Opini Akademisi September 1 5 Min Read

5 Menit Memahami Revolusi Seksual: “Dasar Perjuangan” Kaum Feminis  [Bagian 4 dari 30]




“Dasar Perjuangan” Kaum Feminis

Menariknya, kaum feminis ini memiliki beberapa poin sebagai "dasar perjuangan". Di antaranya: mewujudkan Kesetaraan Gender (gender equality), peran publik perempuan haruslah sama dengan laki-laki (full equality atau 50:50). Peran domestik laki-laki haruslah setara dengan perempuan. Maksudnya, laki-laki sebagai kepala rumahtangga dan peran perempuan sebagai ibu rumah tangga itu hanyalah konstruksi sosial. Bahasa kerennya, Everything is a social construct. Semuanya hanyalah konstruksi sosial.

Perempuan harus memiliki hak penuh atas kontrol dirinya, tidak ada yang boleh “merampas” kemerdekaan atas tubuhnya. Perjuangan ideologi "Body Authority: My Body is Mine, My mind is Mind. Maksudnya, perempuan memiliki kuasa dan kontrol penuh atas tubuh dan pikirannya. Dari ideologi ini, mulai dirumuskan turunannya, yakni "My Gender is My Choice. Abortion is a choice." Gender saya adalah pilihan saya. Aborsi hanyalah sebuah pilihan. Dari sinilah bermula gender menjadi kendaraan bagi Ideologi SOGI (Sexual Orientation Gender Identity). Ide bahwa "kekerasan seksual disebabkan budaya patriarki" perlu didekonstruksi.

Kredit gambar: Google Images.

dr. Dito Anurogo, M.Sc.                 
57 0 0
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.