by INBIO

"Connecting The Dots of Sciences"

Trending

Siti Mariyatul Ulfah                 
514 0 1
Sains dan Teknologi August 31 6 Min Read

Blended Learning: Model Pembelajaran yang Efektif untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Kemandirian Belajar Mahasiswa




Pembelajaran merupakan proses interaksi antara pendidik dengan peserta didik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar tertentu. Dalam ruang lingkup kampus, proses pembelajaran berarti melibatkan interaksi antara dosen dengan mahasiswanya. Proses pembelajaran akan berjalan dengan baik jika pembelajaran tersebut bisa menyesuaikan dengan perubahan dan perkembangan jaman. Sebagaimana yang terjadi pada masa pandemi saat ini, banyak pengajar yang beradaptasi menerapkan pembelajaran daring (online). Pada pembelajaran daring, dosen perlu berinovasi menggunakan strategi, metode, atau model pembelajaran yang efektif, interaktif, kolaboratif dan berpusat pada mahasiswa yang dapat digunakan baik saat masa pandemi ini maupun setelahnya. Tujuan utamanya adalah untuk membangun kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar mahasiswa.

Berpikir kritis artinya berpikir reflektif yang beralasan dan difokuskan pada penetapan apa yang dipercayai atau yang dilakukan. Sementara kemandirian belajar merupakan proses belajar yang terjadi karena pengaruh dari pemikiran, perasaan, strategi, dan perilaku sendiri yang berorientasi pada pencapaian tujuan. Keberhasilan mahasiswa dalam belajar ditentukan oleh kemandirian belajar dari masing-masing individu.

Sebuah model pembelajaran yang dikenal dengan nama Blended Learning kini banyak diterapkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar mahasiswa. Blended Learning memiliki komposisi 30% tatap muka dan 70% penayangan materi secara online. Model pembelajaran Blended Learning mampu menciptakan proses pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa. Dalam pelaksanaannya, dengan keterlibatan dan partisipasi dalam proses pembelajaran, Blended Learning dapat meningkatkan rasa tanggung jawab mahasiswa serta motivasi berkompetisi dalam belajar.

Tujuan dari pembelajaran Blended Learning di antaranya adalah membantu peserta didik untuk berkembang lebih baik di dalam proses belajar sesuai dengan gaya belajar dan preferensi dalam belajar. Blended Learning juga menyediakan peluang yang praktis realistis bagi pendidik dan peserta didik untuk pembelajaran secara mandiri, bermanfaat dan terus berkembang. Selain itu, model pembelajaran Blended Learning juga bisa meningkatkan penjadwalan fleksibilitas bagi peserta didik dengan menggabungkan aspek terbaik dari tatap muka dan instruksi online. Kelas tatap muka dapat digunakan untuk melibatkan para peserta didik dalam pengalaman interaktif. Sedangkan porsi online memberikan peserta didik pengalaman belajar melalui konten multimedia yang kaya akan pengetahuan pada setiap saat dan dimana saja selama peserta didik memiliki akses internet. Model pembelajaran Blended Learning juga bisa digunakan sebagai solusi untuk mengatasi masalah pembelajaran yang membutuhkan penyelesaian melalui metode pembelajaran yang bervariasi.

Penelitian untuk mengetahui efektifitas model pembelajaran Blended Learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar mahasiswa telah dilakukan oleh Winanda Marito dan Nova Riani pada tahun 2022 pada mahasiswa jurusan Manajemen UPMI Medan. Penelitian tersebut dilakukan menggunakan metode quasi-eksperimental Posstest Only Control Group Design dengan analisis deskriptif, dengan membandingkan mahasiswa responden yang diajar menggunakan model pembelajaran Blended Learning dan model pembelajaran konvensional.

Pada penelitian tersebut, diketahui bahwa model pembelajaran Blended Learning efektif digunakan dengan persentase keterlaksanaan pembelajaran sebesar  94,12 % dan respon mahasiswa sebesar 89,50 %. Selain itu juga diketahui adanya peningkatan yang lebih besar dalam kemampuan berpikir kritis dan kemandirian belajar mahasiswa yang diajar menggunakan model pembelajaran Blended Learning dibandingkan pembelajaran konvensional dengan peningkatan sebesar 12,04 %. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa model pembelajaran Blended Learning lebih efektif dari pada pembelajaran konvensional.

 

Tulisan ini adalah hasil adaptasi dari artikel berikut :

https://www.j-cup.org/index.php/cendekia/article/view/1073

Link Google Scholar Author :

https://scholar.google.com/citations?user=_lGqnx4AAAAJ&hl=id


AUTHOR

Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

GenerasiPeneliti.id merupakan media online yang betujuan menyebarkan berita baik seputar akademik, acara akademik, informasi sains terkini, dan opini para akademisi. Platform media online dikelola secara sukarela (volunteers) oleh para dewan editor dan kontributor (penulis) dari berbagai kalangan akademisi junior hingga senior. Generasipeneliti.id dinaungi oleh Lembaga non-profit Bioinformatics Research Center (BRC-INBIO) http://brc.inbio-indonesia.org dan berkomitmen untuk menjadikan platform media online untuk semua peneliti di Indonesia.


Our Social Media

Hubungi Kami


WhatsApp: +62 895-3874-55100
Email: layanan.generasipeneliti@gmail.com

Kami menerima Kerjasama dengan semua pihak yang terkait dunia akademik atau perguruan tinggi.











Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.