itu diproduksi, minimal dengan selalu memperhatikan komposisinya. Jangan sampai ketidaktahuan atau keteledoran kita menyebabkan konsumsi terhadap produk yang tidak halal yang masuk ke dalam tubuh kita. Wallahu’alam.

Ariza Fuadi                 
296 1 1
Bagikan ini ke sosial media anda

(1) Komentar

Image
Eva cantik 16 May 2022

Keren

Bagikan   

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.