by INBIO

"Connecting The Dots of Sciences"

Trending

Etti Fitriani                 
646 0 0
Sosial dan Bisnis April 3 9 Min Read

Mengetahui Sejarah Puasa Ramadhan




Tepat pada hari ini, 3 April 2022 umat islam seluruh Indonesia sedang menjalani puasa pertama 1443 Hijriyah. Puasa sendiri adalah menahan diri untuk makan, minum dan nafsu dari fajar hingga petang hari. Berbicara tentang puasa pasti ada sejarah tersendiri dibaliknya. Untuk itu, mari kita mempelajari sejarah puasa. 

Diceritakan oleh Syekh Manna' Al-Qaththan bahwa puasa ramadhan ini pertama kali di syariatkan setelah nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah. Syekh Manna' Al-Qaththan sendiri adalah seorang ulama terkenal dan juga mantan ketua Mahkamah Tinggi di Riyadh. Saat awal hijrah, Rasulullah SAW melihat masyarakat Madinah berpuasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Kemudian Rasulullah SAW bertanya kepada masyarakat Madinah tentang puasa tersebut. Mereka pun menjawab meraka berpuasa karena hari itu adalah hari dimana Musa selamat dan Fir'aun tenggelam untuk itu mereka bersyukur dan berpuasa Asyura.

Puasa pada bulan ramadhan disyariatkan pada tahun kedua hijriyah. Hal ini disebutkam dalam QS Al-Baqarah Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

 

شَهْرُ رَمَضَا نَ الَّذِيْۤ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰ نُ هُدًى لِّلنَّا سِ وَ بَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَا لْفُرْقَا نِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَـصُمْهُ ۗ وَمَنْ کَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّا مٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِکُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِکُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُکْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُکَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰٮكُمْ وَلَعَلَّکُمْ تَشْكُرُوْنَ

 

"Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 185)

Puasa ramadhan hukumnya adalah wajib. Namun, dahulu pewajiban puasa ramadhan ini berproses melalui 3 fase. Fase pertama yaitu kewajiban puasa selama tiga hari dalam setiap bulan dan puasa Asyura. Fase kedua yaitu kewajiban puasa ramadhan dengan pilihan berbuka puasa dan denda fidyah bagi mereka yang mampu secara fisik menjalankan puasa. Dan ketika masyarakat sudah terbiasa dengan puasa maka muncullah fase ketiga. Fase ketiga adalah kewajiban puasa ramadhan tanpa pilihan fidyah bagi mereka yang mampu secara fisik. 

Meskipun puasa ini wajib, namun pada kondisi-kondisi atau situasi-situasi tertentu maka diperbolehkan untuk tidak berpuasa dengan catatan mengganti puasa tersebut pada hari lain selain ramadhan atau membayar fidyah.

 

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

 

اَيَّا مًا مَّعْدُوْدٰتٍ ۗ فَمَنْ كَا نَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّا مٍ اُخَرَ ۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَا مُ مِسْكِيْنٍ ۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗ ۗ وَاَ نْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّـکُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

 

"(yaitu) beberapa hari tertentu. Maka barang siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin. Tetapi barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itu lebih baik baginya, dan puasamu itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 184).


AUTHOR

Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

GenerasiPeneliti.id merupakan media online yang betujuan menyebarkan berita baik seputar akademik, acara akademik, informasi sains terkini, dan opini para akademisi. Platform media online dikelola secara sukarela (volunteers) oleh para dewan editor dan kontributor (penulis) dari berbagai kalangan akademisi junior hingga senior. Generasipeneliti.id dinaungi oleh Lembaga non-profit Bioinformatics Research Center (BRC-INBIO) http://brc.inbio-indonesia.org dan berkomitmen untuk menjadikan platform media online untuk semua peneliti di Indonesia.


Our Social Media

Hubungi Kami


WhatsApp: +62 895-3874-55100
Email: layanan.generasipeneliti@gmail.com

Kami menerima Kerjasama dengan semua pihak yang terkait dunia akademik atau perguruan tinggi.











Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.