Trending

dr. Dito Anurogo, M.Sc.                 
154 0 0
Acara Akademik February 13 5 Min Read

Seni Memahami Keadilan (Bagian 1)




Seni Memahami Keadilan (Bagian 1)

Serial kajian filsafat ini akan berupaya mengungkapkan konsep keadilan distributif menurut John Rawls, berikut beragam kritik dan relevansinya bagi bangsa Indonesia. Dinarasikan ulang dari paparan Frater “Otto Gusti Madung” dari STFK LEDALERO melalui forum virtual “Kuliah Philojustice” di hari Ahad, 13 Februari  2022, pukul 20.00 – 22.00 WIB

Pendahuluan

Sebagai pendahuluan, dikemukakan tentang outline yang terdiri dari apa itu keadilan? Pandangan Rawl tentang keadilan distributif, gambaran umum, keadilan sosial dan masyarakat yang tertata secara baik, posisi asali, kontrak, prinsip-prinsip keadilan. Ada pembahasan atau diskusi tentang Rawls, yang mencakup kritik libertarian dari Robert Nozick serta kritik komunitarian dari Michael Sandel, lalu dilanjutkan bagian rangkuman yang membahas tentang relevansi konsep keadilan John Rawls untuk Indonesia.

Apa Itu Keadilan?

Keadilan adalah memberikan kepada setiap orang apa yang menjadi haknya. Dengan kata lain, to give everybody his own. Menurut Ulpianus, keadilan adalah tribuere cuique suum. Jadi, keadilan mengungkapkan relasi hak dan bukan karitatif. Hak dari subjek yang harus mendapatkan keadilan dan kewajiban dari orang atau institusi yang harus memenuhi hak tersebut.

Tiga Ciri Keadilan

Pertama, keadilan selalu berkaitan atau terarah kepada orang lain. Persoalan keadilan atau ketidakadilan selalu muncul dalam konteks relasi sosial atau antar-manusia. Jadi, jika hanya ada satu orang di muka bumi, maka tidak relevan lagi bicara tentang keadilan atau ketidakadilan.

Kedua, keadilan menuntut sebuah keharusan atau imperatif untuk dijalankan. Hal ini berkaitan dengan hak yang menjadi ciri esensial keadilan. Keadilan selalu berkelindan erat dengan hak orang lain yang wajib dipenuhi. Jika keadilan menjadi alasan bagi kita untuk memberi sesuatu kepada orang lain, maka pemberian itu wajib direalisasikan. Misalnya, seorang majikan wajib memberi gaji kepada karyawan sesuai dengan kontrak dan aturan yang berlaku. Sebaliknya, saya boleh memberi makanan kepada seorang pengemis di pinggir jalan, tapi saya tidak punya kewajiban (hukum) untuk memberikannya lagi dalam perjumpaan berikutnya.

Ketiga, keadilan berarti tuntutan akan equality atau persamaan. Keadilan mewajibkan kita untuk tanpa kecuali memberikan kepada setiap orang apa yang berhak didapatkannya. (Dinarasikan ulang oleh Dito Anurogo)

 

dr. Dito Anurogo, M.Sc.                 
154 0 0
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.