Opini Akademisi September 11 9 Min Read

Hubungan Collaborative Networks Organizations dengan Virtual Customer Communities dalam Meningkatkan Mutu Penjualan




Sistem informasi telah merambah ke pelbagai sendi kehidupan manusia. Keberadaan sistem ini, telah mengubah pola aktivitas manusia baik itu di rumah, instansi pendidikan, pemerintahan, termasuk juga dalam suatu perusahaan. Selain itu, dalam perusahaan, sistem informasi telah membuat segala kegiatan yang berlangsung di dalamnya menjadi lebih mudah. Salah satu penerapan atau aplikasi sistem informasi ini dalam perusahaan antara lain adalah dengan adanya konsep e-Business.

Seyogyanya, konsep e-business ini pula sangat mempermudah tatkala bencana Covid-19, sebab semua aktivitas dituntut menggunakan online. Hal ini tak dapat disangkal; sebab menjadi sebuah keniscayaan. Sehingga, e-business dianggap menjadi sebuah solusi dalam menanggapi fenomena tersebut, khususnya semua perusahaan yang ingin mengamankan bisnis baik untuk saat ini maupun mendatang.

Akan tetapi, dalam mempertahakan sebuah bisnis, dibutuhkan kolaborasi dengan beberapa pihak atau disebut dengan  collabotive networks organizations (CNO). Tentu, hal itu juga berdasarkan atas ekonomi global saat ini, di mana dituntut untuk saling berkalaborasi dan terlibat dalam pelbagai bentuk hal yang baru, baik metode ataupun inovasi dalam mengembangkan bisnis tersebut ataupun bertujuan untuk menciptakan nilai jual yang lebih menarik dan sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Persaingan di dunia pasar makin hari makin meningkat, sehingga membutuhkan pengembangan inovasi yang kreatif sesuai dengan permintaan pasar pula. Sehingga, dibutuhkan sumber daya yang cukup memadai, baik di bidang sumber daya manusia, keuangan, teknologi, sehingga industri kreatif dengan segala keterbatasannya harus mampu membangun collabotive networks organizations (CNO) dengan baik.

Collaborative Networks Organizations dapat diartikan sebagai kemampuan suatu perusahaan dalam beradaptasi pada perubahan lingkungan (pasar, teknologi), yang menyesuaikan dengan kebutuhan pasar. Dengan adanya perubahan tersebut dapat melahirkan sebuah inovasi baru untuk menjawab perubahan. Sehingga dapat mempermudah perusahaan untuk melakukan perubahan dengan cepat sesuai dengan kondisi pasar yang dinamis. Collaborative Networks Organizations memang dirancang untuk menentukan strategis inovasi dengan menilai kompetensi mitra jaringan eksternal yang meliputi universitas, perusahaan, dan pemerintah. Kerja sama dengan berbagai mitra tersebut akan meningkatkan inovasi karena adanya kesempatan berbagi pengetahuan bersama. Tidak hanya itu, dalam proses penciptaan nilai bersama, perusahaan bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan, terutama pelanggan. Pelanggan sepenuhnya memahami apa yang mereka inginkan dan bagaimana produk/jasa dapat ditransformasikan untuk memberikan nilai-nilai baru.

Untuk memahami keinginan pelanggan virtual juga dipermudah dengan adanya Virtual Customer Communities (VCC). VCC didefinisikan sebagai komunitas yang terdiri dari individu-individu yang memiliki minat bersama pada suatu produk dan layanan tertentu di mana dicirikan oleh interaksi pelanggan, mekanisme penciptaan pengetahuan dan motivasi pelanggan. Karakteristik VCC biasanya dapat mempengaruhi keyakinan pelanggan terhadap perusahaan dalam menjajakan dagangannya/produknya. Sebab, tren keterlibatan pelanggan saat ini akan terus berkembang di tahun-tahun berikutnya, mengubah peran pelanggan dari konsumen murni suatu produk dan layanan menjadi mitra dalam proses penciptaan nilai. Sebagai hasilnya struktur organisasi dan model bisnis akan bermigrasi ke aliansi strategis baru.

Seyogyanya, adanya VCC sangat mempermudah kepada CNO dalam memberi dan mendapatkan informasi keinginan customernya, melalui VCC sebagai kumpulan layanan online memudahkan perusahaan untuk melibatkan pelanggan dalam aktivitas pengembangan produk baru. Di mana terdapat tiga karakteristik yaitu interaksi pelanggan, rasa kesamaan dengan komunitas dan keterlibatan produk. Sehingga pada gilirannya dapat meningkatkan kinerja pemasaran suatu perusahaan. Hal ini pun sesuai dengan jurnal yang berjudul Collaborative Networked Organizations and Virtual Customer Communities: Crafting the Value to Enchance Marketing Performance yang ditulis oleh Arini Novandalina dkk., (2022).

Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif yang bertujuan untuk menemukan hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Populasi dalam artikel ini adalah perusahaan manufaktur di Semarang Jawa Tengah yang memiliki jaringan dan strategi kolaborasi dengan kelompok lain yang memiliki kepentingan bersama. Teknik sampel yang digunakan dalam artikel ini adalah sensus, yaitu seluruh populasi dijadikan sampel. Sampel dalam penelitian ini adalah sejumlah 152 perusahaan di Semarang Tengah Jawa. Data yang terkumpul dianalisis dengan analisis software statistik Sem Amos.

Pertama, yang dilakukan adalah dengan melakukan analisis Structural Equal Modeling (SEM) untuk menilai seberapa perusahaan yang diteliti mengalami peningkatan tiap tahunnya. Berdasarkan hasil pengujian, dapat dikatakan ada kesesuaian antara input observasi dan prediksi model yang terbentuk, dapat disimpulkan bahwa model struktural ini dapat diterima dan dapat dilanjutkan dalam analisis selanjutnya.

Kedua, dilakukan analisis pengaruh langsung yang menghasilkan Nilai Critical Ratio (CR) berkisar sekitar nilai CR > 1,96 dan p < 0,05 maka disimpulkan bahwa Virtual Customer Community berpengaruh positif dan signifikan terhadap Value Co-Creation, Co-Creation berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pemasaran. Sedangkan CR yang berkisaran sekitar CR < 1,96 dan p > 0,05 tidak memiliki pengaruh terhadap Value Co-Creation, Co-Creation, dan kinerja pemasaran.

Ketiga, dilakukan analisis pengaruh tidak langsung dengan yang hasilnya menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan antara variabel Collaborative Networked Organization terhadap Kinerja Pemasaran melalui Value Co-Creation.

Dapat simpulkan bahwa (CNO) menunjukkan potensi tinggi sebagai pendorong dalam menciptakan nilai bersama, sehingga memungkinkan organisasi dalam mengakses pengetahuan baru, berbagi risiko dan sumber daya, menggabungkan keterampilan dan kapasitas yang saling melengkapi, memungkinkan mereka untuk fokus pada kompetensi inti perusahaan. VCC memiliki efek positif dan signifikan pada Nilai Co-Creation. Komunitas Pelanggan Virtual merupakan wujud kerjasama dari penciptaan nilai bersama. Nilai Co-Creation berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Pemasaran.

Collaborative Networked Organizations mencerminkan paradigma bisnis yang menjanjikan dengan komunitas pelanggan untuk menekankan kompetensi inti, personalisasi dan inovasi, yang didukung oleh mekanisme kolaboratif. Sehingga memudahkan konsumen dalam menandai produk dengan aplikasi, preferensi, dan konfigurasi mereka sendiri. Dengan demikian tercipta nilai bersama dalam upaya kolaboratif. Selain itu, organisasi ini dapat menerapkan model yang dikembangkan dalam penelitian untuk menggambarkan status kemampuan mereka (seperti kemampuan bisnis dan digital), dan untuk memahami bagaimana kemampuan ini mempermudah proses penciptaan nilai. Penelitian ini juga menginformasikan organisasi akan pentingnya nilai yang diciptakan bersama melalui kolaborasi jaringan dengan organisasi lain dan pelanggannya serta bagaimana berdampak pada kemampuan yang ada. Elemen-elemen ini sangat penting bagi organisasi untuk membuat keputusan yang tepat sebelum melakukan langkah-langkah strategis atau interaksi dalam bisnis.

Dalam konteks penciptaan nilai bersama, strategi dan model bisnis terus dibentuk seiring berjalannya waktu dalam proses penemuan sumber nilai baru dan peluang. Serta cara baru untuk menciptakannya bersama oleh/untuk pelanggan dan pemangku kepentingan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Oleh karena itu, definisi strategi akan menjadi proses penemuan terus menerus, pembelajaran aktif dan adaptasi dalam ekosistem bisnis yang lincah yang mampu mengakses kompetensi baru, mengalokasikan kembali sumber daya dengan cepat dan memanfaatkan kemampuan dan kapasitas organisasi untuk bersaing berdasarkan pengalaman.

Penelitian ini merupakan penelitian empiris, namun hasil dari Collaborative Networked Organizations dan Virtual Customer Communities menunjukkan hasil yang rendah sehingga tidak dapat mempengaruhi kinerja pemasaran. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji kembali model tersebut dengan responden yang lebih luas, dalam organisasi kolaboratif yang luas sehingga dapat digeneralisasi lebih luas. Penelitian ini belum membahas pengaruh penciptaan nilai bersama terhadap pengalaman konsumen.

 

Tulisan ini adalah hasil adaptasi dari artikel ilmiah berikut ini : 

http://www.italienisch.nl/index.php/VerlagSauerlander/article/view/183/182

Miri Pariyas Tutik Fitriyas                  
441 4 79
Bagikan ini ke sosial media anda

(4) Komentar

Image
12 September 2022

Keren

Bagikan   

Image
12 September 2022

Mantap, bs ini utk jadi referensi

Bagikan   

Image
12 September 2022

Bagikan   

Image
Dedy Saputra Lubis 12 September 2022

Keren !

Bagikan   

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.