Trending

dr. Dito Anurogo, M.Sc.                 
143 0 0
Acara Akademik February 13 5 Min Read

Seni Memahami Keadilan (Bagian 4)




Seni Memahami Keadilan (Bagian 4)

 

Perspektif Sosialisme

Kelemahan mendasar liberalisme pernah dirumuskan oleh sosialisme. Prinsip sosialisme tentang keadilan dirumuskan oleh Karl Marx sebagai berikut “From each according to his ability, to each according to his needs”. Artinya, pembagian kerja (burdens) dibuat berdasarkan kemampuan setiap orang. Tidak adil bila orang cacat, misalnya, diwajibkan bekerja sama berat seperti orang yang utuh anggota badannya. Adapun distribusi keuntungan (benefits) berlangsung atas dasar kebutuhan. Misalnya, pelayanan medis adalah adil, bila diberikan sesuai dengan kebutuhan orang sakit.

Akan tetapi, konsep keadilan sosialisme ini memiliki sejumlah kelemahan. Pertama, jika kebutuhan dijadikan satu-satunya kriteria untuk melaksanakan keadilan di bidang penggajian, para pekerja tidak akan bermotivasi untuk bekerja keras. Gaji yang diperoleh sudah dipastikan sebelum orang mulai bekerja, karena kebutuhannya sudah jelas. Bekerja keras atau bermalas-malasan tidak mengubah pendapatannya. Negara-negara komunis menerapkan prinsip ini.

Kedua, menyangkut kemampuan sebagai satu-satunya alasan untuk membagi pekerjaan. Terutama dalam sosialisme komunistis yang totaliter, prinsip ini mengakibatkan orang yang berkemampuan harus menerima saja, bila negara membagi pekerjaan kepadanya, seperti menjadi pilot misalnya. Prinsip ini mengabaikan hak seseorang untuk memilih profesinya sendiri.

Teori keadilan distributif John Rawls coba mencari jalan keluar atas jalan buntu yang dihadapi oleh liberalisme dan sosialisme di atas. Rawls tetap menekankan pentingnya prinsip prestasi atau jasa, namun berusaha untuk tidak mengabaikan kebutuhan orang-orang yang tidak mampu berprestasi (dalam arti cacat atau terpaksa menganggur). Rawls mencoba mengembangkan konsep keadilan di dalam masyarakat demokratis di mana kebebasan asasi manusia dihargai tanpa mengabaikan solidaritas sosial. (Dinarasikan ulang oleh Dito Anurogo dari paparan Frater “Otto Gusti Madung” dari STFK LEDALERO melalui forum virtual “Kuliah Philojustice” di hari Ahad, 13 Februari  2022, pukul 20.00 – 22.00 WIB)

 

dr. Dito Anurogo, M.Sc.                 
143 0 0
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.