by INBIO

"Connecting The Dots of Sciences"

Trending

dr. Dito Anurogo, M.Sc.                 
264 0 0
Opini Akademisi August 11 7 Min Read

[Bagian 2 dari 3 Tulisan] JINTEN HITAM, SANG PENAKLUK 1001 PENYAKIT




[Bagian 2 dari 3 Tulisan] JINTEN HITAM, SANG PENAKLUK 1001 PENYAKIT

Oleh: dr. Dito Anurogo, MSc.

 

Khasiat

Jinten hitam memiliki beragam efek terapeutik, seperti: antibakteri (terutama Vibrio cholera dan Escherichia coli), antioksidan, antiperadangan, antikanker, antitumor, antihistamin (mengobati alergi debu, serbuk, asma bronkial, dsb), aktivitas antibakteri melawan bakteri gram positif dan negatif, bronchodilator (melebarkan saluran nafas), diuretic (peluruh kencing), hypotensive (penurun tekanan darah), efek protektif  terhadap ischemia reperfusion injury di berbagai organ tubuh, immunopotentiating activities (sistem kekebalan tubuh), menghambat produksi aflatoxin (jamur penyebab kanker yang biasa dijumpai di tempe dan kacang tanah), antikonvulsan (terutama pada kasus kejang atau seizures yang diinduksi oleh PTZ, pentylenetetrazole).

Menurut Onifade AA, dkk (2013), jinten hitam berpotensi sebagai agen terapeutik yang secara efektif mengendalikan infeksi HIV. Hal ini telah terbukti pada pasien HIV dewasa yang mengalami pemulihan sempurna dan sero-reversion setelah terapi dengan Nigella sativa concoction 10 ml, dua kali sehari, selama enam bulan. Efek samping dan efektivitas obat dievaluasi setiap hari.

Thymoquinone, unsur pokok jinten hitam, merupakan quinine yang aktif secara farmakologis, yang memiliki efek analgesic (pereda nyeri), antiradang, antitumor. Ekstrak alkoholik jinten hitam menunjukkan aktivitas sitotoksik dan dijumpai efektif melawan kanker oral, menghambat sel-sel kanker dan perkembangan sel-sel endotel secara in vitro. Diketahui pula bahwa thymoquinone merupakan antioksidan yang mencegah terjadinya membrane lipid peroxidation di berbagai jaringan. Mekanismenya berkaitan dengan penghambatan generasi eicosanoid, bernama thromboxane B2 dan leucotrienes B4 (dengan menghambat enzim cyclooxygenase dan 5-lipooxygenase, berturut-turut), dan membrane lipid peroxidation. Menurut riset, thymoquinone mencegah oxidative injury di berbagai studi secara in vitro dan in vivo pada tikus. Sedangkan pada kelinci dengan diabetes, jinten hitam dapat menurunkan konsentrasi glukosa dan detak jantung. Sedangkan, Nigellone berfungsi melebarkan saluran pernapasan dan mencegah kejang otot.

Jinten hitam secara signifikan mampu mencegah hepatotoxicity (keracunan hati) dan mungkin memiliki efek protektif terhadap keracunan ginjal akibat zat kimia atau penyakit. Kandungan asam-lemak-tak-jenuhnya meningkatkan aktivitas enzim 17-beta hydroxysteroid dehydrogenase. Enzim ini berperan dalam sintesis hormon testosteron, yang terlibat dalam proses spermatogenesis (pembentukan sperma).

Menurut Rasulullah SAW, di dalam Shahih Bukhari-Muslim, jinten hitam adalah obat dari segala jenis penyakit, kecuali as-saam (kematian).

Menurut Ibnu Qayyim al-Jauziyah, dalam “Thibbun Nabawi”, jinten hitam (syuwainiz) berkhasiat untuk: mengobati segala jenis penyakit dingin, menyembuhkan pilek, panas, atau demam yang disertai batuk berdahak, ambeien (wasir), botak, kusta, panu, rabies (penyakit anjing gila), penghancur batu ginjal dan batu di saluran kencing, memperlancar ASI, menstruasi serta air seni, membunuh bakteri, mengeluarkan cacing. Bila dibakar, asap jinten hitam dapat mengusir serangga. Bila disangrai, ditumbuk halus, lalu dicampur minyak zaitun, diteteskan di lubang hidung 3-4 x akan mengatasi pilek yang disertai bersin-bersin.

Sedangkan minyak jinten hitam berkhasiat sebagai analgesik, antipiretik (pereda demam), antineoplastic (antikanker), anti-inflammatory (antiradang), antimikroba, menghilangkan ketombe, pusing, meningkatkan produksi ASI. Sebagai pereda sakit gigi, masaklah dengan cuka lalu gunakan untuk berkumur-kumur. Untuk mengobati sesak nafas, minumlah sesendok dicampur air. Sebagai gurah dapat mengobati influenza, facial paralysis (kelumpuhan di wajah). Untuk rematik, hangatkan minyak, gosoklah perlahan bagian tubuh yang terkena rematik. Untuk mempercepat penyembuhan rematik dan alergi, minumlah 1 sendok teh minyak jintan hitam 2-3 x sehari. Ekstraksi minyak menggunakan teknik modern hydro distillation, komposisi minyak dianalisis menggunakan High Performance Liquid Chromatography.

Menurut Complementary and Alternative Medicine, termasuk kedokteran herbal, jinten hitam berkhasiat sebagai bioregulator, nutrisi otak yang meningkatkan daya ingat dan konsentrasi, mempertahankan diri dari perubahan cuaca, musim, dan lingkungan, menjaga kelembaban, kehalusan, keremajaan kulit, menunda penuaan dini dan kepikunan, makanan dan nutrisi pelengkap pada balita, ibu hamil, dan lansia, memperbaiki saluran pencernaan, mencegah tumor, mengatasi kelelahan, kurang semangat, neurodermatitis (penyakit kulit), gangguan tidur, jerawat, gejala influenza, menghilangkan stres, penetral dan pembersih racun dalam tubuh. (Bersambung - dr. Dito Anurogo, MSc, Dosen FKIK Unismuh Makassar, penulis puluhan buku dan trainer bersertifikasi BNSP, sedang S3 di Taipei Medical University, Taiwan)

 

 

 


Editor:     Radhiyah Mardhiyah Hamid                 

AUTHOR

Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

GenerasiPeneliti.id merupakan media online yang betujuan menyebarkan berita baik seputar akademik, acara akademik, informasi sains terkini, dan opini para akademisi. Platform media online dikelola secara sukarela (volunteers) oleh para dewan editor dan kontributor (penulis) dari berbagai kalangan akademisi junior hingga senior. Generasipeneliti.id dinaungi oleh Lembaga non-profit Bioinformatics Research Center (BRC-INBIO) http://brc.inbio-indonesia.org dan berkomitmen untuk menjadikan platform media online untuk semua peneliti di Indonesia.


Our Social Media

Hubungi Kami


WhatsApp: +62 895-3874-55100
Email: layanan.generasipeneliti@gmail.com

Kami menerima Kerjasama dengan semua pihak yang terkait dunia akademik atau perguruan tinggi.











Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.