Opini Akademisi May 7 5 Min Read

Cara Menghentikan Diri dari Doomscrolling secara Psikologi




Tindakan pengguliran laman sosial media, lambat laun kini mampu menciptakan malapetaka. Saat ini kebanyakan orang juga mengenalnya sebagai doomscrolling. Efek yang ditimbulkan bukan lagi menjadi rahasia umum, melainkan semua lapisan masyarakat sudah tahu akan hal ini. Namun, sangat sulit dalam melepaskan kebiasaan yang satu ini.

Serangkaian penelitian selama masa pandemi COVID-19 dan penurunan ekonomi mendapati bahwa rasa gelisah yang ditimbulkan semakin meningkat. Perubahan awal yang dirasakan adalah perasaan tidak mampu melakukan hal apapun sehingga memutuskan untuk menggunakan ponsel dalam waktu yang lama. Akibatnya, setiap orang yang kelamaan menyelam di sosial media akan mudah depresi, merasa kesepian, menjauhkan diri dari kehidupan sosial, hingga muncul keinginan bunuh diri.

Hakikatnya, doomscrolling inu diciptakan untuk mengurangi rasa stress atau disebut dengan coping stress. Maksudnya, pengalihan akan rasa stress tersebut. Namun, saat ini pemakaiannya sudah menyalahi aturan. Tetapi, ada beberapa hal yang bisa kita gunakan untuk mengurangi efek kecanduan ini, seperti:.

  1. Perasaan Anda Penting

Hal ini berhubungan dengan pikiran seseorang. Kenali terlebih dahulu apa yang biasa kita cari di sosial media, baik itu yang berkaitan dengan pekerjaan atau hiburan semata. Jika anda membuka sosial media untuk pelarian akan penatnya bekerja atau sekedar menghilangkan rasa bosan. Maka, jangan langsung membuka sosial media. Melainkan, kenali perasaan yang muncul. Lalu, cari teman bercengkrama atau melakukan aktivitas lain yang menjauhkan diri dari handphone. Coba curhat keluh kesah anda kepada orang lain. Kadangkala, kita akan menyadari bahwa yang kita butuhkan hanyalah mengeluarkan semua yang terpendam di hati. Jika, anda bukan orang yang pandai dalam mengekspresikan diri. Cobalah untuk menulis apa saja yang anda rasakan lalu baca kembali hingga merasa tenang. Sehingga, kebiasaan coping stress melalui sosial media akan berkurang.

  1. Tetap Terinformasi, tetapi Tidak Dikonsumsi

Keinginan mengurangi doomscrolling adalah hal baik. Namun, sebagai makhluk yang hidup di tengah perkembangan zaman. Maka, kita lebih baik untuk terus terinformasi. Namun, batasi informasi yang anda konsumsi. Terkadang, kita terlalu mencari informasi yang sebenarnya kita tidak butuhkan pada saat itu ataupun jangka panjang sehingga muncul rasa kewalahan dalam hari-hari yang dijalani. Ada baiknya, baca ataupun dengarkan berita yang hanya berkaitan dengan bidang yang saat ini kita jalani saja. Contohnya, kita bekerja di bidang marketing. Namun, kita kerap kali tidak ingin ketinggalan informasi di dunia sains. Sebaiknya, kebiasaan ini dihentikan karena hal ini mampu meningkatkan stres berkepanjangan. Sebab, tidak semua hal harus dipahami saat ini juga.

  1. Menetapkan Batas Untuk Keamanan

Menetapkan batasan diri untuk mengonsumsi informasi adalah hal yang sangat baik. Memang akan sangat sulit pada saat awal memulainya. Namun, jika ingin hidup dengan kondisi lebih baik. Hal ini harus segera dilakukan. Misalnya, kita mulai membiasakan membaca infotmasi hanya di pagi hari saja dan mencari profil hiburan di akhir pekan saja. Sehingga, sewaktu kita merasa penat dan jenuh kita mampu melakukan poin nomor 1. Batasi penggunakan handphone dalam satu hari seperti mulai membuat reminder atau alert untuk hanya menggunakannya beberapa jam sehari. Namun, jika semua pekerjaan kita memaksa untuk menggunakannya. Kita mampu membuat pengaturan hanya untuk pekerjaan sehingga sewaktu ingin scroll sosial media akan terhalangi. Karena, sudah banyak aplikasi yang dapat membantu mengurangi kebiasaan buruk ini.

  1. Merasa Cemas dan Mati Rasa Itu Normal

Sangat wajar untuk merasa cemas karena setiap orang di dunia ini merasakannya. Tidak semua hal perlu dikuasai. Cukup lakukan apa yang kita senangi. Kita sangat disarankan keluar dari zona nyaman. Namun, tidak ada salahnya juga jika memang kita hanya ingin melakukan hal-hal yang kita hendaki. Jika hal ini sudah berkepanjangan, kita sebaiknya bertanya pada ahlinya dengan cara konsultasi. Tidak perlu khaaatir, sekarang sudah banyak jasa konsultasi dengan psikiater secara gratis. Manfaatkan hal ini untuk membuat perubahan dalam diri sendiri.

Nur Anisah Br Surbakti                 
104 0 2
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.