Trending

Jacob Breemer                 
167 0 0
Acara Akademik February 6 10 Min Read

MENGKAJI GERAKAN DAN NILAI TARI MONDOTAMBE DAN IMPLEMENTSINYA KE DALAM PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DAN KETERAMPILAN DI SD NEGER 3 PALANGGA KECEMATAN PALANGGA




Kegiataan pembelajaran adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik agar dapat berperan aktif dan positif dalam hidupnya sekarang dan yang akan datang (Umar, 2005:263). Pendidikan lebih menekankan pada pembentukan manusianya (penanaman nilai dan sikap), untuk itu pendidikan memiliki peranan yang penting karena dapat meningkatkan dan mengembangkan kelangsungan hidup negara dan bangsa khususnya memperbaiki kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, menurut Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2003, Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan watak serta peradaban  bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

Menurut Jazuli (2002: 167), kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan interaksi guru dengan siswa yang divariasi dengan praktik kerja sebagai bentuk implementasi dari materi ajar yang telah ditetapkan.Pembelajaran yang disertai dengan aktivitas praktik adalah pembelajaran seni seperti salah satunya adalah seni tani.  Dalam pembelajaran seni tari, dilakukan kegiatan belajar mengajar untuk mengembangkan teori dan konsep tari serta kegiatan praktik  untuk memperagakan tari tersebut dalam gerak yang diiringi dengan alat musik. Menurut Degeng (2005: 75) bahwa praktek kerja merupakan  implementasi dari hasil pembelajaran di kelas kepada pekerjaan yang dikerjakan akan terlihat hasil belajar di kelas melalui hasil kerja yang dicapai. Sedangkan menurut Dimyati dan Mudjiono (2009: 221) Penilaian atau evaluasi pembelajaran dilakukan untuk menentukan jasa, nilai atau manfaat kegiatan pembelajaran melalui aktivitas belajar di kelas dan ekstra kurikuler yang dilakukan melalui kegiatan praktek kerja seperti belajar tari sebagai bagian dari pendidikan seni.

Upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah dengan cara memperbaiki proses belajar mengajar. Belajar mengajar pada dasarnya adalah interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa, siswa dengan siswa (Roestiyah, 2008: 5). Oleh karena itu, untuk mencapai hasil pembelajaran yang optimal dibutuhkan guru yang kreatif dan inovatif yang selalu mempunyai keinginan terus mengajar di kelas. kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru meliputi kegiatan mengajar dan praktek sesuai materi yang diajarkan.

Tujuan yang ingin dicapai dalam pendidikan seni adalah pemberian pengalaman estetik. Adapun pengalaman estetik merupakan pengalaman menghayati nilai keindahan, bagaimanapun keindahan itu dimaknai (Jazuli, 2002: 37). Sesuai dengan Kurikulum pembelajaran yang ada di mana kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensivitas, kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni.

Pembelajaran seni tari yang dilakukan di sekolah, memberi pengaruh pada perkembangan peserta didik dari pelajaran seni tari yang disertai dengan penghayatan dan pengamalan gerakan tari tersebut. Dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan, seni tari dicantumkan dalam kompetensi standar dan kompetensi dasar dengan tujuan untuk menerapkan pembelajaran pendidikan seni di  sekolah dasar  yaitu menunjukkan makna gerak ke dalam bentuk tari bertema dengan mengarah pada gaya tari daerah, memperagakan makna gerak ke dalam bentuk tari bertema dengan mengacu pada gaya tari daerah berdasarkan ruang gerak, mengembangakan makna gerak  dengan mengacu pada gaya dari tari daerah berdasarkan ruang gerak dan pola lantai untuk memperagakan makna gerak ke dalam bentuk tari bertema. Hal ini didukung dengan kreativitas yang didukung dengan keunikan gerak yang beragam dalam tari yang dilakukan oleh beberapa orang secara bersama.

Pembelajaran seni tari di sekolah dasar bertujuan menanamkan nilai-nilai tari kepada siswa sejak di sekolah dasar. Pemahaman terhadap tari tidak lepas dari kompetensi standar dan kompetensi dasar dalam pembelajaran seni tari untuk menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

Sejalan dengan cerminan perilaku anak beriman dan akhlak mulia, pembelajaran seni tari  membutuhkan penguatan kompetensi dasar dalam rangka membangun pemahaman siswa terhadap seni tari yang diajarkan seperti tari Mondotambe. Tari Mondotambe berasal dari daerah Kabupaten Konawe dan berkembang pada masyarakat Suku Tolaki di Kabupaten Konawe Selatan. Jumlah penari 4 orang perempuan dan ditambah 2 orang laki-laki untuk mendampingi penari (umoara). 4 orang menggambarkan daratan Konawe yang terdiri dari 4 penjuru yang disebut Siwole Mbatohu yang bersatu untuk menjunjung nilai-nilai religius suku Tolaki dan menanamkan moral serta sikap dan perilaku masyarakat dalam mempertahankan persatuan dan kesatuan di dalam suku Tolaki.

