Trending

Jamila Lestyowati                 
185 1 4
Opini Akademisi March 26 7 Min Read

Menonton Video Saat di Kelas? Sangat dianjurkan!




Menonton Video Saat di Kelas? Sangat dianjurkan!

 

Pandemi covid-19 menyebabkan kegiatan yang sebelumnya dilakukan dengan bertatap muka berubah menjadi bertatap muka di dunia maya. Aktifitas perkantoran, bisnis, perdagangan, perbankan, dan sektor lain dilakukan secara daring. Demikian juga dengan dunia pendidikan.

Mendikbud mengarahkan proses belajar dilaksanakan di rumah melalui pembelajaran daring/jarak jauh dengan memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Belajar di rumah dapat difokuskan pada pendidikan kecakapan hidup antara lain mengenai pandemi Covid-19 ( Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran COVID). Pada awal kemunculan covid-19, guna mencegah penyebaran virus, kegiatan belajar mengajar belum dapat dilakukan seperti biasa. Penerapan pembelajaran jarak jauh dari rumah menjadi alternatif yang ditempuh agar tidak terjadi kenaikan kasus positif covid-19.

 

Belajar dan Pembelajaran Era Daring

Belajar adalah suatu proses atau upaya yang dilakukan setiap individu untuk mendapatkan perubahan tingkah laku, baik dalam bentuk pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai positif sebagai suatu pengalaman dari berbagai materi yang telah dipelajari. Seseorang dikatakan belajar apabila terjadi perubahan pada dirinya sebagai akibat adanya latihan dan pengalaman melalui interaksi dengan lingkungan.

Sedangkan pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar, sebagai bantuan dari pendidik agar dapat terjadi proses pemerolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Seorang pendidik dituntut memiliki kreativitas dalam menyampaikan materi, memberikan kesan positif kepada peserta didik, menciptakan komunikasi antar peserta didik, dan menjadikan siswa aktif saat proses pembelajaran.

            Kegiatan belajar mengajar melalui daring memunculkan tantangan tersendiri karena tidak adanya tatap muka secara fisik di kelas. Di sisi lain ada tujuan muatan materi yang harus dipahamai oleh siswa. Hal ini memunculkan terobosan dalam penggunaan media yang tepat.

Pertemuan kelas secara online dirasakan kurang efektif. Kelas online berlangsung kurang kondusif dengan berbagai kendala, misalnya akses internet terbatas, lemahnya sinyal, perangkat yang tidak terpenuhi dan lain-lain. Fenomena yang terjadi adalah guru hanya memberikan tugas, misalnya siswa harus mencatat, membaca, mengerjakan soal.  Hal ini tidak menjamin siswa akan belajar dirumah, menjadikan berkurangnya ketertarikan siswa untuk mengikuti pembelajaran.

Rendahnya persentase siswa yang mencapai Ketuntasan Belajar Minimal (KBM) menunjukkan bahwa ketuntasan hasil belajar siswa di kelas tersebut masih belum optimal sehingga perlu ditingkatkan. Salah satu penyebabanya adalah karena pembelajaran dirasa kurang menarik. Penggunaan media pembelajaran yang tepat dapat mendorong siswa untuk tertarik mengikuti pembelajaran.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan model e-learning melalui media video. Model e-learning merupakan pembelajaran yang disusun dengan tujuan menggunakan sistem elektronik atau komputer sehingga mampu mendukung proses pembelajaran. Media pembelajaran merupakan suatu bagian yang tak terpisahkan dalam menyampaikan pesan, dapat merangsang pikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik. Penggunaan media yang tepat akan memudahkan dan mewujudkan tercapainya pemahaman materi kepada siswa. Pendidik diharapkan mampu menggunakan media yanag tepat untuk menciptakan suasana pembelajaran efektif, kreatif, dan menyenangkan.

