Trending

Nida Aulia                 
455 0 1
Sains dan Teknologi June 29 4 Min Read

Ruqyah Syar’iyyah: Metode Pengobatan Penyakit dalam Islam




Ada dua tahap cara manusia untuk menjaga dan mengobati dirinya, yaitu, pertama, tahap preventif (pencegahan) dan proteksi (perlindungan). Tahapan ini merupakan tahapan terpenting di dalam kehidupan seorang Muslim dan Muslimah, tua maupun muda. Sebagaimana kata pepatah “mencegah lebih baik daripada mengobati.” Tahap yang kedua adalah pengobatan yang merupakan tujuannya untuk menghilangkan dan mengobati suatu penyakit. Di dalam Islam, tahapan ini dapat dilakukan dengan cara yang disebut ruqyah syari’iyyah.

Kata “ruqyah” berasal dari bahasa Arab yaitu raqa-ruqyan, ruqyan wa ruqyatann. Ruqyah secara etimologi berarti permohonan, perlindungan, ayat-ayat, dzikir-dzikir, dan doa-doa yang dibacakan kepada orang yang sakit. Adapun menurut terminologi, ruqyah berarti bacaan-bacaan untuk pengobatan yang syar’i (bedasarkan nash-nash yang pasti dan shahih yang terdapat dalam Al-Qur’an dan sunnah) sesuai dengan ketentuan-kententuan serta tata cara yang telah disepakati oleh para ulama. Ruqyah syar’iyyah adalah metode pengobatan dengan berlandaskan kepercayaan bahwa kesembuhan hanya datang dari Allah SWT.

Mungkin sebelumnya anggapan kita tentang pengobatan ruqyah hanya dapat digunakan pada penyakit ‘Ain, sihir, atau kerasukan jin, serta tidak memberikan efek pada kesehatan jasmani dan rohani. Hal ini tidak sepenuhnya benar, ada banyak dalil di dalam Al-Quran yang menjelaskan tentang keumuman ruqyah bisa yang dapat digunakan dalam berbagai macam penyakit.

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (Q.S Yunus: 57)

Ibnu al-Qayyim menyatakan: “Al-Quran adalah obat bagi semua penyakit hati, badan, dunia, dan akhirat. Bagaimana mungkin penyakit dapat mengalahkan firman Allah, bahkan jika ia diturunkan kepada gunung, niscaya akan luluh lantahlah gunung tersebut.” Jadi, metode pengobatan ruqyah syar’iyyah dapat dilakukan pada penyakit mental, spiritual, moral, maupun fisik. Ruqyah syar’iyyah dilakukan dengan membacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an, do’a-do’a Rasulullah SAW., dan do’a memohon perlindungan kepada Allah untuk menyembuhkan penyakit dengan asma-Nya dan sifat-Nya.

Ruqyah telah dikenal secara luas pada masyarakat Arab jahiliyah. Mereka menggunakan ruqyah sebagai metode pengobatan untuk sembuh dari penyakit. Mereka meyakini bahwa ruqyah dapat menyembuhkan penyakit dan menjaga kesehatan. Orang Arab jahiliyah selalu berusaha menjaga kesehatan fisik dan jiwanya.

Pada masa jahiliyah, ruqyah digunakan untuk mengobati berbagai penyakit seperti tersengat binatang berbisa, terkena sihir, dan lainnya. Namun sangat disayangkan, ruqyah sering menjadi sarana atau media untuk memperluas berbagai kesyirikan di kalangan mereka. Pengobatan ruqyah yang mereka lakukan selalu melanggar syari’at. Diantaranya ialah pengakuan mengetahui perkara gaib, bersahabat dengan jin, berlindung kepada jin, menyekutukan Allah, menyandarkan diri kepada selain Allah, dan bentuk kesyirikan lainnya.

Setelah Nabi Muhammad diutus menjadi Nabi dan Rasul membawa syari’at Islam maka seluruh ruqyah dilarang oleh Rasulullah, kecuali ruqyah yang tidak mengandung kesyirikan. Islam datang mengajarkan kepada kaum Muslimin agar berhati-hati dalam menggunakan ruqyah sehingga tidak terjerumus ke dalam pengobatan ruqyah yang mengandung bid’ah (tidak sunnah) atau syirik. Salah seorang sahabat Rasul yang bernama Auf bin Malik berkata, yang  artinya: “Dahulu kami meruqyah di masa jahiliyyah. Lalu kami bertanya: ‘Wahai Rasulullah bagaimana pendapatmu tentang hal itu?’ Beliau menjawab: ‘ Tunjukkan kepadaku ruqyah-ruqyah kalian. Ruqyah-ruqyah itu tidak mengapa selama tidak mengandung syirik’.” (HR. Muslim).

Cara melakukan ruqyah syar’iyyah adalah dengan terapi zikir dan doa, terapi air al-Fatihah, terapi al-Fatihah, terapi air ruqyah, mendengarkan MP3 ruqyah sebelum tidur, dan masih banyak lagi.


AUTHOR

Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

GenerasiPeneliti.id merupakan media online yang betujuan menyebarkan berita baik seputar akademik, acara akademik, informasi sains terkini, dan opini para akademisi. Platform media online dikelola secara sukarela (volunteers) oleh para dewan editor dan kontributor (penulis) dari berbagai kalangan akademisi junior hingga senior. Generasipeneliti.id dinaungi oleh Lembaga non-profit Bioinformatics Research Center (BRC-INBIO) http://brc.inbio-indonesia.org dan berkomitmen untuk menjadikan platform media online untuk semua peneliti di Indonesia.


Our Social Media

Hubungi Kami


WhatsApp: +818020532438
Email: brc.inbio@gmail.com

Kami menerima Kerjasama dengan semua pihak yang terkait dunia akademik atau perguruan tinggi.











Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.