by INBIO

"Connecting The Dots of Sciences"

Trending

Hima Gizi Unand                 
134 0 0
Opini Akademisi November 13 7 Min Read

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)




Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang sangat mudah untuk dilakukan, yaitu:

  1. Mencuci Tangan dengan Sabun

Mencuci tangan dengan sabun efektif untuk mencegah penularan virus dan bakteri karena tangan yang bersih setelah dicuci pakai sabun dapat mengurangi risiko masuknya virus atau bakteri ke dalam tubuh. Tanpa disadari, orang sering menyentuh mata, hidung, dan mulut sehingga dapat menyebabkan virus atau bakteri masuk ke dalam tubuh. Dikarenakan virus atai bakteri ini dapat menempel dari permukaan atau benda-benda yang disentuh.

Mencuci tangan dengan benar mesti dilakukan dengan menggunakan sabun dan air bersih mengalir. Bila tidak ada keran, kita bisa menggunakan timba atau wadah lain untuk mengalirkan air. Dilakukan selama 40-60 detik.

Cara mencuci tangan:

  • Basahi tangan dengan air
  • Gunakan sabun pada tangan secukupnya
  • Gosok telapak tangan yang satu dengan yang lain
  • Gosok pungguang tangan dan sela jari
  • Gosok telapak tangan dan jari dengan posisi saling bertautan
  • Gosok punggung jari ke telapak tangan dengan posisi jari saling bertautan.
  • Genggam dan basuh ibu jari dengan posisi memutar.
  • Gosok bagian ujung jari ke telapak tangan agar bagian kuku terkena sabun.
  • Gosok tangan yang bersabun dengan air bersih mengalir.
  • Keringkan tangan dengan lap sekali pakai atau tissue
  • Bersihkan pemutar keran air dengan lap sekali pakai atau tissue

Waktu untuk mencuci tangan:

  • Sebelum makan
  • Sebelum BAK/BAB
  • Setelah bermain
  • Kapanpun setelah memengang sesuatu yang kotor

 

  1. Mengkonsusmsi Jajanan Sehat

Jajanan sehat adalah jajanan yang bergizi dan tidak mengandung zat-zat yang berbahaya. Zat berbahaya adalah ambahan makanan dari luar yang tidak diterima oleh tubuh dan menimbulkan gangguan kesehatan, seperti pewarna, pemanis, penyedap rasa, pengawet.

Syarat jajanan anak:

  • Sehat (memenuhi kebutuhan gizi)
  • Bersih (bebas dari kotoran)
  • Aman (tidak mengandung bahan yang berbahaya)

Jajanan sehat itu:

  • Bersih
  • Jauh dari tempat sampah, got, debu dan asap kendaraan bermotor
  • Tertutup
  • Tidak bekas dipegang-pegang orang
  • Tidak terlalu manis dan berwarna mencolok
  • Tidak digoreng dengan minyak goreng yang sudah keruh
  • Hindari makanan yang tidak segar
  • Tidak mengandung zat berbahaya
  • Bau tidak apek atau tengik
  • Tidak dibungkus dengan kertas bekas atau koran, melainkan dibungkus dengan plastik atau kemasan lain yang bersih
  • Misal makanan kemasan lihat tanggal kadaluarsa

 

  1. Menggunakan Jamban Bersih dan Sehat

Menurut penelitian kesehatan, jamban atau toilet merupakan sarang kuman dan bakteri penyebab berbagai penyakit, sehingga dengan adanya jamban yang bersih dan sehat maka kita dapat terhindar dari ancaman penyakit. Selain itu, jamban yang bersih dan tidak bau membuat kita nyaman saat menggunakannya dan membiasakan diri kita untuk selalu menerapkan gerakan keluar bersih dari jamban.

Ketika jambannya kotor dan bau, maka akan menimbulkan kesan yang jorok dan menjadi tempat berkembang biaknya berbagai kuman. Risikonya kita akan mudah terserang penyakit, seperti diare (mencret), muntaber, dan kolera.

Cara menerapkan gerakan keluar bersih, yaitu dengan 5P:

  1. Pastikan menyiram dan membersihkan setelah digunakan
  2. Pastikan buang sampah pada tempatnya
  3. Pastikan tidak membasahi dan mengotori lantai toilet
  4. Pastikan mencuci tangan
  5. Pastikan lihat sekeliling dan tinggalkan toilet dalam keadaan bersih

 

  • Sanitasi yang Baik
  • Memberantas jentik nyamuk

Jentik nyamuk biasanya ditemukan pada genangan air yang terbuka, misalnya pot bunga, akuarium, saluran air, tempat penampungan air, bak mandi, sampah (seperti tempurung kelapa, botol dan kaleng bekas), dan sebagainya. Tujuan kita memberantas jentik nyamuk adalah untuk menghindari perkembangbiakan nyamuk penyebab penyakit, seperti DBD, malaria, dan cikungunya.

