Opini Akademisi May 20 3 Min Read

4 Cara Menulis Abstrak Jurnal Ilmiah yang Baik dan Benar, Berguna Untuk Tingkatkan Pembaca




Abstrak adalah salah satu elemen penting dari penulisan ilmiah. Abstrak adalah wajah dari karya tulisan ilmiah Anda yang pastinya akan dibaca terlebih dahulu oleh pembaca.

Banyak penulis yang tidak menganggap abstrak memiliki peranan signifikan terhadap menarik minat baca, akibatnya, jurnal Anda dipastikan sepi peminat.

Namun, Anda jangan khawatir, karena Klinikjurnal memberikan empat tips menarik dalam menulis abstrak jurnal ilmiah, dikutip dari laman Deepublish.

1. Tulis Abstrak di Saat Terakhir Karya Ilmiah

Apakah Anda salah satu yang merasa kesulitan mengerjakan abstrak? Jika iya, mungkin Anda perlu menjalankan tips pertama dari kami. Yaitu mengerjakan seluruh makalah atau penelitian secara tuntas. Selama proses penyelesaian naskah, sementara lupakan tentang abstrak, cukup fokus dengan konten penelitian Anda.

Ketika makalah atau penelitian sudah tuntas, selesai dari awal hingga akhir, maka selanjutnya fokus pada abstrak. Dengan kata lain, abstrak ditulis dan dibuat setelah seluruh makalah/penelitian sudah selesai. 

Kesalahan yang sering ditemui, banyak yang menulis abstrak sejak awal, sedangkan penelitian itu sendiri belum ditulis.

Kenapa abstrak ditulis di bagian akhir proses? Karena abstrak sebagai dari rangkuman. Karena bentuknya dalam bentuk rangkuman, maka abstrak ditulis selengkap mungkin.

Esensi sebuah ringkasan ditulis berdasarkan data dan fakta yang sudah ada di dalam makalah yang sudah ditulis dan diteliti.

2. Melakukan Tinjauan Instruksi

Ada banyak hal yang perlu Anda perhatikan sebelum menulis abstrak. Seperti yang Anda tahu, abstrak digunakan untuk banyak hal, mulai dari penulisan jurnal, karya ilmiah, penelitian dan masih banyak lagi.

Karena berbeda, tentu setiap penulisannya pun juga memiliki aturan dan instruksi yang berbeda-beda.

Tulislah abstrak sesuai dengan instruksi yang diminta. Misalnya abstrak ditulis mengacu pada ketentuan jumlah karakter, paragraph, jarak spasi dan masih aturan lain. Umumnya aturan yang dimunculkan tiap masing-masing instansi memiliki standar berbeda-beda.

3. Menulislah Berdasarkan Kebutuhan Masyarakat

Hal terpenting sebelum menulis abstrak adalah, menulis berdasarkan kebutuhan dan permasalahan masyarakat.

Kita kembali pada tingkat kemanfaatan bagi masyarakat sosial. Oleh sebab itu, penting membuat pembahasan riset yang relevan, berbobot dan sesuai dengan minat sosial masyarakat.

Sehingga hasil penelitiannya pun menjadi solusi dan langsung dapat diaplikasikan. Begitupun dengan penulisan abstrak, seperti yang disinggung di atas, abstrak ditulis menggunakan bahasa sederhana namun berbobot. Fungsinya, agar pembaca mudah memahami tulisan Anda.

Hal yang perlu menjadi perhatian saat menulis abstrak adalah melihat segmentasi. Jika abstrak masih diperuntukan untuk akademisi, maka bahasa dan ulasannya pun disesuaikan dan menggunakan bahasa akademisi.

Sebaliknya, jika digunakan untuk diperuntukan untuk masyarakat umum, maka penggunaan bahasa pun lebih ringan, sederhana dan mudah dipahami untuk orang awam sekaligus.

Ingat, menggunakan Bahasa Inggris sederhana namun jurnal Anda mudah dipahami itu jauh lebih baik daripada menggunakan istilah Bahasa Inggris rumit tapi jurnal Anda tidak bisa dipahami pembaca.

4. Kuasai Macam-macam Abstrak

Pada prinsipnya, abstrak memiliki kesamaan tujuan. Lebih spesifik lagi, abstrak memiliki beberapa jenis. Ada abstrak deskriptif, abstrak informatif dan abstrak kritis.

Abstrak deskriptif ditulis berdasarkan pada tujuan dan maksud. Sedangkan dari segi metode penulisannya, abstrak deskriptif ditulis di kisaran 100 sampai 200 kata.

Jenis abstrak yang kedua adalah abstrak informatif ditulis lebih ringkas. Secara umum, abstrak informatif ditulis berdasarkan tinjauan umum yang tengah diteliti. Dibandingkan abstrak deskriptif, abstrak informatif ditulis lebih panjang, jumlahnya sekitar satu paragraf hingga satu halaman.

Saat menulis abstrak deskriptif, diperhatikan dan pertimbangkan beberapa hal seperti alasan Anda melakukan kajian/penelitian, cara Anda melakukan penelitian Anda, kemudian menyampaikan apa yang Anda tuliskan, terakhir perhatikan tentang penemuan penting Anda.

Abstrak kritis salah satu jenis abstrak yang hanya sering digunakan untuk situasi dan kondisi tertentu saja. Penulisan abstrak kritis ini lebih fokus pada cara mengulas dan menghubungkan kajian yang diteliti. Misal lebih fokus mengupas tentang metode penelitiannya dan rancangan penelitian. Oleh sebab itu, wajar jika abstrak kritis ini jarang digunakan. (niken/KJ)

 

Sumber: http://news.klinikjurnal.com/post-detail.php?article=33

KLINIK JURNAL merupakan lembaga resmi dibawah perusahaan Global Science. Kami berkomitmen untuk memberikan layanan profesional dan proses asistensi yang legal demi membangun citra publikasi Indonesia secara global.

Di tahun 2022 ini kami mulai menggiatkan program edukasi secara GRATIS untuk para akademisi yang haus ilmu seputar menulis dan publikasi ilmiah. Untuk mendaftar di program tersebut bisa kunjungi website di link berikut: https://klinikjurnal.com/authoracademy/ atau mendaftar di bit.ly/JoinAuthorAcademyKJ

Silakan ikuti juga Diskusi pada forum berikut:

Diskusi di Telegram: https://t.me/SolusiScopus

Diskusi di Facebook: https://www.facebook.com/groups/forumsolusiscopus

KLINIK JURNAL                 
269 1 1
Bagikan ini ke sosial media anda

(1) Komentar

Image
Mad mustapa 15 August 2022

Bagikan   

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.