Opini Akademisi June 21 9 Min Read

Mencoba Kabur Dari Insomnia




Mungkin tidak asing lagi bagi kalian tentang insomnia, di mana keadaan seseorang sulit tidur meskipun terdapat cukup waktu untuknya tidur. Insomnia tentu berdampak sangat buruk bagi kehidupan kita sehari-hari, dari segi produktifitas, kesehatan, maupun mental sekalipun. Saya, adalah salah satu orang yang menghadapi bagaimana susahnya menjalani hidup dengan Insomnia. Saya menulis artikel ini untuk memberi tahu kalian agar dapat terhindar ataupun mencegah Insomnia. berikut adalah rekap proses dan hasil bagaimana saya bisa menghindari gejala Insomnia. 

Saya mengalami Insomnia dikarenakan kebiasaan saya sendiri. Berawal dari pola pikir saya akan lebih produktif di malam hari, dan pada akhirnya saya lebih produktif pada malam hari. Tanpa sadari, saya hampir setiap hari tidur di dini hari sekitar pukul 3 atau 4 pagi, dan dalam waktu sekejap saya harus bangun dan memulai kegiatan saya di pagi hari. Bisa di kalkulasikan bahwa saya tidur hanya 3 sampai 4 jam saja. Mengalami hal ini selama bertahun-tahun juga mengejutkan salah satu Dosen saya akan "Fenomena" ini. 

Pada awal-awal saya mengalami Insomnia, saya tidak mengalami hal-hal serius. Mungkin hanya pusing, atau mata yang panas dan gejala-gejala ringan lainnya. Tetapi ketika sudah sekian lama saya terbiasa akan Insomnia, disitu lah berbagai macam hal serius muncul. Di umur saya yang waktu itu 15 tahun, saya mulai merasakan pusing, mual, dan tiba-tiba pandangan saya kabur. Awalnya, saya tidak menghiraukan hal ini tetapi pada suatu ketika saya terkena Tipus dikarenakan kurangnya tidur. Ketika itu kondisi tekanan darah saya juga tidak stabil, terkadang naik dan juga terkadang turun. Tapi setelah sekian hari saya di rawat di rumah sakit, saya tetap menjalani hari-hari saya dengan Insomnia yang saya alami. Seperti tidak ada kapoknya, saya tetap melakukan produktivitas di malam hari. Anggapan saya adalah, ketika malam hari saya merasa lebih Produktif, dan lebih mendapatkan banyak sekali Inspirasi. Kebiasaan malam hari saya terus berlanjut hingga saya kuliah. Memasuki semester satu, saya mengalami penurunan akademis yang membuat nilai saya anjlok di awal tahun karena kebiasaan saya dan mengakibatkan saya mengalami Hypersomnia.

Hypersomnia merupakan suatu kondisi di mana seseorang mengalami kelebihan tidur. Tentunya ini sangat merusak produktifitas hari saya, di mana saya sering kali terlambat masuk kelas dan lalai akan tugas. Hingga pada semester ke dua saya sekolah, salah satu Dosen saya mengajukan observasi pada kondisi saya yang disebut sebagai suatu "Fenomena". Fenomena buruk untuk keadaan tubuh saya, seperti hal nya fenomena alam yang bisa merugikan penduduk. Disini lah  saya memulai suatu langkah untuk melarikan diri dari Insomnia, karena memang Insomnia benar-benar mengganggu kehidupan saya. 

Langkah awal saya adalah tidak tidur selama 24 jam. Saya pernah melakukan ini agar saya bisa tidur di waktu yang pas, hal yang saya alami malah lebih buruk. Di mana saya menjadi linglung, mudah lupa terhadap hal sekecil apapun bahkan hal sebesar lupa memarkirkan motor di mana, saya merasakan pusing yang sangat berat, saya juga merasa tubuh saya sangat sakit, persis seperti gejala tipus yang pernah saya alami. Pada malam harinya saya mencoba tidur pukul 9 malam. Benar, saya tidur dengan sangat mudah tetapi saya terbangun di sore hari. Pada malam hari nya juga saya tidak bisa tidur kembali meskipun saya sudah berusaha tidur.

Saya kembali melakukan kebiasaan saya yang tidak baik tersebut. Namun, pada suatu hari saya mencoba mengulik, sebenarnya apa yang bisa membuat saya terhindar dari kebiasaan ini. Saya membaca suatu post di instagram, di mana untuk menghindari Insomnia bisa dilakukan dengan cara memaksa tubuh kita dengan halus agar bisa tidur di waktu yang pas. 

Tidak mudah memang untuk melakukan hal ini. Hal-hal yang harus di lakukan adalah, menghindari sesuatu yang mengandung kafein, dan juga menghindari kebiasaan yang dilakukan pada malam hari. Susah sekali, di mana notabene saya merupakan seseorang yang teradiksi pada kopi dan rokok, dan juga malam hari adalah waktu bagi saya untuk menggarap pekerjaan maupun tugas kuliah saya. Dan tentu juga saya tidak bisa terlepas dari ponsel karena saya suka bermain game ataupun sekedar menggeser timeline aplikasi Tiktok, Youtube, maupun Instagram. 

Seperti yang saya katakan sebelumnya, kita harus memaksa secara halus agar kita bisa tidur di waktu yang pas untuk mengistirahatkan tubuh kita. Saya mencoba untuk tidak meminum kopi seharian penuh, mencoba untuk mengurangi rokok ketika malam hari, mengurangi keluar ketika malam hari, serta berhenti mengerjakan suatu hal pada malam hari. Tapi saya tetap mengotak-atik ponsel ketika malam hari, namun setidaknya saya tidur tepat di waktu normal untuk tidur, yaitu sekitar pukul 10 malam. Kegiatan ini saya lakukan setiap hari sehingga pelan-pelan mengarahkan tubuh saya untuk beradaptasi. Menghindari pemikiran bahwa semua akan selesai di malam hari, membuat pemikiran bahwa saya bisa mengerjakannya pada esok hari. Setelah satu minggu saya melakukan kegiatan baru saya, saya mengalami perubahan yang signifikan. Mulai dari saya yang bisa tidur sesuai kecukupan pola tidur yang dibutuhkan oleh tubuh, yaitu 7-8 Jam, bisa mengerjakan sesuatu di siang, pagi, maupun sore hari, tubuh yang terasa lebih segar, dan banyak hal positif yang saya rasakan.

Tentunya tidak semua orang bisa beradaptasi seperti saya untuk menghindari gejala Insomnia. Tapi saya yakin jika mengubah pola hidup sekecil melakukan produktifitas di malam hari bisa membantu anda untuk menghindari gejala ini. Tentunya jika anda merasakan gejala ini sudah keterlaluan dan tubuh anda tidak mampu untuk memaksakan agar bisa memulai suatu kebiasaan baru, saya sangat menyarankan untuk konsultasi kepada Dokter, Psikiater, ataupun Psikolog. Dan bagi anda yang memang percaya bahwa anda bisa beradaptasi dengan mudah, ingatlah kata-kata bahwa "Sesuatu yang baru itu terkadang dimulai di mana kondisi kita terpaksa, dan setelah melalui banyak proses tubuh kita pastinya akan terbiasa." Toh, saya pada akhirnya bisa menulis artikel ini di siang hari. 

Jadi bagaimana? saya sangat berharap artikel ini sangat bermanfaat bagi kalian yang menghadapi kondisi yang sama dengan saya. Tentunya bagi anda yang belum terjerumus semakin dalam dengan kondisi Insomnia ini. Tinggalkan like bagi anda yang telah membaca artikel ini!

Muhammad Rayhan                 
88 0 1
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.