Trending

Didik Huswo Utomo                 
912 0 5
Opini Akademisi February 22 3 Min Read

Hati-Hati.!!!Manipulasi dalam Publikasi Bereputasi.




Amalan seseorang tergantung dari niatnya, begitulah yg menjadi panduan seorang muslim. Saat ini banyak sekali mahasiswa, dosen, dan peneliti yg gencar melakukan publikasi ilmiah! Apa sih tujuan sebenarnya..??

Coba ditebak ya..sobat generasi peneliti!

Mulai dari kewajiban karena untuk kelulusan, kenaikan pangkat, luaran penelitian, hingga gengsi akademik.

Sebenarnya tujuan atau niat tersebut boleh saja asal caranya tetap jujur. Cuma ada fenomena baru yg terjadi akhir-akhir ini menjadi perhatian penulis. Apa itu?

Mulai dari praktek plagiarism, salami publication, hingga memanipulasi data agar hasil penelitian sesuai dengan harapan.

Karena salah niat yg kurang tepat tadi, akhirnya menghalalkan segala cara.

Banyak juga yg dengan sengaja memaksakan hasil agar sesuai hipotesis, baik penelitian eksperimental, komputasi, atau data survey. Semua demi tujuan agar bisa layak diterima di jurnal bereputasi tinggi.

Meski tidak semua peneliti begitu tapi fenomena seperti ini harus mulai disadarkan dan niat ditata kembali. Karena apa yg kita sebarkan harusnya ilmu jariyah bukan dosa jariyah.

Kita semua yang memilih menjadi peneliti harus jujur, punya rasa ingin tahu tinggi dan mencoba untuk mengungkap rahasia Allah di bumi ini.

Jika semua peneliti jujur, maka akan semakin cepat manfaat yg dirasakan masyarakat.

Saat ini publikasi di Indonesia meningkat tajam tapi inovasi yang dirasakan masyarakat belum banyak terasa kan?bisa dijawab sendiri nih!.

Fenomena berlomba-lomba dalam publikasi juga memunculkan praktek curang lainnya.

Pertama, banyak yg titip nama sebagai author (penulis) hanya dengan bayar nominal tertentu dengan dalih kolaborasi.

Kedua, banyak author yg hanya mengejar kuantitas di jurnal terindex Scopus. Malah terjebak di predatory jurnal karena ingin cepat. Kapan-kapan kita bahas predatory ya!.

Ketiga, banyak jurnal yg hanya berorientasi pada profit dan kesampingkan kualitas. Tidak dipungkiri jurnal adalah bisnis akademik yg besar.

Keempat, munculnya jasa-jasa pembuatan artikel atau agent atau mafia scopus yg menjanjikan LoA cepat, dengan dalih asistensi atau Pendampingan.

Kenali semua ciri-cirinya ya. Jangan sampai terjebak.

Tetap ikuti group publik, forum-forum diskusi telegram seperti http://t.me/solusiscopus agar terhindar dari jebakan publikasi yg salah.

Kembali ke pokok masalah lagi, kita mulai luruskan niat dalam proses publikasi, jadi peneliti yg berintegritas tinggi dan mau saling membantu agar citra publikasi di Indonesia meningkat.

Nasehat ini terutama untuk diri penulis dan sebagai pengingat di masa yang akan datang.

Salam publikasi bereputasi!.

Sumber gambar: https://www.facebook.com/pedromics

Didik Huswo Utomo                 
912 0 5
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.