Trending

Farida Dewi Nur`aini                 
119 0 1
Sains dan Teknologi December 7 4 Min Read

Definisi Gempa Outer Rise yang Melanda Wilayah Jember-Jawa Timur




Wilayah Jember, Jawa Timur telah dilanda gempa bumi berkekuatan magnitudo sebesar 6,2 pada Selasa (6/12). Dilansir dari CNN Indonesia, Daryono selaku Kepala Pusat BMKG menyebutkan bahwa gempa tersebut merupakan gempa outer rise.

"Gempa selatan Jember Jawa Timur M6,0 kedalaman 10 km ini merupakan jenis gempa di luar zona subduksi (populer disebut 'outer rise earthquake') akibat patahnya lempeng Australia yang mulai menunjam ke bawah Jawa Timur. Tekukan lempeng ini memicu patahan turun (normal fault)," ujar Daryono di Twitter, Selasa (6/12).

Daryono juga mengantisipasi agar waspada terhadap gempa outer rise, karena meski berada di luar zona megathrust, tetapi mekanisme patahan turun dapat memicu tsunami. Hal tersebut pernah terjadi pada 1977 ketika gempa dahsyat terjadi di wilayah Sumba dan mengakibatkan tsunami yang menelan ratusan korban di Sumbawa Selatan.

Toshitaka Baba dkk dalam studinya yang terbit pada JGR (Journal of Geophysical Research) mendefinisikan gempa bumi outer rise adalah gempa yang terjadi sebagai akibat dari pembengkokan lempeng subduksi pada sisi arah laut dari sumbu parit.

Dilansir dari laman BMKG, zona subduksi merupakan zona kejadian gempa bumi yang terjadi di sekitar pertemuan antar lempeng. Sumber penunjaman (proses bergeraknya suatu lempeng tektonik ke bawah lempeng lain) lempeng kerak bumi dapat dibagi menjadi dua model yaitu lajur megathrust atau gempa bumi interplate dan lajur Beniof/gempa intraplate. Lajur megathrust merupakan bagian dangkal suatu lajur subduksi yang mempunyai sudut tukik yang landai. Sementara zona Benioff merupakan bagian dalam suatu lajur subduksi yang mempunyai sudut tukik yang curam.

Adapun karakteristik dari gempa outer rise adalah sebagai berikut :

  • Terdapat di luar megathrust pada zona pelengkungan
  • Pada kerak samudera.
  • Magnitudo besar, bisa mencapai > M8,0
  • Mekanisme dominan sesar normal.
  • Kedalaman dangkal.
  • Berpotensi memicu tsunami.

Daryono menjelaskan dalam Kompas tahun 2021, bahwa gempa outer rise di wilayah Indonesia sebelumnya telah terjadi sebanyak 9 kali, yaitu :

  1. Gempa selatan Jawa berkekuatan M7,5 yang memicu tsunami di selatan Jawa pada 11 September 1921.
  2. Gempa selatan Sumbawa berkekuatan M8,3 yang memicu tsunami destruktif di selatan Sumbawa pada 19 Agustus 1977.
  3. Gempa selatan Bali berkekuatan M6,0 pada 9 Juni 2016 yang mengguncang Pulau Bali.
  4. Gempa selatan Jawa Barat M5,1 pada 15 Juli 2016 yang mengguncang pesisir selatan Jawa Barat.
  5. Gempa Bengkulu dan Lampung berkekuatan M 5,4 yang mengguncang pesisir Bengkulu hingga lampung pada 23 Juli 2016.
  6. Gempa selatan Bali berkekuatan M5,3 yang mengguncang Bali Selatan pada 17 Maret 2017.
  7. Gempa selatan Bali berkekuatan M5,1 yang mengguncang Bali Selatan pada 9 Juni 2019.
  8. Gempa selatan Bali berkekuatan M6,5 pada 19 Maret 2020 yang dirasakan hampir di seluruh Bali dan Lombok dengan skala intensitas mencapai IV MMI.
  9. Gempa Nias berkekuatan M 6,7 pada 14 Mei 2021 yang dirasakan di Pulau Nias, Sumatra Utara, Aceh dan Sumatra Barat.

Sumber Gambar : Google Image

 

Farida Dewi Nur`aini                 
119 0 1
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.