Ketika sekolah mengadakan kerja bakti, kita dapat memberantas jentik nyamuk dengan cara menguras bak mandi yang ada di toilet (hal ini sejalan dengan jamban bersih dan sehat), lalu menutup tempat-tempat yang ada genangan air serta membuang air yang sekiranya kotor dan tidak digunakan. Kita dapat memeriksa tempat yang berpotensi ada jentik nyamuk di sekitar lingkungan sekolah seperti bak kamar mandi, sisa kaleng bekas, dan genangan air lainnya menggunakan alat bantu senter. Nah, nanti kita senter ke dalam airnya dan apabila menemukan jentik nyamuk, segera buang airnya dan bersihkan tempat tersebut.

  • Membuang sampah pada tempatnya

Sampah merupakan bahan buangan dari aktivitas manusia yang kotor. Pentingnya membuang sampah pada tempatnya bertujuan untuk menghindari penyakit (seperti diare, DBD, penyakit kulit), mencegah banjir, menghindari sampah menumpuk, serta mencegah pencemaran air dan tanah. Ketika sampah berserakan dan tidak dibuang pada tempatnya, maka lingkungan menjadi tidak sedap dipandang, menimbulkan bau busuk, dan mengandung kuman penyakit. Cara membuang sampah yang benar yaitu dengan memisahkan sampah sesuai jenisnya. Sampah organik atau sampah basah (contoh: sisa makanan, sayuran, dedaunan), sampah anorganik atau sampah kering (contoh: kertas, plastik, bungkus makanan), maupun sampah berbahaya (contoh: zat kimia, kaca, racun) harus dipisahkan tempat pembuangannya.

Hal ini dikarenakan sampah organik dapat terurai dan berguna sebagai pupuk kompos yang menyuburkan tanaman. Sedangkan sampah anorganik tidak dapat terurai sehingga ketika sudah terpisahkan sampah tersebut bisa dimanfaatkan untuk didaur ulang, seperti kerajinan tangan dari botol bekas. Adapun sampah berbahaya kita pisahkan agar tidak menjadi ancaman bagi manusia, misalnya kaca. Ketika petugas kebersihan mengambil sampah dan tidak tahu ada kaca di dalamnya, maka bisa membuat petugas tersebut luka terkena pecahan kaca.

  • Kerja bakti membersihkan sekolah

Adanya kerja bakti di sekolah bisa menciptakan sanitasi lingkungan sekolah yang sehat, nyaman, aman, dan bersih. Contohnya seperti yang dijelaskan di atas terkait membersihkan jamban, memberantas jentik nyamuk dan membuang sampah pada tempatnya sesuai jenisnya. Contoh lainnya kegiatan kerja bakti yang dapat meningkatkan kualitas kebersihan sekolah yaitu:

  1. Membersihkan kelas (menyapu lantai dan membersihkan langit-langit kelas dari sarang laba-laba)
  2. Membersihkan selokan
  3. Membersihkan lapangan
  4. Mengelap dan membersihkan kaca jendela
  5. Menanam tanaman dan menyiramnya
  6. Merapikan buku di perpustakaan
 

Editor:     Rezekinta Syahputra Sembiring                 

AUTHOR

Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

GenerasiPeneliti.id merupakan media online yang betujuan menyebarkan berita baik seputar akademik, acara akademik, informasi sains terkini, dan opini para akademisi. Platform media online dikelola secara sukarela (volunteers) oleh para dewan editor dan kontributor (penulis) dari berbagai kalangan akademisi junior hingga senior. Generasipeneliti.id dinaungi oleh Lembaga non-profit Bioinformatics Research Center (BRC-INBIO) http://brc.inbio-indonesia.org dan berkomitmen untuk menjadikan platform media online untuk semua peneliti di Indonesia.


Our Social Media

Hubungi Kami


WhatsApp: +62 895-3874-55100
Email: layanan.generasipeneliti@gmail.com

Kami menerima Kerjasama dengan semua pihak yang terkait dunia akademik atau perguruan tinggi.











Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.