Opini Akademisi April 16 8 Min Read

Pendapat dari Para Tokoh Agama tentang Mengatasi Rasa Was- Was




Rasa was was merupakan penyakit yang bisa datang tiba-tiba, dimana orang yang mengidapnya biasanya akan merasakan hal tersebut apabila mengahadapi masa yang penting atau pelik, orang tersebut merasa masalah yang sedang di hadapinya akan mempersulit diri dan orang sekitar nya.
Perasaan was-was kerap datang secara tiba-tiba.

Penyakit ini tidak boleh di anggap sepele, walaupun tidak merasakan sakit seperti sakit maag, namun penyakit ini sangat berbahaya , bisa lama, berkelanjutan, dan membekas. Dan bisa dikatakan bahwa penyakit was was ini lebih buruk dari penyakit jantung, asma, paru-paru, dsb. Untuk itu perlu bagi kita untuk melawan dan menyembuhkan penyakit tersebut.

Berikut ada beberapa pendapat  untuk menyembuhkan penyakit was-was dari tokoh-tokoh agama yang kita tidak ragukan lagi akan hikmah dari perkataanya yaitu Syekh Ali Jebar, Buya Yahya, Ustad Abdul Somad, dan Ustad Adi Hidayat.

Yang pertama penulis akan menjabarkan pendapat dari Syekh Ali Jaber, yaitu : Bawalah air, kemudian dibacakan dalam air itu: Al Fatihah 7 kali, 5 ayat pertama surat Al Baqarah 1 kali.
Lalu ayat kursi 7 kali, 3 ayat terakhir surat Al Baqarah, surat Al Ikhlas 3 kali, surat Al Falaq 3 kali, dan surat An Nas 3 kali.

Setelah itu, kata Syekh Ali Jaber langsung diminum. Insyaallah semua masalah dalam hati, perasaan, jiwa, pikiran akan selesai.

Dengan melakukannya dengan benar, sambung Syekh Ali jaber, selain orang tersebut akan mendapat ketenteraman, juga terhindar was-was yang berasal dari setan.
Siapa pun yang merasa was-was, ingatlah pesan Syekh Ali Jaber ini, dan segera amalkan. Tak perlu menunggu lama.

Insyaallah, bila diyakini dan diamalkan terus-menerus maka tak ada lagi was-was yang menyertai kita.

Kedua penulis akan menyampaikan pendapat dari buya yahya tentang cara mengatasi rasa was was di dalam hati, yaitu : Bagi Anda pribadi yang merasakan tingkat was-was Anda begitu tinggi, maka Anda pun harus berupaya keras untuk melawannya, dalam artian harus berlaku cuek atas kewas-wasan Anda akan suatu hal.

"Seperti Anda, kalau ketemu orang nyinyir lalu anda lawan, maka orang tersebut bukannya diam melainkan akan menjadi-jadi, untuk itu Anda berlaku cuek lah terhadap orang tersebut, nanti juga diem sendiri," ujar Buya Yahya.

Yang ketiga adalah pendapat dari ustad abdul somad bagaimana caranya mengatasi rasa was-was, yaitu : menyarankan jika terbesit sedikit rasa khawatir, segera tutup dengan berzikir kepada Allah SWT.

Zikir yang dipanjatkan dapat berupa lafadz istighfar, Allahu Akbar dan bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

“Makanya begitu ada apinya yang memercik sedikit (khawatir), langsung dipadamkan dengan air. Air yang memadamkannya itu adalah istighfar,” ucap Ustadz Abdul Somad.

Yang keempat adalah pendapat dari ustad Adi Hidayat tentang melawan rasa was was di dalam sholat, sebagai berikut :Berkaitan dengan hal itu, Ustadz Adi Hidayat memberikan satu doa yang bisa dibaca bila mengalami sholat tidak fokus dan was-was.

Pada dasarnya, satu doa ini bertujuan untuk meminta perlindungan kepada Allah SWT.

Maka, satu doa yang dimaksud Ustadz Adi Hidayat adalah dengan membaca ta'awudz.

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Artinya: "Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk."

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, meskipun doa ini sangat pendek, namun makna doa ini sangat dalam dan dahsyat.

"Jadi kalau anda ada was-was banyak, macem-macem sebelum sholat, ta'awudz minta perlindungan pada Allah," kata Ustadz Adi Hidayat.

Ustadz Adi Hidayat juga menyampaikan bahwa ta'awudz harus dibaca dengan penuh keyakinan kepada Allah SWT.

Selain membaca ta'awudz, Ustadz Adi Hidayat juga memberikan cara agar lebih khusyuk dan fokus saat sholat, yaitu dengan belajar memahami fiqih.

"Setiap anda menunaikan sholat anda mengerti memahami tentang tata cara sholat yang benar termasuk bacaannya," tuturnya.

Diatas merupakan pendapat-pendapat para tokoh agama tentang bagaimana caranya menghadapi rasa was was yang menyelimuti  hati yang menyebabkan dada terasa sempit, pandangan menjadi buyar, tenaga terasa berkurang, dsb.

Semoga  tulisan tersebut memberikan dampak positif terhadap yang membaca dan memberikan kesembuhan pada orang yang mengidap penyakit was-was.

Sumber poto : http://archive.arrisalah-jakarta.com/detailpost/mengatasi-penyakit-was-was-dalam-jiwa-kaum-muslimin

https://portaljember.pikiran-rakyat.com/khazanah/pr-163828044/sholat-sering-tidak-fokus-dan-was-was-baca-1-doa-ini-dijamin-lebih-khusyuk-kata-ustadz-adi-hidayat?page=3

https://www.google.co.id/amp/s/gowapos.pikiran-rakyat.com/ragam/amp/pr-032928465/amalan-ini-bisa-hilangkan-was-was-dalam-hati-berikut-penjelasan-ustad-abdul-somad

https://www.google.co.id/amp/s/kabarbanten.pikiran-rakyat.com/syiar/amp/pr-593011593/bahayanya-penyakit-was-was-kata-buya-yahya-jangan-dibiarkan-lakukan-ini-agar-lekas-sembuh

https://www.google.co.id/amp/s/www.ayosurabaya.com/tren/amp/pr-781478024/cara-menghilangkan-perasaan-was-was-menurut-syekh-ali-jaber




 

ABDUL MUNIR                 
90 0 0
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.