Trending

apt. Nasri, S.Farm., M.Farm.                 
432 0 1
Opini Akademisi March 10 7 Min Read

Hari Ginjal Sedunia 2022: Faktor Risiko, Penyebab serta Pencegahan Penyakit Ginjal Kronis.




Menjaga kesehatan ginjal merupakan salah satu faktor yang paling penting karena di Indonesia prevalensi penyakit ginjal krosis merupakan peringkat ke-10 penyakit yang menyebabkan kematian. Hari Ginjal Sedunia diperingati setiap hari kamis pada minggu kedua di bulan Maret. Dan pada tahun 2022 jatuh pada tanggal 10 Maret 2022 dengan tema “Kidney Health for All : Bridge the Knowledge gap to Better Kidney Care”. Secara tersirat tema Hari Ginjal Sedunia tahun 2022 ini mengajak seluruh masyarakat dari anak-anak hingga dewasa untuk saling mendukung menjembatani kesenjangan pengetahuan agar selalu menjaga kesehatan ginjal yang lebih baik.

Hari Ginjal Sedunia pada tahun 2022 merupakan 16 tahun sejak awal pertama kali diperingati yaitu pada tahun 2006. Dengan adanya peringatan Hari Ginjal Sedunia ini diharapkan dapat mencapai tujuan untuk meningkatkan kesadaran dari semua lapisan masyarakat tentang penyebab, pencegahan serta pengobatan pada penyakit ginjal dan dampak negatifnya terhadap kesehatan setiap individu.

Bila mengidap penyakit ginjal kronis (PGK) akan sangat mengganggu kualitas hidup daripada pasien dan sangat mempengaruhi aktivitas kehidupan sehari-hari pasien karena memiliki jadwal cuci darah rutin yang harus dilakukan minimal dua kali seminggu. Seseorang dinyatakan tegak diagnosa penyakit ginjal kronis apabila kerusakan ginjal selama 3 bulan atu lebih yang ditandai dengan terjadinya penurunan Laju Filtrasi Glomerular (LFG kurang dari 60 mL/menit/1,73 m2) dan ketidakseimbangan komposisi zat / elektrolit di darah darah rutin atupun pada urin.

Lantas, apa sajakah faktor risiko Gagal Ginjal Kronis? Berikut merupakan beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko terjadinya Gagal Ginjal Kronik yaitu:

  1. Menderita penyakit diabetes (karena kadar gula yang tinggi di dalam darah akan menggangu dan merusak penyaringan di dalam ginjal).
  2. Menderita penyakit hipertensi / penyakit jantung (karena seiring bertambahnya waktu akan menambah tekanan pada pembuluh darah kecil di ginjal).
  3. Merokok
  4. Menderita Obesitas
  5. Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit ginjal
  6. Menderita cacat struktur ginjal
  7. Usia lanjut
  8. Penggunaan obat-obatan yang memiliki potensi merusak ginjal, seperti obat antiinflamasi nonsteroid dalam jangka panjang.

Berdasarkan konsensus Dialisis PERNEFRI (2003), pasien PGK diterapi dengan 2 cara (terapi pengganti ginjal) :

  1. Dialisis yang terdiri dari hemodialisis, dialisis peritoneal dan hemofiltrasi
  2. Transplantasi ginjal yang dapat berasal dari donor hidup atau donor jenazah (cadaver).

Dikarenakan penyakit ginjal ini tidak dapat disembuhkan seperti kondisi semula, maka upaya penanganan penyakit ginjal kronik ini bertujuan untuk :

  1. Memperbaiki keseimbangan cairan / elektrolit akibat yang timbul karena terjadi kerusakan ginjal.
  2. Mengendalikan beberapa penyakit yang berpotensi menyebabkan gagal ginkal kronis.
  3. Menghambat perkembangan gagal ginjal kronis menjadi lebih parah
  4. Sebisa mungkin mempertahankan laju filtrasi Glomelurar
  5. Pemberian obat-obatan yang dimaksudkan untuk mengendalikan penyakit penyerta lainnya seperti obat hipertensi, suplemen untuk anemia, suplemen kalsium dan vitamin D untuk mengatasi defisiensi kalsium dan vitamin D yang merupakan akibat dari kerusakan ginjal. Manfaat lainnya adalah untuk menjaga kesehatan tulang agar tidak terjadi pengeroposan tulang (osteoporosis), pemberian obat diuretic dan kortikosteroid karena terjadinya peradangan pada ginjal.
  6. Perubahan pola hidup : menjalani diet khusus dengan mengurangi pengonsumsian garam, membatasi asupan kalium dari makanan. Tidak meroko karena merupakan salah satu faktor risiko. Tidak mengonsumsi minumam beralkohol, menurunkan berat badan bila menderita obesitas. Memeriksakan tekanan secara berkala. Dan memeriksakan diri serta berkonsultasi kedokter secara teratur.

Upaya pencegahan yang dapat dilakukan juga dengan menghindari beberapa faktor risiko penyebab penyakit ginjal kronis misalnya dengan menjaga berat badan ideal, menghentikan kebiasaan merokok, mengatur pola makan dan mengonsumsi obat-obatan dengan benar, menghindari penggunaan obat-obat pereda nyeri yang dapat memperburuk kondisi ginjal.

Dengan adanya peringatan Hari Ginjal Sedunia senantiasa menginatkan kita semua terhadap kesehatan ginjal kita masing-masing sehingga kesadaran dalam mencegah terjadinya penyakit gagal ginjal kronis akan semakin menurun karena penyakit ini merupakan penyakit ke 10 terbesar penyebab kematian di Indonesia yang juga merupakan momok besar untuk kita semua.

Salam Sehat, Selamat Hari Ginjal Sedunia. Indonesia Sehat, Ginjal Sehat.

Sumber:

Konsensus Dialisis oleh Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) 2003

Konsensus Gangguan Mineral dan Tulang pada Penyakit Ginjal Kronik (GMT-PGK)

www.pernefri.org

www.alodokter.com/gagal-ginjal-kronis

www.health.detik.com

apt. Nasri, S.Farm., M.Farm.                 
432 0 1
Bagikan ini ke sosial media anda

(0) Komentar

Berikan Komentarmu

Tentang Generasi Peneliti

Generasipeneliti.id, merupakan perusahaan resmi dibawah PT Solusi Riset Indonesia yang berfokus untuk menyebarkan berita-berita baik terkait akademik di Indonesia


Our Social Media

Hubungi Kami


Customer Service

+62 8127-5915-940
generasipeneliti@gmail.com
Flag Counter

© Generasi Peneliti. All Rights Reserved.