Trending

Jamila Lestyowati                 
228 0 1
Opini Akademisi March 13 7 Min Read

Mengulik Teknososiopreneur pada Agen Travel Halal




Istilah “teknososiopreneur” telah banyak diperbincangkan akhir-akhir ini, di mana berasal dari kata techno yaitu sesuatu yg berhubungan dengan teknologi inovasi dan industri 4.0. Sosio terkait dengan dampak sosialnya kepada masyarakat sekitar dan kolaborasi. Preneur (entrepreneur) merujuk pada adanya unsur keberanian mengambil segala resiko dan faktor kepemimpinan. Sehingga teknososiopreneur merupakan suatu bisnis yang menggunakan teknologi tertentu untuk memberikan kemanfaatan dan dampak sosial di masyarakat. Seseorang bisa dikatakan menjadi teknososiopreneur jika sudah dapat mengidentifikasi siapa dirinya, minat, kelebihan, kekurangan, dan kekuatannya untuk menghadapi tantangan.

Pada dekade belakangan ini, masyarakat internasional memiliki ketertarikan pada konsep halal. Dalam Bahasa Arab, halal berarti diperbolehkan. Selama ini istilah halal banyak dihubungkan dengan makanan. Konsep halal ini tidak hanya diterapkan pada makanan, tetapi juga mencakup produk yang sesuai dengan syariah mulai dari transaksi bank, kesehatan, kosmetik, vaksin, dan sebagainya. Pariwisata halal menjadi trend yang sangat diminati oleh masyarakat muslim dunia. Perspektif wisata halal disini bukan mengubah objek wisata. Wisata halal menawarkan paket wisata dan tujuan yang dirancang khusus untuk memenuhi pertimbangan dan kebutuhan umat Islam. Konteks wisata halal berada pada sebuah layanan. Wisatawan muslim membutuhkan beberapa hal penting terkait ajaran agama yang harus dipatuhi. Beberapa contoh kebutuhan wisatawan muslim adalah makanan minuman halal, ketersediaan tempat ibadah, hotel dengan standar kehalalan, informasi arah kiblat, serta level kesehatan lingkungan dan higienitas makanan. Wisata halal akan menarik wisatawan muslim untuk datang berkunjung ke suatu objek wisata. Sampai dengan tahun 2030 diperkirakan jumlah wisatawan muslim akan menembus angka 230 juta di seluruh dunia. Ada beberapa negara yang responsif menangkap peluang layanan wisata ramah muslim ini diantaranya adalah Malaysia, Thailand, Jepang, Jepang, Australia, Korea, Selandia Baru, Inggris, Prancis, dan banyak negara lainnya.

Untuk dapat mengakomodasi kepentingan wisata halal diperlukan agen travel halal, yaitu agen perjalanan bisnis halal yang memberikan pelayanan kepada konsumen yang ingin melakukan perjalanan wisata ke berbagai destinasi, baik dalam rangka ibadah, wisata religi, maupun kegiatan wisata lainnya. Agen Halal Travel menjadi salah satu bidang usaha yang berkembang pesat secara berkesinambungan, karena jumlah umat umat Islam selama ini juga meningkat. Termasuk potensi masa depan bisnis agen travel halal di Indonesia, karena Indonesia merupakah salah satu tempat tujuan wisata muslim terbesar. Salah satu program prioritas Kementerian Pariwisata  Indonesia adalah pengembangan pariwisata halal yang sudah dikerjakan sejak lima tahun yang lalu.  Pertumbuhan pasar pariwisata halal Indonesia mencapai 18%  dengan jumlah wisatawan muslim mancanegara yang berkunjung ke destinasi wisata halal prioritas Indonesia sebesar 2,8 juta dengan devisa mencapai lebih dari Rp 40 triliun pada tahun 2018 (Kemeninfo.go.id).

Saat ini fokus agen travel halal adalah wisata luar negeri karena pasarnya berkembang pesat. Semakin banyak masyarakat muslim menengah, menengah dan atas yang ingin menikmati perjalanan wisata ke luar negeri seperti Eropa, Jepang dan Korea Selatan dengan segala kemudahan mendapatkan makanan halal, serta tempat ibadah sehingga menjadikan usaha sampingan ini sangat menjanjikan.

Setidaknya terdapat delapan kriteria yang dapat dijadikan acuan umum untuk definisi wisata halal yaitu penyediaan sarana peribadatan selama proses wisata dan di daerah tujuan wisata, ketersediaan makanan halal, pemisahan antara laki-laki dan perempuan yang tidak mempunyai hubungan mahram, tidak adanya minuman beralkohol, larangan perjudian, larangan seks bebas, penggunaan pakaian yang tertutup dan sopan oleh seluruh pegawai yang memfasilitasi perjalanan dan tujuan wisata dan larangan wanita bepergian sendiri (Arrasyid et al., 2020).

