by INBIO

"Connecting The Dots of Sciences"

Trending

Naufal Maarif                 
167 1 0
Acara Akademik December 5 6 Min Read

PENTINGNYA ILMU STATISTIKA BAGI PENELITI DI BIDANG BIOLOGI




Berbicara tentang penelitian/riset tentunya tidak asing bagi sobat Generasi Peneliti sekalian. Namun, berbicara tentang riset tidaklah terlepas dari mendapatkan data kualitatif dan data kuantitatif. Terkhusus dalam riset kuantitatif sebagai peneliti tentunya kita sering mendapatkan hal seperti “apakah uji ini cocok kita gunakan untuk data kita?”, “apa aja sih syarat uji ini?”, “apakah nanti keliru jika menggunakan uji seperti ini padahal data kita seperti ini”. Keraguan dalam mengelola data tentunya sangat umum dan lumrah kita temukan dalam penelitian kita. Hal tersebut tentunya didasarkan oleh pengetahuan kita mengenai statistika yang terbatas atau keragu-raguan kita dalam menentukan uji yang cocok dalam suatu pengolahan data.

 

Pada abad 21 ini, ilmu mengenai statistika tentunya merupakan ilmu yang sangat vital diketahui oleh peneliti. Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkan kapasitas peneliti, INBIO Indonesia kembali mengadakan mini-workshop dengan tema “APPLICATION OF BIOSTATISTICS IN RESEARCH”. Acara ini telah dilaksanakan pada Sabtu, 25 November 2023 melalui platform Zoom. Antusias peserta yang hadir pada acara ini juga luar biasa dengan kurang lebih 40 peneliti dari seluruh Indonesia.

 

Acara dibuka oleh Naufal Ma’arif sebagai MC sekaligus moderator yang memperkenalkan dua narasumber yang pakar pada bidang tersebut. Pembicara pertama adalah Dr. Ardo Sanjaya, dr. M. Kes., Pg.Cert., FHEA dengan tema “Biostatistical Literacy and its Urgency in Biomedical Research”. Dr. Ardo sendiri merupakan seorang dosen dan dokter yang memiliki riset interest pada bidang statistika dari Universitas Kristen Maranatha.

Dokter Ardo (sapaan beliau) memberikan gambaran secara nyata dan jelas terkait “Mengapa statistika itu penting?” Seperti beberapa contoh dari beliau terkait suatu kanker. Apakah kita hanya mencari dari suatu literatur/melihat orang dengan gen tertentu terkena kanker. Namun, kita tidak dapat memiliki pembanding. Apakah gen tersebut juga terdapat pada orang normal? Bagaimana kaitannya dengan penyakit lain.

Dokter Ardo juga menambahkan contoh lain, seperti suatu Obat A memiliki efikasi sebanyak 10%, tetapi dalam ilmu Kedokteran obat tersebut tentunya memiliki efikasi yang sangat rendah untuk menyebabkan perubahan. Namun, karena kurangnya pemahaman literasi dan visual kita mengenai data statistika. Kita dapat tertipu dengan diagram yang terlihat cukup baik padahal skalanya telah diubah oleh sang pemilik obat. Oleh karena itu, itulah pentingnya literasi terkait statistika dan visualisasi statistika.

 

Pembicara berikutnya adalah Pardomuan Robinson, S.ST., M.Stat., C.PS. dengan tema “Hands on Mastering Regression Models for Biostatistical Analysis”. Pak Pardomuan merupakan pakar statistika dari Badan Pusat Statistika (BPS) Jakarta. Beliau kemudian memberikan pendalaman lebih lanjut dari apa yang telah dijelaskan oleh dokter Ardo. Pak pardomuan menjelaskan kembali dan juga memberikan contoh. Seperti contoh beliau katakan, terkadang seseorang takut menggunakan suatu uji statistika hanya karena kurangnya pengetahuan mereka. Seperti contoh, kapan kita menggunakan Annova, kapan kita menggunakan Kruskal Wallis. Hal-hal tersebut sebenarnya merupakan hal-hal basic yang harus dipahami oleh peneliti.


Pak Pardomuan kemudian melanjutkan kepada pembahasan “Hands on Regression Model” menggunakan program/software RStudio dan R. Beliau menjelaskan kelebihan dari penggunaan bahasa R adalah bahasanya yang mudah dan juga memiliki library yang banyak. Library ini berfungsi untuk menyelesaikan beberapa persoalan kita dalam Mengerjakan uji statistika. Namun, Pak Pardomuan kemudian memberikan beberapa contoh software yang lebih mudah dari R, seperti Jasp (https://jasp-stats.org/). Penggunaan Jasp ini memang lebih mudah dari R karena tinggal men-klik saja, tetapi terdapat kelemahan dari penggunaan Jasp yaitu haruslah memiliki koneksi internet yang stabil untuk mengolah suatu data. Oleh karena itu, Pak Pardomuan kemudian memberikan kebebasan kepada peserta workshop untuk memilih tools dalam pengolahan data.

 

Tentunya antusias peserta sangatlah tinggi pada workshop ini. Banyak sekali pertanyaan yang masuk ke pada kedua pembicara seperti contoh pertanyaan mengenai statistics power. Lalu pertanyaan mengenai minimal sampel dalam satu kelompok yang diambil. Apakah rumus Federer masih relevan pada studi eksperimen? Spesifisitas dan sensitivitas dari suatu alat. Hal-hal tersebut menjadi bahan diskusi yang cukup menarik di samping membahas mengenai software dan juga teknik pengolahan data yang menarik minat peserta. Tentunya workshop seperti ini diharapkan dapat membuka wawasan peneliti untuk lebih peka dalam pemanfaatan statistika dalam riset. Selain itu, kolaborasi tentunya juga menjadi sangat penting di era seperti ini sehingga seorang peneliti tidak harus menjadi expert pada semua bidang, tetapi cukup mengetahui dasarnya dan menyerahkannya pada expert/ahli untuk menyelesaikan persoalannya.


Editor:     Rezekinta Syahputra Sembiring                 

AUTHOR

Bagikan ini ke sosial media anda

(1) Komentar

Image
Abi 11 January 2024

Hello, I'm Abi, an English SEO copywriter and content writer. I excel in crafting blogs, articles, e-commerce product descriptions, SEO content, website content, business service descriptions, newsletter content, brochures, proofreading, social media captions, LinkedIn content, and SOPs. My rate is USD 20 for every 1000 words of content. If you don't have time to plan out your content, we can help you with that. Feel free to email me at Contentwriting011994@outlook.com with any current requirements. Thanks, Abi

Bagikan   

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

GenerasiPeneliti.id merupakan media online yang betujuan menyebarkan berita baik seputar akademik, acara akademik, informasi sains terkini, dan opini para akademisi. Platform media online dikelola secara sukarela (volunteers) oleh para dewan editor dan kontributor (penulis) dari berbagai kalangan akademisi junior hingga senior. Generasipeneliti.id dinaungi oleh Lembaga non-profit Bioinformatics Research Center (BRC-INBIO) http://brc.inbio-indonesia.org dan berkomitmen untuk menjadikan platform media online untuk semua peneliti di Indonesia.


Our Social Media

Hubungi Kami


WhatsApp: +62 895-3874-55100
Email: layanan.generasipeneliti@gmail.com

Kami menerima Kerjasama dengan semua pihak yang terkait dunia akademik atau perguruan tinggi.











Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.