by INBIO

"Connecting The Dots of Sciences"

Trending

Nia Ramadhani                 
978 0 0
Sosial dan Bisnis April 22 9 Min Read

Seri Drama Korea: Vincenzo, Raja Vaisravana yang Menjaga Manusia




Lagi-lagi produksi drama korea berhasil mengiterpretasikan kejadian dalam kehidupan nyata menjadi tontonan epic yang membuat penonton seakan ikut terlibat dalam setiap scene yang dibawakan. Berkisah tentang seorang mafia dengan bayaran fantastis untuk menyelesaikan setiap kegaduhan-kegaduhan yang diciptakan oleh para pemilik modal yang menguasai hajat hidup orang banyak, mereka menggurita mengikat kuasanya ke berbagai sektor sebagai penunjang keberlangsungan kekuasaannya, banyak hal yang tidak begitu dipahami publik bahwa terkadang merekalah yang memegang andil tertinggi dalam tatanan kehidupan masyarakat, entah itu disektor hukum, media, koorporasi, dan pemerintahan.

Mafia dengan bayaran fantastis itu bernama Vincenzo Casano. Dalam menjalankan tugasnya ia terbiasa untuk melepaskan instingnya sebagai seorang manusia, adegan-adegan pembunuhan menjadi sesuatu yang ladzim ditampilkan,  tidak jauh berbeda dengan apa yang terjadi di saat pemerintah yang berbisnis dengan korporasi yang terkadang menyisakan penderitaan yang harus dialami oleh masyarakat kaum akar rumput. Ada yang harus merelakan lahannya dicuri paksa untuk pendirian pabrik-pabrik industri yang tidak ramah lingkungan,  sehingga kerusakan, penderitaan, hingga kematian demi kematian menimpa masyarakat di sekitar kawasan tersebut.

Vincenzo sangat lihai dalam menjalankan aksinya. Pembawaannya tenang dan cenderung dingin, tak hanya seorang diplomat cerdas dalam menghadapi birokrat namun juga seorang petarung tangkas dalam menghabisi para penghianat. Drama ini menggambarkan kepada penonton tentang bagaimana dan siapa yang menjalankan siklus kehidupan dibalik ruang-ruang gelap dengan gemerlapan materi yang mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan. Sehingga kita tidak perlu asing ketika menyaksikan bagaimana leluasanya para hakim agung membajak hukum pengadilan karena iming-iming harta dan kedudukan, tidak peduli setimpang apa fatwa terhadap kasus yang dijatuhkan kepada rakyat kecil yang tidak berdaya, sekalipun ia adalah korban namun dengan kedipan mata bisa menjadi pelaku. Begitupun halnya dengan peran media, sebagai sektor kunci dalam menguasai persepsi publik, membajak realita untuk kepentingan pesanan, hingga kotoran sekalipun dapat berganti menjadi intan permata yang di puja-puji.

Hingga pada akhirnya, upaya yang dapat dilakukan untuk melawan itu semua tiada lain adalah solidaritas, melalui keberadaan penghuni gedung Plaza Geumga yang bangunannya terletak pada titik strategis keramaian, ada yang berprofesi sebagai tukang jahit, guru les piano, pemilik restoran, penari zombie, dst. Merupakan gambaran segelintir dari beraneka ragam profesi yang digeluti oleh masyarakat-masyrakat kelas menengah, maupun menengah kebawah. Kelak, mereka adalah prajurit-prajurit sejati Vincenzo Cassano dalam melawan musuh terbesar mereka yaitu Perusahaan Babel,  merupakan perusahaan real estate yang adidaya. Dalam menjalankan roda perusahaan telah mengorbankan banyak nyawa masyarakat kecil yang tidak bersalah.

Pada akhirnya kita menyadari bahwa kehidupan yang penuh dengan kekalutan dan penyimpangan-penyimpangan yang berorientasi materi belaka membuat kita tidak bisa begitu naïf memandang dan menyikapi hidup jika ingin ikut terlibat untuk bertarung, ada sebuah ungkapan “ untuk melawan mafia kita juga harus menjadi mafia”. Ada satu buku yang juga mengisahkan tentang bagaimana bercokolnya kehidupan mafia dalam negara yaitu karya penulis hebat Tere Liye yang berjudul “Negara Mafia”. novel tersebut menggambarkan bagaimana indahnya menjalani kehidupan seorang konglomerat dalam sebuah negara, sehingga apapun urusannya dapat ditempuh dengan lancar.

Di akhir kisah, Vincenzo dengan segenap rekam jejaknya mencoba berkonsultasi dengan seorang biksu bahwa ia akan menjadi pria yang penuh penyesalan dan bersedih, namun sang biksu berujar bahwa “di antara empat raja langit ada satu raja bernama vaisravana, raja ini bertugas untuk mengendalikan iblis bernama yaksa dan raksasa, ia mengikuti perintah budha dan menjaga manusia, barangkali Vincenzo tidak akan mungkin menjadi budha lantaran dosa – dosanya, namun ia bisa menjadi raja vaisravana penjaga manusia yang senantiasa mendapat pujian dari sang budha.”

Kisah ini menyematkan pesan penting bagi kita, saat kita ikut bergumul didalam lumpur yang kotor dan bau, kita akan dilemma dengan pandangan manusia lainnya, namun mutiara tetaplah mutiara yang akan memancarkan cahayanya sekalipun dikepung oleh lumpur. Vincenzo adalah sebuah karakter yang tidak mementingkan lagi soal stigma manusia, namun hanya hidup untuk mengikuti instingnya bahwa penjahat harus mendapat ganjarannya sekalipun ia begitu ditokohkan oleh masyarakat.


AUTHOR

Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

GenerasiPeneliti.id merupakan media online yang betujuan menyebarkan berita baik seputar akademik, acara akademik, informasi sains terkini, dan opini para akademisi. Platform media online dikelola secara sukarela (volunteers) oleh para dewan editor dan kontributor (penulis) dari berbagai kalangan akademisi junior hingga senior. Generasipeneliti.id dinaungi oleh Lembaga non-profit Bioinformatics Research Center (BRC-INBIO) http://brc.inbio-indonesia.org dan berkomitmen untuk menjadikan platform media online untuk semua peneliti di Indonesia.


Our Social Media

Hubungi Kami


WhatsApp: +62 895-3874-55100
Email: layanan.generasipeneliti@gmail.com

Kami menerima Kerjasama dengan semua pihak yang terkait dunia akademik atau perguruan tinggi.











Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.