Opini Akademisi April 23 7 Min Read

Review Buku Fiksi "The Tender Moments of Saffron Silk" karya Glenda Millard




Identitas Buku

Judul: The Tender Moments of Saffron Silk (Buku ke-6 dari serial Kingdom of Silk)

Penulis: Glenda Millard

Ilustrasi: Stephen Michael King

Penerbit: Phoenix Yard Books

Tahun terbit: 2015

Bahasa: Inggris

Tebal: 113 halaman

 

Blurb

Everyone knows that Saffron Silk has a talent for pretending to be someone else. But when the firebirds rage inside her head, and it hurts even to breath, Saffron barely has the energy to be herself. 

Saffron's family doesn't know about the firebirds that come to warn her of terrible headache and Saffron doesn't know how to tell them. But her brother, Perry Angel, has learnt to read hearts and to recognize tender moments, and Perry knows that Saffron is frightened. Frightened of what might be wrong with her, and afraid that she might have to leave the Kingdom of Silk forever.

 

Ulasan Singkat 

Novel ini penuh dengan kehangatan keluarga. Meskipun novel ini berseri, tampaknya tidak masalah jika membaca secara terpisah. Saya sendiri belum membaca novel lain dalam serial ini, langsung membaca novel ke-6. Saya tidak menemui kesulitan yang berarti dalam memahami jalan ceritanya. Hanya perlu sedikit usaha mengingat nama-nama tokoh yang lumayan banyak, dikarenakan keluarga Silk memiliki tujuh anak kandung, belum lagi ada anak angkat, ayah, ibu, sang nenek, dan beberapa tokoh lain. Berikut saya cantumkan judul-judul dari setiap novel dalam serial Kingdom of Silk sesuai yang tertera di bagian awal novel ke-6 ini. Siapa tahu ada yang tertarik membaca semuanya.

  1. The Naming of Tishkin Silk
  2. Layla, Queen of Hearts
  3. Perry Angel's Suitcase
  4. All the Colours of Paradise
  5. Plum Puddings and Paper Moons
  6. The Tender Moments of Saffron Silk
  7. Nell's Festival of Crisp Winter Glories

Garis besar cerita novel ke-6 ini sebenarnya sangat sederhana. Hanya mengenai seorang anak perempuan bernama Saffron Silk yang suatu hari terserang penyakit, kemudian bagaimana ia bersama keluarganya berusaha mencari tahu apa nama penyakit tersebut dan cara penanganannya. Saya kurang paham latar waktu yang digunakan dalam novel ini tahun berapa, namun diceritakan bahwa keluarga Silk harus berangkat ke kota untuk bisa menemui dokter. Simpulan terkait penyakit yang Saffron derita juga sederhana meski dengan teknologi yang ada butuh beberapa hari untuk mengetahui hasilnya. Cara penggambaran gejala penyakitnya menurut saya sangat unik, imajinatif, kalian harus membacanya sendiri. 

Alur yang digunakan menurut saya termasuk lambat. Bagi kalian yang belum terbiasa membaca novel karya penulis luar negeri, mungkin akan merasa bosan. Namun, bagi saya, alur lambat tidak mengurangi sensasi cerita yang disuguhkan. Hal ini dikarenakan yang menarik dari novel ini bukan soal inti ceritanya, tetapi penyajian dan latar suasana yang digambarkan. Saya setuju dengan beberapa ulasan singkat yang tercantum di halaman awal novel ini. Cerita yang tersaji memang terasa hangat, penuh dengan sudut pandang anak-anak yang lugu. Pemaparan beberapa hal mungkin terasa berlebihan, tetapi dari situlah kehangatan dalam keluarga Silk bisa tersampaikan. Sangat menyenangkan mendalami bagaimana hangatnya keluarga Silk dalam kesehariannya, bagaimana mereka saling menghibur Saffron saat ia sakit, bagaimana mereka menunjukkan bahwa mereka peduli pada Saffron dan amat menyayanginya. 

Selain itu, menurut saya, ada beberapa hal menarik lainnya yang bisa diteladani dari keluarga Silk:

  • Keluarga Silk sangat menyukai perayaan. Mereka senang merayakan beragam hal kecil, contohnya perayaan pemberian nama pada anggota keluarga yang baru lahir. Ini berarti mereka menghargai setiap momen yang ada dan itu semua terjadi tanpa paksaan.
  • Ada sedikit bagian yang membahas kematian Tishkin Silk, si bungsu yang masih bayi (yang mungkin dibahas lebih detail di novel pertama). Diceritakan sang ibu sedih berkepanjangan, hingga harus menemui dokter demi upaya untuk bisa bahagia lagi. Sangat baik untuk dicontoh mengingat saat ini banyak orang yang rentan terkena depresi. Tidak usah takut menghubungi psikolog jika merasa membutuhkan.
  • Penting untuk berempati dan menunjukkan bahwa kita peduli, apalagi pada orang-orang terdekat yang kita sayangi. Seperti Griffin, salah satu adik Saffron. Griffin protes saat Saffron tidak mau bercerita sepulang dari dokter. Menurut Griffin itu tidak adil karena ia merasa semuanya berhak tahu apa yang dokter katakan karena mereka semua khawatir. Kejadian itu sukses membuat Saffron merasa tidak menyangka bahwa seluruh keluarganya terutama Griffin begitu peduli padanya.

 

Rekomendasi Pembaca

Bagi kalian yang menyukai cerita anak klasik, novel ini cocok untuk kalian baca. Cocok juga untuk diceritakan ulang pada anak-anak dengan gaya kita sendiri, bagus untuk mengasah imajinasi dan empati pada anak-anak. Terlebih lagi, ilustrasi dalam novel ini amat menggemaskan dan menurut saya cukup membantu untuk menjelaskan adegan yang sedang diceritakan.

 

Kutipan Favorit

  • "It's all right to cry, Saffron, and it's all right to feel sad. It's normal and it helps the hurt in us heal" (Nell, Saffron's Grandma) - halaman 17
  • ... a brother's love is real and beautiful, and stronger than fear - halaman 33
  • Can such a feeling last forever? - halaman 42
  • Questions are tools for discovering truth - halaman 45
  • "But, none of us can stay here forever, no matter how much we want to" (Nell, Saffron's Grandma) - halaman 48
  • Love is real and it is everywhere - halaman 102
  • There are some things science and technology can't explain: miracle are one of them and love is another - halaman 109

Bagaimana? Apakah Anda tertarik membaca buku ini?

Nantikan ulasan buku-buku menarik lainnya dari saya. Untuk membaca ulasan buku lainnya, silakan search #catatanemik di website generasipeneliti.id

 

Note: Mari budayakan membeli buku original. Stop membeli buku bajakan.

 

Sumber gambar: dokumentasi pribadi.

Ni Kadek Emik Sapitri                 
68 0 0
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.