Opini Akademisi June 12 9 Min Read

Mengenal Yusuf Hasyim, Pejuang Bangsa dan Pemimpin Pesantren Tebuireng




Pemilik nama lengkap Kiai Haji Muhammad Yusuf Hasyim adalah juga salah satu ulama besar di Indonesia, termasuk di kalangan Nahdlatul Ulama terkhusus di Pesantren Tebuireng. Ia adalah putra dari Kiai Hasyim Asy'ari yang juga dikenal sebagai pejuang bangsa untuk melawan penjajahan yang bercokol di Indonesia.

Yusuf Hasyim merupakan salah satu putra yang melanjutkan kepemimpinan Pesantren Tebuireng yang didirikan oleh Kiai Hasyim Asy'ari. Yusuf Hasyim melanjutkan kepemimpinan Pesantren Tebuireng menggantikan kakaknya Kiai Abdul Choliq Hasyim karena meninggal pada tahun 1965.

Selama memimpin Tebuireng, Kiai Yusuf Hasyim mengupayakan kemandirian pesantren  dan mengupayakan pendidikan murah bagi semua kalangan. Seperti yang dijelaskan dalam buku, "Pahlawan-Pahlawan Bangsa yang Terlupakan," karangan Johan Prasetya, Kiai Yusuf memimpin Pesantren Tebuireng selama 41 Tahun (1965-2006).

Kiai Yusuf Hasyim lahir pada 3 Agustus 1929, sejak kecil ia mendapatkan pelajaran agama langsung dari ayahnya dan menghabiskan waktunya di lingkungan pesantren. Ia juga banyak belajar membaca al-Quran dan menghafalnya.

Setelah berumur 12 tahun, Yusuf Hasyim mondok di Pesantren al-Quran Sedayu Lawas, Gresik, kemudian pindah ke Pesantren Krapyak, Yogyakarta. Setelah itu, ia juga sempat menuntut ilmu di Gontor, Ponorogo.

Pada usia 16 tahun, Kiai Yusuf Hasyim sudah terjun ke medan perjuangan dan bergabung dengan Laskar Hizbullah pada awal tahun 1945 di masa pendudukan Jepang. Hingga akhirnya ia terpilih sebagai Komandan Kompi Laskar Hizbullah Jombang. Kiai Yusuf Hasyim bersama dengan pasukannya sempat melakukan gerilya dalam menghadapi pasukan Van Der Plass.

Waktu Perdana Menteri Muhammad Hatta melakukan rasionalisasi dan strukturisasi TNI, Kiai Yusuf Hasyim masuk dalam dinas TNI dan mendapatkan pangkat Letnan Satu di bawah Pimpinan Letkol Munasir.

Setelah aktivitas Yusuf Hasyim tidak berada di tentara lagi, ia memulai kariernya di kancah politik. Kariernya bermula ketika menjadi wakil Sekretaris Jenderal di Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI). Ketika terjadi perebutan tanah yang banyak dilakukan oleh anggota PKI, NU membentuk Barisan Serba Guna (Banser) untuk mengimbangi aksi PKI dan Kiai Yusuf Hasyim ditunjuk sebagai komandannya.

Karier politik Kiai Yusuf Hasyim makin gemilang pada tahun 1967. Ia menjadi wakil rakyat ketika terjadi penyegaran keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPRGR). Kiai Yusuf juga pernah menjadi anggota DPR RI Fraksi Persatuan Pembangunan (FPP) sekitar tahun 1965.

Pada tahun 2006, Kiai Yusuf Hasyim menyerahkan estafet kepemimpinan Pesantren Tebuireng ke Ir. H. Salahuddin Wahid selaku keponakannya. Sembilan tahun kemudian, Kiai Yusuf Hasyim meninggal dunia tepat 14 Januari 2007 setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit. Selanjutnya jenazah Kiai Yusuf Hasyim dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga Pesantren Tebuireng.

 

Referensi: 
Prasetya, Johan. “Pahlawan-Pahlawan Bangsa yang Terlupakan.” Penerbit Saufa. 

Sumber gambar : Wikipedia

Budi Prathama                 
76 0 0
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.