Opini Akademisi April 21 5 Min Read

Gagasan Kehidupan Kartini




Pada 21 April 1879 silam, lahirlah seorang perempuan dari kota jepara yang kelak membawa obor untuk menerangi kelamnya kehidupan imperialisme belanda yang berlangsung di negara Indonesia. perempuan dengan semangat kebangkitannya yang berbekal luasnya ilmu pengetahuan yang dimilikinya menjadikan pergerakannya bukan gerakan prematur yang tumbang seketika dihadapkan pada himpitan keadaan. Meski hidup dalam tembok kebangsawanan, tidak membuatnya luput untuk menyelami penderitaan yang dialami bangsa pribumi disekitarnya. Kisah hidup kartini yang diriwayatkan dalam salah satu karya tulis Pramodya Ananta toer yang diberi judul “Panggil Aku Kartini Saja” mengajarkan banyak hal pada para penerus bangsa hari ini, setidaknya berikut ini beberapa hal yang menjadi catatan penting, yaitu;

  1. Pentignya menguasai bahasa global

Penjajahan bangsa belanda ke negeri hindia kala itu menyebabkan terjadinya asimilasi antar bangsa khususnya dalam hal bahasa. Sebagai bangsa penjajah yang berhasil menguasai beberapa titik wilayah di hindia, bahasa belanda dengan sendirinya menjadi bahasa komunikasi sehari – hari yang melibatkan antar kalangan bangsawan didaerah, kemudian perlahan menyebar ke kalangan pelajar – pelajar hindia. Raden kartini anak dari bupati jepara begitu beruntung mendapat kesempatan untuk mempelajari bahasa belanda, bahkan buku bacaan yang dimilikinya sebagian besar berasal dari eropa. Buku – buku eropa yang tentunya menyuguhkan perkembangan peradaban yang lebih maju dibandingkan dengan hindia yang masih sangat terbelakang, bahkan banyak nama – nama tokoh besar yang akhirnya menggerakkan kebangkitan bangsa setelah menjalani pendidikan di negera – negara eropa.

Dari hal tersebut, hendaknya masyarakat Indonesia saat ini perlu belajar tentang pentingnya menguasai bahasa global selain bahasa ibu. yang dimaksud salah satunya adalah bahasa inggris, meskipun ada beberapa bahasa internasional lain seperti mandarin, jepang, spanyol, dll. dengan memahami bahasa internasional tentu kita ikut menikmati dan mendapatkan manfaat dari ilmu pengetahuan yang berkembang didunia internasional. Seperti keteledanan yang ditunjukkan oleh kartini, penguasaannya terhadap bahasa belanda menjadikan ia mampu berkorespondesi bahkan menghasilkan tulisan – tulisan berbahasa belanda yang kelak dinikmati oleh bangsa – bangsa lain di seluruh dunia.

  1. Menjadikan buku sebagai teman hidup sekaligus sarana mengembangkan pikiran

Kartini muda hampir menghabiskan hari – harinya dengan membaca buku, selama masa pingitan, bukulah yang mengisi hari – harinya, hingga wawasannya terus berkembang meskipun raganya dipenjara oleh tembok tradisi dan status kebangsawanan yang dipegangnya. begitu besar pengaruh buku terhadap pembentukan kepribadian Kartini hingga menjadi lebih dewasa dari usianya dalam menelaah fenomena yang terjadi di sekitarnya. Salah satunya buah pikiran kartini terlihat pada pemahamannya tentang demokrasi yang tercetus pertama kali di negeri yunani, eropa. Perkembangan keilmuan terkait demokrasi telah membuka matanya terkait ketidak – adilan dan penindasan yang dialami oleh masyarakat pribumi hindia. Beberapa kesempatannya untuk mengamati secara langsung penderitaan – penderitaan rakyat kecil ditengah imperialisme belanda seringkali menyayat batinnya. raganya barangkali berada disisi kemewahan, namun jiwanya tidak terlepas dari keprihatinan pada lingkungan sekitarnya. Hal itu membuat surat – surat yang dikirim pada sahabat – sahabat eropanya sebagian besar didominasi oleh gagasan – gagasan tentang penolakan terhadap kolonialisme sebagai sebuah sistem sakitan dan terbelakang.

  1. Kebijaksanaan kartini menyikapi hidup

R.A Kartini merupakan anak dari seorang selir, meski begitu ia sangat dicintai oleh ayahnya. Bahkan, ayahnya menjadi sosok satu – satunya tempat ia mencurahkan segala isi hati dan harapan – harapannya, ia begitu menghargai ayahnya sebagai seorang bupati jepara. Namun disisi lain, ia memahami keterlibatan ayahnya dalam melanggengkan kolonialisme dengan memanfaatkan sistem feodalisme oleh bangsawan pribumi. Sehingga R.A Kartini tidak banyak bercerita soal ayahnya, hal ini dilakukan atas rasa hormatnya tersebut. namun dengan kondisi tersebut bukan berarti R.A Kartini berdiam diri sama sekali, dengan kebijaksanaannya ia bergerak dengan alternatif lain, gagasan – gagasan yang ditulisnya dalam kegiatan surat menyurat tersebut merupakan salah satu caranya untuk membuka mata dunia tentang ketidak – adilan dan penindasan yang terjadi dinegerinya.

Dalam hidup ini, seringkali kondisi yang dialami oleh R.A Kartini juga menimpa kita, saat dihadapkan oleh pilihan yang sama- sama penting, maka perlu menetapkan sikap yang tepat agar tidak menyakiti pihak – pihak tertentu.

  1. Cikal bakal penolakan terhadap feodalisme

Gagasan R.A Kartini soal imperialisme serta terhadap hal yang terjadi disekitarnya telah membuka mata dunia tentang apa yang dialami oleh bangsa hindia yang sama sekali tidak pantas untuk dipertahankan. Baginya, setiap manusia harus dimanusiakan sesuai dengan kodratnya, pandangan akan prinsip kesamarataan adalah gagasan yang membuatnya terus menggelorakan perjuangan pada kancah dunia.

Demikianlah beberapa pelajaran penting yang dapat kita petik dari perjalanan sosok R.A Kartini, dengan melakukan kilas balik kehidupan kartini dapat memberikan banyak pelajaran kepada kita bahwa seharusnya segala bentuk feodalisme, perbudakan, dan keterbelakangan yang tidak memanusiakan manusia haruslah menjadi bahan penolakan bersama. Kartini mengajarkan, bahwa kepedulian itu tidak melihat setinggi apapun kedudukan yang dimiliki, tapi soal seberapa peka mengasah nurani agar peduli terhadap sesama.

Semoga peringatan hari kartini tidak hanya diramaikan dengan atribut perayaan – perayaan yang bersifat simbolik semata, namun terus menjadi refleksi bagi kita bersama sebagai penerusnya tentang jejak keteladanan yang telah ditinggalkannya.

Nia Ramadhani                 
140 0 0
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.