by INBIO

"Connecting The Dots of Sciences"

Trending

Dewi Luthfiana                 
550 0 0
Sains dan Teknologi August 12 6 Min Read

HYBRID AHP & TOPSIS: Metode Praktis Penilaian Kinerja Dosen




Dosen memiliki peranan penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Mutu kualitas Perguruan Tinggi akan sangat dipengaruhi oleh kualitas dosen yang professional dan berkompetensi dalam menjalankan peran dan tugasnya. Sebagai tolak ukur, tentunya diperlukan suatu penilaian/penentuan kinerja dosen yang biasanya dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner kepada mahasiswa saat melaksanakan ujian akhir semester.

Namun, apakah metode tersebut efektif dan objektif sebagai tolak ukur penilaian kinerja dosen?

Nah, setelah ditinjau berdasarkan pada beberapa pertimbangan, ternyata penilaian dengan menggunakan teknik tersebut dianggap kurang efektif dan tidak objektif yang seringkali berdampak pada proses pengambilan keputusan dalam merangking kinerja yang dimiliki setiap dosen di lingkungan Perguruan Tinggi.

Oleh sebab itu, untuk meningkatkan kualitas Perguruan Tinggi, dibutuhkan suatu sistem pendukung keputusan atau dikenal dengan SPK yang lebih akurat. Hal tersebut bertujuan untuk membantu pengambilan keputusan ditinjau dari berbagai kriteria yang telah ditetapkan dan tentunya mampu untuk melakukan perangkingan terhadap kinerja yang dimiliki setiap dosen.

Metode yang dikembangkan oleh I Putu Dody Suarnatha untuk membantu proses pengambilan keputusan yaitu dengan menggabungkan/di-hybrid antara Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Technique for Order by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Pendekatan dengan metode tersebut diaplikasikan di lingkungan Perguruan Tinggi Universitas Tabanan. Alasan dari pemilihan kedua metode tersebut berdasarkan pada kemampuan dalam memecahkan masalah yang multiobyektif dan multikriteria dengan merujuk pada perbandingan preferensi dari setiap elemen dalam hirarki serta kemampuan proses pengambilan keputusan yang optimal untuk menyelesaikan masalah secara praktis. Dalam metode ini, AHP digunakan untuk pembobotan kriteria sedangkan metode TOPSIS digunakan untuk perangkingan yang dalam hal ini akan menampilkan rangking dosen yang memiliki kinerja terbaik sampai terendah.

Bagaimanakan tahapan penilaian kinerja dosen berdasarkan metode hybrid AHP dengan TOPSIS?

Selengkapnya, mari kita simak skema berikut ini:

Implementasi Sistem

Skema user interface dari Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Kinerja Dosen

Hybrid metode antara AHP dan TOPSIS yang diimplementasikan ke dalam Sistem Pendukung Keputusan telah terbukti mampu bekerja dengan baik dan dapat memberikan rekomendasi berupa perangkingan terhadap kinerja setiap dosen di Universitas Tabanan. Oleh sebab itu, pemanfaatan metode hybrid ini berpotensi untuk dapat diaplikasikan sebagai metode penilaian kinerja dosen yang akurat untuk Perguruan Tinggi di Indonesia.

Sumber artikel:

http://jurnal.unprimdn.ac.id/index.php/JUTIKOMP/article/view/2579


AUTHOR

Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

GenerasiPeneliti.id merupakan media online yang betujuan menyebarkan berita baik seputar akademik, acara akademik, informasi sains terkini, dan opini para akademisi. Platform media online dikelola secara sukarela (volunteers) oleh para dewan editor dan kontributor (penulis) dari berbagai kalangan akademisi junior hingga senior. Generasipeneliti.id dinaungi oleh Lembaga non-profit Bioinformatics Research Center (BRC-INBIO) http://brc.inbio-indonesia.org dan berkomitmen untuk menjadikan platform media online untuk semua peneliti di Indonesia.


Our Social Media

Hubungi Kami


WhatsApp: +62 895-3874-55100
Email: layanan.generasipeneliti@gmail.com

Kami menerima Kerjasama dengan semua pihak yang terkait dunia akademik atau perguruan tinggi.











Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.