Opini Akademisi April 29 3 Min Read

Mengenal Lebih Dekat Obat Hipertensi




 

 

Jenis-Jenis Obat Hipertensi :

 

 

 

 

Tujuan terapi hipertensi adalah menurunkan morbiditas dan mortalitas kardiovaskular dan ginjal. Hubungan antara resiko peningkatan tekanan darah akan terus berlanjut sehingga frekuensi kematian akibat peningkatan tekanan darah pun akan ikut meningkat. Dalam dunia penyakit hipertensi ada dikenal dengan istilah “pre-hipertensi” yang dapat diartikan sebagai makna seseorang yang hamper menderita hipertensi atau bisa disebut dengan istilah hipertensi ringan. Akan tetapi hipertensi ringan apabila tidak ditangani dengan benar juga akan menimbulkan hasil atau kemungkinan terburuk.

Hipertensi ringan dapat selalu di kontrol dengan menggunakan obat tunggal, namun bagi beberapa pasien memerlukan lebih dari satu obat untuk mendapatkan kontrol tekanan darah yang normal. Rekomendasi terkini adalah mengawali terapi dengan golongan diuretic tiazid.

  • OBAT GOLONGAN DIURETIK

Mekanisme Kerja : Menurunkan tekanan darah dengan cara meningkatkan asupan natrium dan eksresi air

Kegunaan Terapeutik : Obat ini bekerja berlawanan terhadap retensi air. Oleh sebab itu tiazid berguna dalam kombinasi dengan obat antihipertensi lain seperti penghambat ACE, penghambat reseptor-angiotesin.

Efek Samping :Hipomagnesemia, Hipokalemia dan hiperuresemia.

 

  • OBAT PENGHAMBAT ADRENORESEPTOR – β

Mekanisme Kerja : Menurunkan tekanan darah dengan menurunkan curah jantung. menghambat efek hormon epinephrine atau adrenalin, yaitu hormon yang berfungsi untuk meningkatkan detak jantung dan memicu kerja otot jantung

Kegunaan Terapeutik : Penghambat – β lebih efektif dalam mengobati hipertensi pada pasien kulit putih dibanding kulit hitam dan orang muda dibanding dengan lansia. 

Efek Samping : Bradikardia, kelelahan, latergi, insomnia dan halusinasi, menggangu metabolism lipid, menurunkan kolesterol lipoprotein berdensitas tinggi dan meningkatkan triasilgliserol.

 

  • PENGHAMBAT ACE

Mekanisme Kerja : menghambat enzim dalam tubuh untuk memproduksi hormon angiotensin II, yaitu zat yang dapat menyempitkan pembuluh darah , meningkatkan kerja jantung. Obat ini menghambat ACE memperantarai angiotensin I untuk berubah menjadi angiotensin II.

Kegunaan Terapeutik : Penghambat ACE paling efektif bagi pasien hipertensi yang berkulit putih dan muda. Namun, ketika dikombinasikan dengan diuretic memiliki efek yang sama jika digunakan oleh pasien berkulit hitam. Obat golongan ACEI adalah standar dalam perawatan pasien pascainfark miokardium.

Efek Samping : batuk kering, ruam, demam, perubahan sensasi arsa, hipotensi (pada keadaan hipovolemik).

 

  • ANGIOTENSIN RESEPTOR- ANGIOTENSIN II

ANGIOTENSIN RESEPTOR BETA

Mekanisme Kerja : golongan antagonis reseptor adrenergik yaitu menghambat adrenergik sehingga menghambat pelepasan katekolamin. Selain itu, golongan obat ini dapat menurunkan resistensi perifer yang dapat memperlambat laju jantung.

Kegunaan Terapeutik : obat yang ditoleransi baik, diketahui bermanfaat menghambat aktivitas sistem reninangiotensin (RAS), mengobati hipertensi dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Efek Samping : Pusing, diare, sakit kepala, insomnia atau sulit tidur, nyeri punggung, mual dan muntah, gejala seperti flu.

 

  • PENGHAMBAT RENIN

Mekanisme Kerja : Obat hipertensi penghambat renin bekerja dengan cara memecah angiotensinogen menjadi angiotensin. Golongan ini termasuk kedalam obat hipertensi jenis baru.

Kegunaan Terapeutik : Kewaspadaan penggunaan aliskiren dalam kondisi tertentu tetap diperlukan walaupun tergolong obat yang aman. Penggunaan aliskiren dihentikan bila terdeteksi adanya kehamilan karena menyebabkan cedera dan kematian bagi perkembangan janin.

Efek Samping : Diare, Batuk, Ruam kulit, sakit kepala dan pusing.

 

Cara Memilih Obat Hipertensi :

  • Seseorang dikatakan mengalami hipertensi jika tekanan darahnya diatas 140/90 mmHg.
  • Hipertensi sendiri dibagi dalam 3 penggolongan yaitu pasien pre hipertensi, hipertensu stage I, dan hipertensu stage II, biasanya pada  langkah awal, dokter biasanya akan meresepkan obat diuretik, ACE inhibitor, ARB, calcium channel blockers, beta blockers, atau renin inhibitor - sesuai keluhan pasien.
  • Kalau obat lain tidak berhasil menurunkan tekanan darah, dokter dapat meresepkan obat golongan alpha blockers, alpha-beta blockers, central-acting agents, vasodilator, atau aldosterone antagonist.
VERA ESTEFANIA KABAN                 
204 0 0
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.