 

Tantangan Agen Travel Halal

Seperti halnya travel agent lainnya, agen travel halal memberikan fasilitas yang dibutuhkan wisatawan untuk menikmati perjalanan ke destinasi wisata dengan konsep halal, baik dari segi proses perjalanan, fasilitas yang digunakan, status kehalalan makanan, hingga destinasi wisata yang memenuhi kriteria syariah.

Agen travel halal menghadapi dua tuntutan besar, yakni mengubah konsep perusahaan untuk mengakomodasi industri 4.0 sekaligus mengembangkan strategi menuju teknosociopreneur untuk lebih meningkatkan layanan wisata halal berbasis digital.  Pengembangan agen travel halal sebagai salah satu sektor bisnis agen travel muslim di Indonesia merupakan dua mata pisau yang memberikan peluang sekaligus ancaman. Peluang yang muncul yaitu potensi bisnis agen travel halal ke depan semakin meningkat mengingat semakin meningkatnya posisi Indonesia sebagai negara yang menjadi tujuan wisata muslim terbesar pertama di tahun 2019.

Sebaliknya potensi ancaman juga muncul yaitu kemungkinan terjadinya persaingan antar pesaing pada bidang usaha sejenis atau bahkan antar sesama anggota atau komunitas agen travel halal. Padahal di era revolusi industry  4.0, kelompok usaha ini justru membutuhkan kolaborasi yang kuat untuk mengembangkan strategi menuju teknosociopreneur untuk lebih meningkatkan layanan wisata halal berbasis digital. Semakin banyak bermunculan agen travel bisnis yang secara khusus memfasilitasi perjalanan wisata halal.

Penelitian Arrasyid et al. (2020) pada lima perusahaan travel halal yang tergabung dalam Halal Travel Consortium di Indonesia menunjukkan bahwa secara umum agen travel halal awalnya berdiri sebagai agen perjalanan umrah dan haji yang seiring berjalannya waktu mulai membuka rute perjalanan lain yang bertujuan murni untuk pariwisata. Destinasi wisata yang dipilih sangat bervariasi tergantung jangkauan jaringan masing-masing. Sebagian besar destinasi berada di luar Indonesia, seperti Turki, Spanyol, Eropa, Maroko, Uzbekistan, Jepang, China dan lain-lain.

Para pelaku bisnis travel halal sudah memahami konsep wisata halal. Media televisi dan channel YouTube banyak membuat konten tentang ini. Namun, pola pikir para pelaku bisnis ini belum sepenuhnya ditangkap oleh konsumen. Perbedaan antara wisata halal dan wisata berbasis religi seperti umroh dan haji, masih belum dipahami secara jelas oleh konsumen. Oleh karena itu perlu dilakukan promosi dan edukasi yang lebih intensif mengenai travel halal sehingga masyarakat atau konsumen bisa memahami konsep yang benar tentang wisata halal.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa lingkungan bisnis telah mengalami perubahan pesat selama revolusi industri 4.0. Oleh karena itu perusahaan yang bergerak di bidang travel halal harus memiliki kriteria tertentu agar dapat bertahan dan harus melakukan inovasi proses, membuka diri untuk berbenah dari segi teknologi bukan hanya untuk memenuhi standar pemerintah, tetapi juga memenuhi kebutuhan dan tuntutan konsumen yang menjadi target pasar.  Bisnis travel halal merupakan bisnis yang tidak hanya memiliki kepentingan untuk mendapatkan hasil yang sebanyak-banyaknya, tetapi dalam bisnis ini juga mengandung kegiatan sosial dan keagamaan.

Oleh karena itu, melalui strategi VCIT model, yaitu value added, culture, innovation dan technology, agen travel halal dapat menganalisis kebutuhan perusahaan agar mampu bertahan bahkan terus berkembang. Hal yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan promosi dan edukasi tentang wisata halal serta melakukan gap analisis terhadap pola pengelolaan perusahaan. Untuk itu diperlukan pemahaman tentang konsep dan esensi travel halal, sumber daya yang memadai baik manusia, modal, fasilitas dan lain-lain, persiapan transisi dari era lama menuju revolusi industri 4.0, menerapkan sistem baru sesuai kondisi revolusi industri 4.0, membangun relasi dan kerjasama dengan komunitas bisnis sejenis (kolaborasi), dan membangun relasi berdasarkan konteks religiusitas dan esensi bisnis.

Harapannya ke depan industri wisata halal di Indonesia mampu mempertahankan capaian yang selama ini sudah diraih bahkan mampu meningkatkannya sehingga dapat menggerakkan roda perekonomian dari industri pariwisata. Konsumen mendapatkan layanan wisata yang sesuai dengan kebutuhannya sebagai seorang muslim sekaligus memberikan dampak positif bukan hanya di Indonesia namun juga di negara-negara tujuan wisata halal lainnya.

 

Referensi : https://ojs.excelingtech.co.uk/index.php/IJSCM/article/view/3390

 

 

 

 

Jamila Lestyowati                 
228 0 1
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.