 Tari Mondotambe pada zaman dahulu digunakan untuk menyambut raja-raja ketika berkunjung ke daerah atau saat kembali setelah bertugas di medan perang. Tetapi seiring dengan perkembangan zaman, tari Mondotambe sekarang digunakan untuk menyambut tamu yang dihormati atau penyambutan tamu pada perkawinan adat Tolaki dan jumlah penari antara 4 – 10 orang dan 2 orang laki-laki untuk pengawal atau umoara. Perlengkapan penari untuk perempuan mengenakan pakaian adat Tolaki dengan motif rok panjang dan baju lengan panjang yang terbuat dari kain tenun adat Tolaki yang dilengkapi dengan asesorisnya. Setiap penari perempuan membawa bosara yang diisi dengan kembang untuk ditaburkan sedangkan penari laki-laki dilengkapi dengan tameng dan pedang panjang (Taawu). Tari Mondotambe dilakukan sebagai tari pembuka pada setiap acara adat atau acara pesta perkawinan sehingga tari ini dijadikan sebagai tari penyambutan yang dilaksanakan oleh masyarakat adat Tolaki (Dinas Pariwisata Prov. Sultra, 2021).

Tari Mondotambe diawali oleh gerakan tari yang dilakukan oleh dua orang laki-laki yang berlambangkan perlindungan terhadap tuan rumah atau tuan tanah yang sedang didatangi tamu. Tari pembukaan mengimplementasikan gerakan ketangguhan masyarakat laki-laki dalam membelah negara dan tanah air serta masyarakat yang disertai dengan kaum perempuan yang menggerakan keramahan dan kesopanan  sebagai simbol cinta perdamaian dan persahabatan. Nilai  yang ditunjukkan oleh 2 orang laki-laki adalah nilai kesatriaan untuk membela negara, bangsa dan daerah serta masyarakat seperti masyarakat Konawe. Sementara itu perempuan ikut menari  dalam tari ini melambangkan kebersamaan, kesopanan dan terdapat bejana kecil berisi beras yang dibawa untuk  ditaburkan kepada setiap tamu yang diundang pada acara yang diselenggarakan tersebut.

Prosesi tari Mondotambe yang menampilkan nilai-nilai kesatriaan, kesatuan dan persatuan, hormat - menghormati, kerja sama dan kedisiplinan. Nilai tari ini secara spontanitas memberikan dukungan kepada karakter siswa untuk dapat mengimplementasikan nilai-nilai terian tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Karakter siswa yang berasal dari olah pikir meliputi cerdas, kritis, kreatif, inovatif, ingin tahu, berpikir terbuka, produktif, berorientasi ipteks dan reflektif, karakter siswa yang berasal dari olah hati berupa kejujuran, beriman dan taqwa, amanah, adil, bertanggung jawab, berempati, berani mengambil resiko, rela berkorban, dan berjiwa patriotik, selanjutnya karakter yang berasa dari olah raga meliputi tangguh bersih dan sehat, disiplin, sportif, nyaman, saling menghargai, toleransi,, suka menolong, gotong royong, nasionalis, kosmopolit, mengutamakan kepentingan umum, bangga menggunakan bahasa dan produk Indonesia, dinamis, kerja keras, beretos, dan gigih (Kementrian Pendidikan Nasional, 2010:9).

Sehubungan dengan penerapan nilai-nilai dari tari Mondotambe, maka diharapkan adanya kemampuan siswa untuk dapat membentuk karakternya dari pikiran, hati dan kebiasaan beraktivitas. Pembentukan karakter siswa melalui tari Mondotambe dihadapkan dengan karakter siswa Sekolah Dasar Negeri 3 Palangga  yang beragam, sehingga guru diharapkan untuk mampu membentuk karakter siswa agar lebih cerdas, jujur dan tangguh namun demikian nilai-nilai dalam tari Mondotambe yang menunjukkan kesatriaan, keramahan, semangat persatuan dan kesatuan serta kebersamaan sebagai nilai utama dan didukung dengan, busana dan perlengkapan tari nusantara daerah setempat tidak mudah diterapkan. Selain membutuhkan penghayatan yang baik, tari ini juga mengandung nilai religius yang mendukung kegiatan adat budaya suku Tolaki dalam menyambut kemenangan dan keberhasilan. Oleh karena itu para siswa dapat lebih memahami dan menghayati nilai-nilai tari Mondotambe secara utuh untuk kemudian diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun demikian nilai-nilai tari Mondotambe tidak mudah diimplementasikan tanpa ada pemahaman dan penghayatan yang jelas untuk diamalkan oleh siswa dengan baik. Sehingga yang diperlukan adalah peran guru untuk menerapkan nilai-nilai tari Mondotambe tersebut.

Nilai-nilai dari Tari Mondotambe diharapkan dapat membentuk karakter siswa-siswa sebagai generasi muda yang dapat menjunjung tinggi kesatuan dan persatuan serta saling menghargai dalam kehidupan bermasyarakat. Tetapi pada kenyataannya siswa-siswa yang ada di sekolah dasar memiliki karakter yang mudah berubah karena kurangnya pemahaman terhadap tari-tari dan budaya daerah yang harus dikembangkan dalam pembelajaran seni dan budayaTulis tulisanmu disini..

Jacob Breemer                 
167 0 0
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.