by INBIO

"Connecting The Dots of Sciences"

Trending

Sri Endng Purnami                 
1457 8 65
Sains dan Teknologi July 10 9 Min Read

MENGENAL KARBON NANODOTS YANG APLIKATIF




Karbon nanodots (C-dots)  merupakan material karbon yang berukuran nano yaitu di bawah 10 nanometer. Sejak ditemukan pertama kali pada tahun 2004 melalui proses elektroforesis, karbon nanodots terus dikaji dan diteliti baik dari segi sintesis maupun aplikasinya. Hal tersebut disebabkan karena C-dots memiliki beberapa keunggulan antara lain fotoluminisensi yang tinggi, resistensi yang luar biasa terhadap cahaya dan degradasi kimia, mudah larut dalam air, tidak beracun serta kesediaan bahan baku material yang melimpah di alam.

C-dots bersifat fluorosens sehingga memiliki aplikasi yang sangat luas seperti menjadi nanocarrier utuk drug delivery, bio-imaging, diagnostik medis, biosensor, biokatalis serta bahan optoelektronik yang ramah lingkungan. Karena berbasis senyawa karbon maka C-dots dapat disintesis dari limbah tumbuh-tumbuhan seperti yang dilakukan oleh  Permono Adi Putro et al (2018) yang membuat C-dots dari limbah kulit singkong menggunakan teknik gelombang mikro berbasis sintesis hijau dengan suhu rendah.

Teknik gelombang mikro banyak dipilih untuk membuat C-dots karena metodenya sederhana, prosesnya lebih cepat dan menggunakan energi rendah serta dapat menghasilkan ukuran C-dots yang seragam. Material berupa kulit singkong dikeringkan dan diblender menjadi bubuk kemudian dilarutkan dalam air dan dikocok dengan magnetic stirrer untuk mendapatkan koloid lalu diuji menggunakan laser UV 405 nm untuk mendeteksi terbentuknya C-Dots. Hasil penelitian menunjukkan bahwa limbah kulit singkong dapat menghasilkan karbon nanodots yang fungsional dan perbedaan konsentrasi prekursor dapat menghasilkan sifat optik C-dots yang berbeda.

Teknik yang sederhana dan limbah pun bisa digunakan sebagai bahan baku, kedepannya C-dots bisa lebih dapat dikembangkan lagi untuk mengatasi berbagai permasalahan  lingkungan selain biomedis dan optoelektronik, semoga.

Sumber:

https://jurnal.uns.ac.id/jphystheor-appl/article/download/30664/20900


AUTHOR

Bagikan ini ke sosial media anda

(8) Komentar

Image
16 July 2022

Bagikan   

Image
30 July 2022

Keren Bu Sri Endang purnami... jadi tambah ilmu.... sukses Bu Guru 👍

Bagikan   

Image
30 July 2022

Bagikan   

Image
Nunung ika 30 July 2022

Bermanfaat sekali

Bagikan   

Image
Nurhayanti inung 30 July 2022

Mantap banget tulisannya. Wawasan dan pengerahuan baru yg oke banget

Bagikan   

Image
AHMAD SUKRI AHKAP 30 July 2022

Mantap

Bagikan   

Image
Erna HM 2 August 2022

Mantap.... Bisa nambah pengetahuan buat saya khususnya👍👍👍

Bagikan   

Image
Tardi 26 February 2023

Luar biasa Ibu Guru, terima kasih ilmunya..

Bagikan   

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

GenerasiPeneliti.id merupakan media online yang betujuan menyebarkan berita baik seputar akademik, acara akademik, informasi sains terkini, dan opini para akademisi. Platform media online dikelola secara sukarela (volunteers) oleh para dewan editor dan kontributor (penulis) dari berbagai kalangan akademisi junior hingga senior. Generasipeneliti.id dinaungi oleh Lembaga non-profit Bioinformatics Research Center (BRC-INBIO) http://brc.inbio-indonesia.org dan berkomitmen untuk menjadikan platform media online untuk semua peneliti di Indonesia.


Our Social Media

Hubungi Kami


WhatsApp: +62 895-3874-55100
Email: layanan.generasipeneliti@gmail.com

Kami menerima Kerjasama dengan semua pihak yang terkait dunia akademik atau perguruan tinggi.











Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.