Trending

Nur Rahmah Awaliah                 
299 0 2
Acara Akademik February 15 9 Min Read

Mengubah Artikel Ilmiah Menjadi Artikel Populer:The Art of Creative Writing




Ditengah-tengah program generasipeneliti.id dalam mengubah artikel ilmiah menjadi artikel populer, Ahad, 12 Februari 2022 kemarin Generasi Peneliti adakan webinar dengan tema "Mengubah Artikel Ilmiah Menjadi Artikel Populer Agar Lebih Mudah Dipahami dan Meningkatkan Sitasi". Webinar ini diikuti kurang lebih 160 peserta dari berbagai kalangan melalui aplikasi zoom meeting. Pada webinar kali ini, diisi oleh narasumber luar biasa yaitu dr. Dito Anurogo, M.Sc yang merupakan dosen tetap di Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Makassar dan saat ini melanjutkan study program S3 di Taipei Medical University, Taiwan dengan fokus Research Molekular Biology. Dan dipandu oleh Mba Kia sebagai moderator.

Beliau menerangkan apa itu The Art of Creative Writing, dan menjelaskan secara detail tipe keoenulisan. 

Didalam kepenulisan didapatkan berbagai macam tipe, yang pertama adalah tulisan akademik/ilmiah/formal yang bersifat expository (mendeskripsikan/menjelaskan), descriptive (juga menjelaskan / menguraikan), narrative (menceritakan / mendongeng), persuasive (meyakinkan), argumentative (berargumen), position paper (menempatkan diri sesuai bidang berdasarkan kemampuan). Dan kedua adalah tulisan kreatif yang bersifat creative fiction (berimajinasi), creative non-fiction (menginterpretasi), autobiography (menceritakan kisah inspiratif diri sendiri), biography (menceritakan kisah inspiratif dari orang lain), derivative fiction (menceritakan hobi, seluk beluk kehidupan personal yang ada didalam imajinasi), journal writing (melakukan pengamatan). 

Tipe kepenulisan terbagi menjadi: Narasi yang merupakan kisah yang dikembangkan dari suatu peristiwa, kejadian, pengalaman dari suatu event yang biasanya melibatkan konflik. Contoh kisah narative yang ada di Indonesia ialah Keluarga Cemara. Persuasi yang dimana bertujuan untuk menggerakkan pembaca sekaligus mendukung pemikiran tertentu untuk bertindak, sebagaimana ide yang dikemukakan oleh penulis berdasarkan bukti bukti ilmiah. Contoh: Tulisan Ayo kita makan tempe untuk mencegah diare!, Biasanya juga dilakukan pada saat pemilu untuk menggiring opini publik. Deskripsi, biasanya tipe ini berfokus untuk menciptakan impresi dominan yang tunggal dari suatu tempat, peristiwa, perasaan seseorang, atau ide-ide dengan memilih kata imajinasi yang bertujuan untuk meningkatkan rasa empati dan juga memperkuat atau menginspirasi pembaca. Contoh tulisan Mendeskripsikan bagaimana nikmatnya kuliah di Taiwan. Yang terakhir adalah Eksposisi, dimana pada kepenulisan ini melibatkan fakta-fakta terkini atau hot issue untuk pembaca tertentu. Contohnya mengubah tulisan dengan bahasa ilmiah menjadi bahasa yang mudah dipahami.

Didalam dunia ilmiah atau akademis lainnya, ada berbagai macam tipe kepenulisan yang kadangkala diberikan dosen kepada mahasiswanya. Tulisan-tulisan tersebut meliputi: Essay, makalah penelitian, laporan lab, poster ilmiah dll. 

Creative writing sendiri merupakan segala sesuatu yang bertujuan untuk mengekspresikan pemikiran, perasaan dan emosi. Lebih merujuk kepada penyederhanaan informasi. Tipe dari creative writing adalah penulisan fiksi, puisi dan non-fiksi. Didalam kepenulisan juga dibutuhkan langkah atau proses standar kepenulisan dimana proses tersebut yaitu: prewriting (ide), drafting (merancang ide/mindmaping), revising (merevisi kata atau kalimat dalam tulisan), editing (penyempurnaan kesalahan) , publishing (share ke media massa, pernerbit dll). Didalam kepenulisan juga diperlukan timeline dan dedline sebagai penulis bercermin dari kisah unik para penulis dunia. 

Apa perbedaan antara tulisan kreatif dan fiksi? 

Perbedaan antara creative writing dengan fiction writing adalah creative writing merupakan opini yang ditulis melalui proses kreatifitas sedangkan fiction writing merupakan kepenulisan yang melibatkan kejadian fiktif atau ilusi dan karakter dibangun didalam pemikiran serta tidak melibaktkan karakter yang nyata. Creative writing contohnya yaitu novel, drama, puisi, autobigraphy sedangkan fiction writing contohnya yaitu novel, cerpen dll. Creative writing lebih menekankan pada kreativitas sedangkan fiction writing juga memerlukan kreatifitas dan imajinasi. 

Melalui tulisannya di Bernas Id. Scriptotherapy: The Art of Writing as A Therapy beliau mengutip bahwa menulis merupakan terapi karena menulis diyakini dapat menstabilkan mood, menurunkan tekanan darah, memperbaiki asma dan masih banyak lagi. 

Beliau juga menerangkan kode etik kepenulisan menurut Setiawan, 2011 yaitu: Melahirkan karya orisinal bukan jiplakan, menjaga kebenaran dan manfaat serta makna informasi yang disebarkan sehingga tidak menyesatkan, menulis secara cermat, teliti, dan tepat., bertanggung jawab secara akademis atas tulisannya, memberi manfaat kepada masyarakat pengguna.

Ditutup dengan beberapa pertanyaan, salah satunya yaitu dari Dr. Jeanne Francoise yaitu bagaimana natural dalam menulis dan mencerahkan? Untuk menulis secara natural dan alami ialah bergabung dengan komunitas atau grup makanya stamina ataupun semangat didalam menulis tetap terjaga dan memang pembiasaan menulis sejak dini sangat diperlukan. Analoginya jika kita ingin menjadi penulis maka kita berkumpul dengan penulis. 

Dan pesan beliau dikutip melalui quotes "Keajaiban itu mudah tercipta dari pikiran jernih dan hati yang penuh cinta kasih".

Nur Rahmah Awaliah                 
299 0 2
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.