Trending

Febby Fortinella                 
218 0 0
Kedokteran December 13 3 Min Read

KEBIASAAN MANDI YANG DAPAT MENGURANGI RISIKO SERANGAN JANTUNG




Dalam hal kesehatan jantung, bahkan perubahan terkecil pada gaya hidup dapat membuat perbedaan besar. Banyak dari kita menyadari efek diet, olahraga, dan tingkat stres pada kesehatan jantung, namun tidak banyak yang menyadari bahwa kebiasaan mandi juga berperan dalam kesehatan kardiovaskular. Setelah penelitian selama dua dekade, para ahli sekarang mengatakan bahwa melakukan satu hal ini di kamar mandi dapat secara signifikan memangkas risiko serangan jantung. Bahkan, hal ini dapat memberikan manfaat mirip dengan dampak olahraga. Apa saja kebiasaan yang dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular dan bagaimana melakukannya dengan aman.

Mandi Air Panas Setiap Hari Dapat Menurunkan Risiko Serangan Jantung Secara Signifikan

Sebuah studi di tahun 2020 yang diterbitkan dalam jurnal medis Heart menemukan bahwa mandi air panas setiap hari secara signifikan dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan serangan jantung. Studi ini menggunakan data medis dan pribadi yang dikumpulkan antara tahun 1990 hingga 2009 dari Kelompok Studi I yang berbasis di Pusat Kesehatan Masyarakat Jepang, yang mencakup kumpulan data lengkap milik lebih dari 30.000 peserta paruh baya tanpa riwayat penyakit kardiovaskular (CVD) atau kanker. Setelah menyesuaikan faktor-faktor lain yang mempengaruhi kesehatan jantung, termasuk diet, olahraga, dan kebiasaan merokok, para peneliti menemukan bahwa mandi air panas setiap hari dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular secara keseluruhan 28 persen lebih rendah bila dibandingkan dengan mereka yang mandi sekali atau dua kali sehari. minggu, atau tidak mandi sama sekali.

Temuan ini tampaknya menunjukkan bahwa orang dewasa sehat yang ingin menurunkan risiko serangan jantung mungkin dapat melakukannya dengan mandi air panas setiap hari. Sementara suhu mandi yang tepat tampaknya tidak mempengaruhi temuan. Harvard Health Publishing mencatat bahwa mandi air panas di Jepang biasanya antara 104 dan 107 derajat Fahrenheit, dan ini kemungkinan merupakan kondisi subjek penelitian. Tim peneliti juga mencatat bahwa di Jepang, biasanya mandi dengan air setinggi bahu, dan ini bisa menjadi faktor penting yang mempengaruhi kesehatan.

Mandi Air Panas Juga Dapat Mengurangi Risiko Stroke

Mandi air panas setiap hari juga ditemukan menurunkan risiko stroke hingga 26 persen dibandingkan dengan mandi yang lebih jarang. Meskipun penelitian ini bersifat observasional — dan karenanya tidak dapat menetapkan kausalitas — tim berspekulasi bahwa risiko serangan jantung dan stroke dapat dikurangi karena kemampuan mandi air panas untuk menurunkan tekanan darah. Klinik Cleveland menjelaskan bahwa ini terjadi karena saat kulit memanas, pembuluh darah melebar untuk mendinginkan tubuh, menarik darah dari inti tubuh menuju kulit.

Frekuensi mandi di bak mandi secara signifikan dikaitkan dengan risiko hipertensi yang lebih rendah, menunjukkan bahwa efek menguntungkan dari mandi bak mandi pada risiko penyakit kardiovaskular mungkin sebagian disebabkan oleh penurunan risiko terkena hipertensi.

Beberapa Risiko Serius Mandi Air Panas

Sementara para peneliti mengamati manfaat kardiovaskular tertentu karena mandi secara teratur di air panas, mereka juga menyoroti temuan sebelumnya tentang risiko yang diketahui terkait dengan kebiasaan tersebut. Ada potensi bahaya mandi di air panas, dan terjadinya kematian akibat ini meningkat seiring bertambahnya usia dan faktor suhu air.

Menurut Klinik Cleveland, risiko paling besar ketika seseorang terpapar panas secara tiba-tiba atau berkepanjangan, terutama saat menggunakan bak mandi air panas atau sauna. Para ahli mereka mengatakan bahwa berendam secara tiba-tiba atau berkepanjangan dalam air panas dapat membuat tubuh menjadi sangat panas dan membuat jantung stres. Mereka yang memiliki kondisi koroner yang ada mungkin mengalami lonjakan denyut jantung dan denyut nadi yang dimaksudkan untuk melawan penurunan tekanan darah, dan dalam kasus yang jarang terjadi, ini dapat menyebabkan peristiwa medis yang serius.

Kondisi Tertentu Dapat Membuat Mandi Air Panas Tidak Aman

Menurut Harvard Health, kebanyakan orang yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung, dan bahkan mereka yang memiliki penyakit jantung stabil dan bahkan gagal jantung ringan harus mandi air panas dengan teratur dan aman. Tetapi orang-orang dengan nyeri dada yang tidak stabil (angina), tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, atau masalah jantung serius lainnya harus menghindarinya. Secara khusus, individu di atas usia 70 tahun dan mereka yang memiliki tekanan darah rendah harus berhati-hati masuk ke bak mandi secara bertahap dan memilih suhu air yang lebih rendah. Idealnya, suhu air harus antara 100 dan 104 derajat Fahrenheit.

Terakhir, perhatikan tanda-tanda kebiasaan mandi yang dapat membahayakan kesehatan. Saatnya untuk mendinginkan dan menghidrasi jika terasa mual, irama jantung yang tidak normal, pusing, pingsan, atau tanda-tanda ketidaknyamanan fisik lainnya saat mandi. Jika salah satu dari gejala ini parah atau terjadi secara teratur, konsultasikan dengan tenaga kesehatan profesional sesegera mungkin.

 

Sumber: MSN

Febby Fortinella                 
218 0 0
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.