by INBIO

"Connecting The Dots of Sciences"

Trending

Leonard Simangunsong                 
1229 1 1
Opini Akademisi February 22 9 Min Read

GURU PENELITI. Mungkinkah?




Guru, dalam pandangan saya adalah seseorang yang memiliki kelebihan dibandingkan dengan orang lain atau bahkan dengan profesi-profesi lain. Guru, walaupun tidak tertulis dan mungkin tidak diperhatikan oleh orang lain, sebenarnya mempunyai tugas besar dan sangat bertanggung jawab terhadap munculnya sebuah generasi yang akan mengangkat harkat dan martabat sebuah negara. Fakta ini yang kemudian dijadikan dasar pengembangan guru di beberapa negara di dunia, sehingga mereka menjadi guru sebagai profesi yang mendapatkan perhatian lebih untuk terus dibina dan ditingkatkan kompetensi dan juga kesejahteraannya.

Lalu, apa hubungannya dengan GURU PENELITI?

Undang-undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen secara tegas mendikotomi tugas guru dan dosen dalam proses pembelajaran. Guru dikatakan sebagai PENDIDIK PROFESIONAL, sedangkan dosen dikatakan sebagai PENDIDIK PROFESIONAL dan ILMUWAN. Hal ini berimplikasi pada fakta bahwa tugas guru hanya sekadar mendidik dan menyampaikan perkembangan ilmu pengetahuan, tanpa pernah berusaha untuk mengembangkan ilmu pengetahuan itu sendiri. Pertanyaannya, jika terkait pembelajaran yang terjadi di sekolah, siapa yang lebih memahami, guru atau dosen? Apakah dosen mengetahui seluk belum proses pembelajaran di kelas (katakan di level SD, SMP, dan SMA)? Saya pikir tidak. Bagaimana seseorang yang kurang mengetahui seluk belum tentang pembelajaran di kelas, justru meneliti tentang itu? Hal inilah yang mendorong saya untuk membangkitkan semangat guru menjadi seorang peneliti, sehingga guru dapat menghasilkan karya yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan, menghasilkan metode-metode pembelajaran baru, media-media pembelajaran yang penuh kreatifitas, dan bukan hanya pengguna dari hasil penelitian orang lain.

Secara umum, memang ada kegiatan-kegiatan penelitian yang dibebankan kepada guru, khususnya Penelitian Tindakan Kelas, yang dilaksanakan sedemikian rupa agar guru dapat melakukan penelitian tanpa harus meninggalkan kelas yang diajarnya. Akan tetapi, faktanya hal ini belum berjalan efektif, karena guru sebenarnya belum dipersiapkan untuk menjadi seorang peneliti yang baik, sehingga hasilnya tentu saja belum optimal dan kurang berdampak. Mirisnya, hal ini dijadikan syarat untuk kenaikan pangkat dan ujungnya terjadi perbuatan-perbuatan ilegal yang meloloskan karya-karya penelitian guru dengan kualitas sangat rendah.

GURU BELUM DIPERSIAPKAN UNTUK MENJADI PENELITI.

Bagaimana seharusnya seorang guru bisa menjadi seorang peneliti di tengah-tengah tuntutan profesi guru yang penuh dengan pekerjaan administratif? Memang ini menjadi tantangan besar bagi guru. Akan tetapi, penelitian sebenarnya tidak melulu repot dan sulit, ada banyak hal sederhana yang dapat dilakukan sehingga bisa menghasilkan karya publikasi yang baik dan layak untuk dimunculkan kepada khalayak ramai. Apa saja persiapan yang harus dilakukan oleh seorang guru untuk menjadi seorang peneliti?

  1. Membaca.

Membaca secara umum merupakan gerbang awal dari menulis. Mereka yang membaca akan mendapatkan wawasan yang baru dan lebih komprehensif, sehingga dapat menemukan hal-hal yang menjadi masalah dalam sebuah konteks kehidupan. Guru yang banyak membaca referensi-referensi terkait pembelajaran, akan mudah menemukan anomali yang terjadi dalam kelas yang diajarnya, sehingga akan cepat menemukan tawaran-tawaran solusi yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut. Sumber bacaan dewasa ini dapat diakses secara mudah dan gratis di internet, kita dapat membaca buku, artikel hasil penelitian, dan lain sebagainya. Untuk mendownload buku-buku internasional berkualitas, kita bisa memanfaatkan Library Genesis (cukup ketik di google.com, maka nanti kita akan diarahkan ke web yang sesuai), sedangkan untuk artikel-artikel jurnal terakreditasi di Indonesia atau jurnal internasional, kita bisa cek di web Sinta, DOAJ, scimagojr.com, dan lain sebagainya.

