by INBIO

"Connecting The Dots of Sciences"

Trending

Nurussilmi AF                 
488 0 3
Opini Akademisi September 11 5 Min Read

Menghentikan Peredaran Narkoba Sampai ke Akar




Miris! Indonesia menjadi pasar besar peredaran narkoba, bahkan pernah menjadi yang paling besar di seluruh dunia. Indonesia masuk dalam segitiga emas perdagangan narkoba, terutama jenis metamfetamin alias sabu, dengan pemasok terbesar dari China, Taiwan, dan Singapura. Pada tahun 2023 ini saja, narkoba yang telah tertangkap di tangan BNN dan akhirnya dimusnahkan, mencapai berat 1,1 ton. 

Padahal, Indonesia juga merupakan negara muslim terbesar dunia, yang ajaran di dalamnya jelas melarang narkoba. Dalam hadistnya Rasulullah SAW bersabda, 

"Sesuatu yang banyaknya memabukkan, maka sedikitnya adalah haram." (HR. Ahmad)

Dari hadist Ummu Salamah RA, "Bahwa Nabi SAW telah melarang setiap dar yang memabukkan dan setiap zat yang melemahkan." (HR Abu Dawud)

Sayangnya, masyarakat kita terjauhkan dari ajaran islam. Islam dipandang sebagai agama ritual semata, sedangkan aturan kehidupan adalah hal yang berbeda. Konsep kehidupan kapitalisme sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan, menjadi spirit dalam beragama dan bermasyarakat. 

Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar, sayangnya dengan tingkat ekonomi yang rendah. Kondisi ini menjadikan pemuda kita menjadi target pasar yang luas dan empuk perdagangan narkoba. Dengan derasnya arus informasi, mindset masyarakat khususnya para pemuda mengalami perubahan yang signifikan. Hidup diarahkan untuk mencari kebahagiaan secara bebas, siapapun berhak melakukan apapun yang diinginkan. Banyaknya harta kekayaan dan kebebasan, menjadi tolok ukur utama adanya kebahagiaan. Bisnis narkoba adalah bisnis menggiurkan dengan banyak peminat, karena cuan fantastis yang  bisa dihasilkan. Tak hanya miliaran, bahkan bisa triliunan disikat habis dalam bisnis ini. Tak heran, ibu rumah tangga bahkan anak-anak pun mulai masuk menjadi jaringan pengedar, karena iming-iming keuntungan yang ada.

Narkoba termasuk extraordinary crime dengan dampak buruknya yang besar. Sayangnya, tak sedikit oknum aparat yang malah melindungi, lagi-lagi masalah cuan. Padahal, banyak kejahatan yang lahir akibat kecanduan narkoba, menjadi pencuri dan begal misalnya. Banyak anak terbutakan ikut melakukan berbagai aksi kejahatan demi mendapatkan uang untuk membeli barang haram ini. 

Negara bukan tak berupaya, tapi upaya ini dianggap hanya jalan di tempat. Pengaturan negara belum bisa memberikan efek jera bagi pengguna, pengedar, apalagi bandar. 

Seperti kasus Kadafi, bandar narkoba kelas kakap di Palembang misalnya. Hukuman 20 tahun penjara tak bisa membuatnya jera. Bahkan, dia masih bisa mengendalikan pengedaran narkoba dari balik jeruji. Keleluasaan para napi dalam konsumsi dan menjadi pengedar, jelas tak lepas dari peran oknum aparat. Inilah yang membuat rantai setan narkoba sulit diputus. Tak hanya oknum aparat di lapangan, tapi kemungkinan besar oknum pejabat juga terlibat. Lihatlah fakta bagaimana oknum pejabat, petinggi polri, jenderal, hingga seorang hakim agung terjerat dalam kasus narkoba.

Solusi Komprehensif

Islam punya cara komprehensif agar narkoba bisa terberantas hingga ke akar dengan cara,

Pertama, Islam mendidik masyarakat agar memiliki ketakwaan yang tinggi, melaksanakan semua kewajiban dan meninggalkan semua yang haram. Dengan takwa, ada kontrol individu pada masyarakat untuk menjauhi narkoba.

Kedua, Islam mendorong amar ma'ruf nahi munkar dengan ganjaran pahala yang besar. Akan terbentuk kontrol sosial, dengan adanya aktifitas dakwah. Peredaran narkoba tidak meluas karena ada kesadaran bersama di tengah-tengah masyarakat, tidak membiarkan keburukan dan kejahatan merajalela.

Ketiga, negara akan menindak tegas para pengguna, pengedar, apalagi produsen narkoba. Negara juga menindak tegas aparat dan pejabat yang menjadi pelindung dan pelaku tindak kejahatan ini. Ketegasan hukuman harus sampai memberikan efek jera bagi semua pelakunya. Membuat mereka berpikir ribuan kali sebelum melakukannya.

Keempat, negara wajib menciptakan kesejahteraan semua warga, agar tidak ada lagi orang yang terpaksa melirik bisnis haram ini dengan alasan ekonomi. 

Kelima, negara wajib mengontrol arus perdagangan luar negeri secara ketat. Jangan sampai ada kelalaian sehingga asing bisa memasukkan barang haram dalam pasar perdagangan secara bebas, atau dalam pasar gelap. 

Inilah solusi komprehensif yang Islam tawarkan, sehingga narkoba bisa benar-benar menghilang dalam peredaran yang berpotensi merusak. Ada tanggung jawab dari semua pihak untuk menyelamatkan bangsa,  yang nantinya akan dimintai pertanggungjawaban di hari akhir kelak. Wallahualam.

Sumber gambar : rumahsakitharapanibu.com


AUTHOR

Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

GenerasiPeneliti.id merupakan media online yang betujuan menyebarkan berita baik seputar akademik, acara akademik, informasi sains terkini, dan opini para akademisi. Platform media online dikelola secara sukarela (volunteers) oleh para dewan editor dan kontributor (penulis) dari berbagai kalangan akademisi junior hingga senior. Generasipeneliti.id dinaungi oleh Lembaga non-profit Bioinformatics Research Center (BRC-INBIO) http://brc.inbio-indonesia.org dan berkomitmen untuk menjadikan platform media online untuk semua peneliti di Indonesia.


Our Social Media

Hubungi Kami


WhatsApp: +62 895-3874-55100
Email: layanan.generasipeneliti@gmail.com

Kami menerima Kerjasama dengan semua pihak yang terkait dunia akademik atau perguruan tinggi.











Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.