 

Media Pembelajaran Video

Salah satu media pembelajarn yang bisa dimanfaatkan di era pembelajaran new normal adalah video. Video adalah media yang dapat memperlihatkan gambar, disertai dengan suara, dan ditampilkan pada saat yang bersamaan. Video merupakan media elektronik untuk merekam, menyalin, memutar ulang, menyiarkan, dan menampilkan media visual bergerak. Penggunaan video semakin populer terutama di kalangan generasi milenial. Pesan yang ditampilkan pada video dapat bersifat fakta (kejadian atau peristiwa nyata, berita) maupun fiktif (seperti misalnya cerita), bisa bersifat informatif, edukatif maupun instruksional.

Penggunaan video pada pembelajaran memiliki efek positif. Hasil penelitian Durjani (2021) menunjukkan bahwa penggunaan model e-learning dengan media  video dapat meningkatkan hasil belajar tematik pada siswa. Banyak penelitian sebelumnya yang dilakukan baik di Indonesia maupun luar negeri yang menunjukkan hal yang sama. Wong (2020) menyinggung juga bahwa  siswa merasakan manfaat pembelajaran melalui video terutama dalam memahami dan memperkaya topik pengajaran bahkan membuat topik menjadi lebih menarik menguatkan hasil penelitian lain bahwa menggunakan video dalam pengajaran memang meningkatkan kemampuan belajar siswa. Hal ini akan memudahkan siswa untuk menerima materi secara detail, dan dapat diputar berulang-ulang untuk memahami materi yang disampaikan (Michael, 2013).

Video pembelajaran online, karena berbagai efek positifnya, semakin dapat diterima baik oleh siswa maupun guru. Selain mendukung siswa dalam belajar, pembelajaran berbasis video telah terbukti menjadi alat refleksi yang kuat bagi guru, tetapi juga signifikan dalam konteks pengembangan profesional mereka.

Terdapat beberapa keuntungan penggunaan media video, yaitu:

  1. Video menjadi salah satu media pembelajaran paling kuat yang menangkap dan mendistribusikan informasi sekaligus menyediakan lingkungan belajar yang merangsang siswa untuk lebih memahami dan menyimpan informasi.
  2. Video meningkatkan interaksi antara pendidik dan murid dalam proses pengajaran serta kepuasan siswa.
  3. Video dapat menarik perhatian siswa, memotivasi mereka, dan dengan demikian meningkatkan partisipasi mereka di kelas.
  4. Terdapat fleksibilitas video yang memungkinkan siswa untuk menonton ulang konten.
  5. Video tepat untuk siswa tipe visual.

 

Video semakin banyak digunakan dalam pengembangan profesional guru. Video memungkinkan sejumlah besar guru untuk tetap berhubungan satu sama lain setelah melanjutkan pengembangan profesional mereka dengan menganalisis video satu sama lain.

Jika tidak terdapat konten video dengan tema tertentu maka pendidk dapat membuat video pembelajaran sendiri. Hal ini memerlukan keterampilan teknis lain seorang guru yaitu pengembangan media pembelajaran melalui video. Aplikasi membuat video dengan mudah dapat ditemukan di internet.

 

Penutup

Video menjadi salah satu media yang diminati oleh siswa karena berbagai keuntungan yang dimilikinya. Siapa yang tak mengenal tiktok? Aplikasi pengunggah video ini dapat dimanfaatkan oleh pendidik untuk mengupload video pembelajarannya sehingga lebih mudah diterima oleh peserta didik.

Pemanfaatan video bukan lagi menjadi hal yang aneh, bahan justru sebaliknya. Hari gini tak pakai video di kelas? Kemana aja selama ini?

 

Referensi: https://www.jurnalp4i.com/index.php/action/article/view/364

Durjani, Ahmad, 2021. Penerapan Media Video Dengan Model E-Learning Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Tematik Pada Siswa Kelas III MI NU 33 Johorejo Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal Tahun Pelajaran 2019/2020. ACTION : Jurnal Inovasi Penelitian Tindakan Kelas dan Sekolah 69 Vol 1. No 1. Juli 2021 e-ISSN : 2798-5733 P-ISSN : 2798-5741

Jamila Lestyowati                 
185 1 4
Bagikan ini ke sosial media anda

(1) Komentar

Image
Ahmad Durjani, S.Ag., M.Pd. 28 March 2022

Dengan memaksimalkan video dalam pembelajaran, anak mengalaminpproses audio dan video

Bagikan   

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.