Opini Akademisi April 12 7 Min Read

Akhlak yang Terpuji : Kuatkan Iman, Ketaqwaan Kepada Tuhan, dan Pupuklah Harga Diri




Perkembangan dan perubahan gaya hidup masyarakat secara signifikan disebabkan oleh kemajuaan ilmu pengetahuan teknologi. Disetiap perubahan itu ada yang menimbulkan kemudahan ada juga yang menimbulkan kegelisahan. Kemudahan dalam menjalani kehidupan dan kegelisahan disebabkan karna adanya pergeseran nilai-nilai akhlak akibat faktor eksternal terhadap masyarakat, misalnya membuka diri dan menyerap nilai-nilai dari luar. Hal ini tentu bisa menyebabkan rusaknya tatanan akhlak masyarakat, yang kehilangan jati diri, dan terjerumus ke dalam tindakan yang tak terpuji, contohnya : busuk hati, dengki, gila hormat, munafiq, musyrik, dsb.

Akhlak yaitu perbuatan/tingkah laku manusia yang dilaksanakan dengan sengaja. Diawali dengan kebiasaan yang didorong oleh keinginan hati tanpa melalui proses pemikiran, pertimbangan, atau penelitian. Pada garis besarnya akhlak itu terbagi menjadi 2 bagian: akhlak yang terpuji yang memberikan kemudahan dalam hidup dan akhlak yang tercela yang memberikan kegelisahan. 

Dalam artikel ini penulis lebih menekankan kepada akhlak yang terpuji atau budi pekerti yang luhur, misalnya : kuatkan iman, ketaqwaan kepada tuhan, dan pupuklah harga diri.

Kuatkan iman

Seseorang yang memiliki iman dalam dirinya akan lebih mengutamakan keadilan dan keharmonisan dalam segala bidang, baik itu untuk dirinya maupun untuk halayak ramai dan dorongan iman yang kuat itu juga bisa membuat manusia tekun dan taat terhadap tuhannya dengan mempergunakan anugerah, jasmani dan rohani yang telah diberikan-NYA.

Kehidupan manusia akan berjalan berantakan apabila tidak adanya iman di dalam diri. Segala tindakan yang dilakukan bisa berseberangan dengan norma-norma yang sudah di tetapkan oleh sang maha pencipta dan hati nurani manusia sejati. 

Jadi, perlu bagi setiap manusia untuk menguatkan iman di dalam diri agar terjauh dari hal hal yang tidak sesuai dengan ketetapan tuhan.

Ketaqwaan Kepadanya Tuhan

Di negara indonesia ini, kata taqwa bukan hanya melekat pada istilah untuk beribadah terhadap tuhan semata-mata, namun mencakup terhadap seluruh gerak dan ruang lingkup masyarakat. Dalam bidang pendidikan misalnya, menurut TAP MPR No. IV/MPR/1978 tentang GBHN, antara lain disebutkan bahwa : pendidikan nasional berdasarkan atas pancasila dan bertujuan untuk meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Mahaesa, kecerdasan, keterampilan, mempertinggi budi pekerti, memperkuat kepribadian, dan mempertebal semangat kebangsaan agar dapat menumbuhkan manusia-manusia pembangun yang dapat membangun dirinya sendiri serta bersama- sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa.

Dari pernyataan tersebut , pengertian takwa merupakan dukungan murni terhadap lahirnya moral pancasila. Seharusnya kata takwa ini menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi seluruh rakyat indonesia baik itu pimpinan negara, pegawai negeri, ABRI, dan berbagai jabatan lainnya. Takwa sering diterjemahkan dengan takut, dan justru terjemahan ini akan memberikan hambatan untuk mencapai tujuan kemenangan, manusia yang terbentuk akan taat karna takutnya bukan taat karna kesadarannya. Contohnya seorang pegawai saat atasan tidak di tempat, dia akan melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan prosedur dan bahkan melewati rambu-rambu yang telah di sepakati, seperti korupsi, birokrasi dan lain-lainnya. Namun jika di dalam dirinya sudah mengerti dengan arti takwa, maka ketika tidak ada orang yang mengawasi dia akan tetap melakukan pekerjaan sesuai dengan prosedur karna dia yakin pengawasan allah itu dimana-mana.

Pupuklah harga diri

Harga diri yang tinggi dalam diri seseorang akan menciptakan kewibawaan di lingkungan manusia. Begitu juga dengan harga diri ummat beragama itu tergantung dengan kebaikan yang terkandung didalam ajaran yang dianutnya. Kurang berwibawa suatu agama tentu tidak luput dari merosotnya ketaatan pengikut dalam mengamalkan kesalehan hidup beragama.

Untuk kesehatan dan ketangguhan mental seseorang harus adanya peningkatan dan pengembangan dirinya. Diantaranya dengan menguatkan ilmu dan iman. Semakin lama hidupnya semakin sadar dan bermakna. Akhirnya, bisa membukakan tabir yang menutupi kegelapan hidupnya.

Tapi untuk bisa menerapkan kebajikan hidup itu memerlukan waktu yang lama, hanya dalam bentuk nilai nya saja sudah sangat bermanfaat pada masyarakat. Sebaliknya, sesuatu yang jahat, buruk, dan merusak sangat mudah menjalar menjadi kebiasaan.

Demikian lah beberapa akhlak terpuji yang sudah di paparkan oleh penulis semoga bermanfaat dan dapat kita terapkan.

 

ABDUL MUNIR                 
89 0 0
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.