  1. Bergabung dalam Komunitas Riset.

Lingkungan akan menentukan jadi apa kita pada akhirnya. Memang ada istilah jangan mau berubah karena lingungan, tetapi jika lingkungan tersebut baik, mengapa tidak kita ikuti dan kita ambil semua hal yang baik di dalamnya. Ada cukup banyak perkumpulan riset di Indonesia yang anggotanya bisa dari kalangan guru dan dosen, sehingga kita bisa belajar dan berdiskusi, bahkan melakukan kolaborasi riset yang baik dan benar.

  1. Mengikuti Pelatihan-pelatihan terkait.

Ini adalah bagian pentingnya. Guru adalah orang yang tidak pernah berhenti belajar. Untuk itu, guru juga harus berusaha menginvestasikan waktu, tenaga, dan dana yang dimiliki untuk terus belajar melalui berbagai kegiatan pelatihan penelitian, publikasi ilmiah, dan lainnya yang dapat meningkatkan kompetensinya sebagai seorang guru dan peneliti. Ada cukup banyak pelatihan-pelatihan, mulai dari yang gratis, murah, sampai yang mahal, tentunya kita tinggal sesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan yang kita miliki. Kita dapat memanfaatkan website Elsevier yang menyediakan pelatihan gratis secara online, atau juga dapat follow berbagai organisasi nasional penyedia pelatihan-pelatihan berkualitas, seperti EduResearch (IG @eduresearchofficial).

Pada akhirnya, saya ingin menegaskan bahwa dengan kehadiran guru-guru yang juga bertindak sebagai peneliti, akan mampu memunculkan karya-karya yang secara operasional dapat dipraktekkan, karena memang guru yang paling mengetahui karakteristik pembelajaran di kelas. Semoga, melalui tulisan ini semakin banyak guru yang termotivasi untuk terus belajar dan berkarya menjadi seorang guru peneliti.

 

Tuhan Memberkati kita semua.

 

Usulan mengenai Strategi Pembelajaran Tugas dan Paksa... dapat dibaca di sini: 

https://generasipeneliti.id/generasipeneliti-detail-tulisan.php?id=IDd3TZgo1lYXwX


AUTHOR

Bagikan ini ke sosial media anda

(1) Komentar

Image
Wahdina 12 May 2023

1.. Guru memang seorang peneliti. Mereka mengamati dan mengobservasi anak didiknya dan mempertimbangkan dan memutuskan metode apa yang dapat digunakan agar siswanya dapat menerima pelajaran hari ini dengan baik, bagaimana mengevaluasinya dalam jangka pendek dan jangka panjang, dan melakukan perbaikan pola mengajarnya dan lain-lain. Ada yg bisa melaporkan hasil penelitiannya ini dengan baik secara lisan dan tulisan, dan ada yang tidak, namun para guru melakukannya dan mengembangkan pengajarannya secara berkala harian pekanan bulanan, catur wulanan, semesteran, tahunan seterusnya. 2. Bagaimana definisi kita masing2 tentang peneliti? 3. Anyway its a good idea dg tetap mempertimbangkan berbagai hal

Bagikan   

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

GenerasiPeneliti.id merupakan media online yang betujuan menyebarkan berita baik seputar akademik, acara akademik, informasi sains terkini, dan opini para akademisi. Platform media online dikelola secara sukarela (volunteers) oleh para dewan editor dan kontributor (penulis) dari berbagai kalangan akademisi junior hingga senior. Generasipeneliti.id dinaungi oleh Lembaga non-profit Bioinformatics Research Center (BRC-INBIO) http://brc.inbio-indonesia.org dan berkomitmen untuk menjadikan platform media online untuk semua peneliti di Indonesia.


Our Social Media

Hubungi Kami


WhatsApp: +62 895-3874-55100
Email: layanan.generasipeneliti@gmail.com

Kami menerima Kerjasama dengan semua pihak yang terkait dunia akademik atau perguruan tinggi.











Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.