by INBIO

"Connecting The Dots of Sciences"

Trending

Felicia Amanda Lase                 
300 0 0
Opini Akademisi June 30 5 Min Read

Anak Lebih Tertarik dengan Gagdet dibandingkan Ibu? Begini Solusinya!




Bukan lagi hal yang mengejutkan jika anak-anak berusia di bawah 6 tahun sudah mengenal gadget di era saat ini. Bahkan, bayi baru lahir saja sudah mulai dikenalkan gadget oleh sang ibu melalui musik pengantar tidur yang diputar lewat gadget (YouTube). Lalu, salahkah jika sang anak lebih memilih menghabiskan waktu dengan gadget dibandingkan ibu mereka sendiri?

Membincangkan hal tersebut, sebuah penelitian telah dilakukan pada beberapa ibu di Kota Padang, mengenai bagaimana pengalaman komunikasi mereka dengan anak-anak yang berusia di bawah 6 tahun. Seluruh informan mengatakan, bahwa mereka memiliki rasa takut yang sangat besar, jika anak mereka tidak bisa disiplin dalam menggunakan gadget.

Jika anak diberikan dua pilihan, yaitu bermain dengan sang ibu atau bermain gadget, maka anak pun lebih memilih bermain gadget, dengan alasan gadget jauh lebih menarik dan bervariasi dibandingkan bermain dengan sang ibu. Pedih memang, namun inilah kenyataan pahit yang harus ditelan oleh orang tua, jika tidak mendisiplinkan anak mereka dalam penggunaan gadget.

Melalui permasalahan tersebut, ditemukan beberapa solusi yang dapat diterapkan oleh ibu pada anak-anak mereka. Terutama sekali ialah menanamkan nilai disiplin yang ketat pada anak. Ada 4 konsep yang bisa ditanamkan ibu pada anak, yaitu konsep Peraturan, Hukuman, Penghargaan, dan juga Konsistensi.

Melalui peraturan, ibu bisa menegakkan aturan-aturan kecil seperti batasan waktu dalam penggunaan gadget, konten-konten yang bisa diakses anak, jarak melihat gadget, dan lain sebagainya. Jika anak tidak mampu mengikuti peraturan dengan baik, maka ibu perlu memberikan hukuman ringan yang disesuaikan dengan usia anak. 

Berbanding terbalik jika anak bisa menjalankan peraturan, maka ibu pun harus memberikan penghargaan kecil, agar sang anak menyadari bahwa usaha yang ia lakukan itu dihargai. Hal yang paling sulit bagi seorang ibu ialah menjaga konsistensi. Pengaruh dari suami, atau anggota keluarga yang lain, bisa merusak konsistensi yang dibuat oleh ibu. Untuk itu, perlu adanya diskusi dalam keluarga mengenai hal ini.

Mendampingi anak ketika bermain gadget juga hal yang penting, agar interaksi antara ibu dan anak tetap bisa terjaga. Selain itu, wajib hukumnya untuk mengajak anak-anak bermain di luar rumah bersama, agar sang anak bisa merasakan kedekatan yang erat dengan ibu. Tidak perlu yang mahal, yang terpenting adalah orang tua dan anak bisa melakukan kegiatan bersama.

Komunikasi dan interaksi yang erat antara ibu dan anak sangat dibutuhkan dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. Terlebih, gadget yang saat ini sudah banyak mengambil alih sektor kehidupan, membuat komunikasi dan interaksi secara langsung menjadi hal yang cukup sulit untuk dilakukan. Nyatanya, anak membutuhkan interaksi sosial yang nyata, agar mereka bisa bersaing di masa depan.

Gadget memang banyak membantu ibu dalam mengajari anak, namun perlu adanya penanaman nilai disiplin, agar anak tidak menjadi candu dan terhindar dari efek negatif gagdet.


AUTHOR

Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

GenerasiPeneliti.id merupakan media online yang betujuan menyebarkan berita baik seputar akademik, acara akademik, informasi sains terkini, dan opini para akademisi. Platform media online dikelola secara sukarela (volunteers) oleh para dewan editor dan kontributor (penulis) dari berbagai kalangan akademisi junior hingga senior. Generasipeneliti.id dinaungi oleh Lembaga non-profit Bioinformatics Research Center (BRC-INBIO) http://brc.inbio-indonesia.org dan berkomitmen untuk menjadikan platform media online untuk semua peneliti di Indonesia.


Our Social Media

Hubungi Kami


WhatsApp: +62 895-3874-55100
Email: layanan.generasipeneliti@gmail.com

Kami menerima Kerjasama dengan semua pihak yang terkait dunia akademik atau perguruan tinggi.











Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.