Sosial dan Bisnis September 6 5 Min Read

IPLR Bicara, Sukses Gelar Webinar Perdana Bahas Investasi Di Luwu Raya dan Tenaga Kerja Lokal




Peserta Acara Webinar (Dok. Pribadi)

Pengurus Pusat Ikatan Pemuda Luwu Raya (PP IPLR) mengelar webinar (IPLR Bicara) dengan tema “Investasi di Luwu Raya: Pengutamaan Tenaga kerja local” melalui Zoom Meeting pada Senin (05/09/2022).

Webinar ini juga menghadirkan lima narasumber antara lain: Abdul Rauf (Ketua Umum Kapten Indonesia), Dr. Abd. Rahman Nur, S.H., M.H. (Wakil Rektor 4 Universitas Andi Djemma Palopo), Dr. Suaedi, M.Si. (Direktur Akademi Teknologi Industri Dewantara Palopo), Masluki, S.P., M.P. (Dosen UNCP) dan Dr. Muh. Zainal S (Ketua Prodi Studi Penyuluhan Pertanian Univ. Muhammadiyah Palopo). Ketua Umum IPLR menjadi Keynote Speaker pada kegiatan ini.

Diskusi online ini dimoderatori oleh Ketua Bidang Investasi dan Kelembagaan PP IPLR, Rahmat Al Kahfi dan di ikuti dari berbagai kalangan, praktisi, akademi, pemerhati tenaga kerja, mahasiswa, Dosen dan wartawan Luwu raya.

Berdasarkan hasil pantuan, melalui zoom meeting yang di laksanakan pada hari senin, 5/09/2022 menyimpulkan investasi di Luwu Raya, kedepannya harus bisa mengandeng Putra- putra Luwu raya dalam dunia Industri, SDM dan Kompentisi Wija To Luwu  dalam dunia industri sudah tidak ragukan lagi untuk di berikan peluang untuk karier di Industri.

"Perguruan Tinggi dan Solo akan berkolaborasi kedepan menyelesaikan permasalah tenaga kerja local," Ucap Nurhan Tabau, S.Pi.,M.Si selaku Ketua Umum PP IPLR Indonesia.


Dalam kesempatan pertama, di sampaikan oleh Ketua Umum Kapten Indonesia, Abdul Rauf mengatakan bahaya tsunami pengangguran yang akan melanda Indonesia karena hingga saat ini ada sekitar 21 juta pengangguran di Indonesia.

Abdul Rauf juga menyampaikan bahwa saat ini Kapten Indonesia secara aktif mengirim tenaga kerja lokal ke luar negeri. Dan siap berkolaborasi dengan IPLR ke depan.

Narasumber kedua Dr. Suaedi menyampaian beberapa penyebab rendahnya SDM tenaga kerja antara lain:  Keterampilan Kerja, Tingkat Pendidikan rendah, tidak memenuhi persyaratan, ketersediaan lapangan kerja yang kurang. faktor mental: gengsi dan malas, berhenti bekerja dan modal usaha tidak memadai.

Lanjut Dr. Suaedi  mendorong kampus dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menyediakan lapangan kerja.

Sementara pada narasumber ketiga: Dr. Abd. Rahman Nur mengatakan kondisi saat ini bukan kesalahan masyarakat. Tapi ini peran negara untuk menyiapkan struktur dan kebijakan untuk masyarakat.

Bahwa Pak doktor Maman juga bersepakat dengan ide dgn Doktor Suaedi tentang sinergitas dunia kerja, perguruan tinggi dan pemda.

Narasumber keempat Dr. Zainal S mengatakan bahwa terdapat 500 ribu Angkatan Kerja se Luwu Raya dan Ia juga menyebut bahwa sektor pertanian memiliki potensi penyerapan tenaga kerja terbesar.

Dan pada sisi Narasumber terakhir kelima, Masluki mengatakan perlunya peran kampus untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan tenaga kerja serta perlunya fasilitasi pengembangan jiwa kewirausahaan, pola pikir, pola hati, dan kompetensi teknologi dan peningkatan/update keterampilan.

Dalam diskusi oniline ini, setelah selesai para narasumber melakukan pemaparan yang dimoderatori oleh ketua bidang investasi dan kelembagaan PP IPLR, Rahmat Al Kahfi membuka sesi tanya dengan peserta yang ada. (Rahman)

Rahman Andi Sudirman                 
57 0 0
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.